Perlu saya sampaikan disini hasil backtest tidak harus sama dengan hasil
secara riil dilapangan.
Kita bisa beasumsi saat sinyal beli/jual keluar langsung (tanpa delay)
transaksi terjadi, pada kenyataannya
belom tentu demikian (ada delay) plus back test nya kita tidak tahu pake
harga apa, apakah data harga
penutupan/pembukaan harian atau intraday selama periode itu.

eniwei masalah utamanya adalah samplenya cuma satu dan periode nya juga
tidak cukup lama, bagaimana
kalau periodenya diambil lebih panjang, misal 5 atau 10 tahun (dengan asumsi
buy and hold kan bukan hitungan harian
atau bulanan).

2010/8/10 Fabianto <[email protected]>

> Loh justru itu yang sudah dilakukan yaitu membandingkan grafik AALI antara
> buy and hold maks (yg kemungkinan cuannya lebih besar) dg sistem amtase.
> Supaya lebih fair mungkin bisa dibandingkan dengan top 20 saham big caps,
> karena bagus di AALI belum tentu bagus di ASII atau di saham lain. Lebih
> bagus lagi dibandingkan juga dg periode bearish dan sideway karena sistem
> teknikal suka keok di periode sideway.
>
> Trims untuk hasil backtestingnya.
>
> ------Original Message------
>
> From: Susanto Salim
> Sender: [email protected]
> To: [email protected]
> ReplyTo: [email protected]
> Subject: Re: [saham] Buy and Hold is Dead (Pengamatan di AALI dg AMTASE
> Swing System)
> Sent: Aug 10, 2010 02:56
>
>   Bro kalo mau buat perbandingan sebaiknya gunakan data riil. bukan dengan
> asumsi yang tentu saja bisa dicocokan sesuai kebutuhan kita. Maksud saya
> data riil di sini adalah kondisi yang benar2 terjadi. Jadi kita bisa minta
> data dari satu sekuritas besar trus diteliti apakah pemain model buy and
> hold yang lebih cuan atau trader yang lebih cuan. Kasaran begitu, dengan
> demikian baru bisa kita bilang on average dari sekian ribu data dalam
> periode ...sampai... pemain dengan sistem ... cuan nya lebih besar dari ...
> sebesar ...% kalo tiap kali bisa buy di dasar dan jual di puncak ya pasti
> lebih cuan. Masalahnya adalah bisa gak, dan kenyataan dilapangan seperti
> apa. Dengan cuma memberi satu contoh lantas membuat kesimpulan suatu sistem
> adalah unggul tentu terlalu berani. Misal, beberapa saat lalu saya beli lsip
> di 7800, sekarang sudah 9800, bisakah saya simpulkan bahwa saya akan selalu
> cuan....cuma karena hari ini hoki belum tentu besok atau lusa tetap hoki :D
> 2010/8/9 MetaStock Team <MetaStock-Team@ bumianyar. net>   Buy & Hold vs
> Swing Trading Buy & Hold yang cocok bagi Investor sering kali dianggap lebih
> baik dari pada swing trading yg cocok bagi trader. Namun, dengan sistem yang
> handal, swing trading dapat lebih menguntungkan dari pada buy & hold.   Mari
> kita lihat contohnya di AALI.   Gambar di bawah menunjukkan uptrend AALI yg
> dimulai pada tanggal 28 Oktober 2008 dimana harga pada waktu itu berada di
> Rp4.600. Akhir dari Uptrend adalah pada tanggal 10 Maret 2010 dimana harga
> pada waktu itu adalah Rp24.950. Dalam kenyataan, tidak mungkin seorang
> investor dengan suatu analisa berhasil membuat keputusan dan berhasil
> membeli pada harga bottom (Rp4.600) lau di-hold beberapa bulan kemudian
> menjual di harga top (Rp24.950).     Tapi dalam kasus ini kita ingin mengadu
> tingkat profit buy & hold vs swing trading, mana yang lebih profit? Jadi
> kita tetapkan saja secara muluk bahwa ada investor yang buy di harga bottom
> Rp4.600 dan hold lalu sell di harga top Rp24.950, maka profitnya adalah
> Rp20.350.     Bagaimana dengan Swing Tra
>
> ------------------------------------
>
> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
>
> SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN
> MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL
> EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK
> INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.
>
> [email protected] untuk berhenti dari milis saham
> [email protected] untuk bergabung ke milis saham
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

Kirim email ke