Kalau menurut saya pribadi, saat market bullish apalagi strong bullish seperti 
2009, hold jauh lbh cuan. Saat market sideways atau slow bull, apalagi saat 
market bearish, baru swing atau tektok lebih sesuai. 

Tp ini pendapat pribadi ya. 


Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Tue, 10 Aug 2010 08:44:42 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Buy and Hold is Dead (Pengamatan di AALI dg AMTASE Swing 
System)

Setuju pak Tobeno...kesannya agak maksa in..BUY and Hold is Dead...sy kok 
kurang setuju. Thanks
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "tobeno" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 10 Aug 2010 08:39:25 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Buy and Hold is Dead (Pengamatan di AALI dg AMTASE Swing 
System)

Bila dibaca pernyataan berikut:

Dengan demikian profit buy & hold kalah dari Swing Trading.

Ditambah quote:  Buy and Hold is Dead
mungkin terkesan agak dipaksakan dengan beberapa alasan berikut:

1.  Tidak ada randomisasi di sini agar dapat dilakukan inferensia statistik.  
Tidak disebutkan kenapa AALI terpilih dalam pengujian.  Mengapa periode uji Okt 
08 - Mar 10?  Saya perkirakan jenis saham dan periode dipilih menurut keinginan 
sipenguji.

2.  Tidak dilakukan pengujian secara berulang sehingga tidak diketahui marjin 
error.

3.  Tidak ada level of confidential hasil uji.

OKI, kesimpulan yang mengatakan bahwa AMTASE lebih unggul dari B&H tidak dapat 
dipertanggung jawabankan secara ilmiah (CMIIW).

Bisa saja penulis mengatakan bahwa saya sedang tidak melakukan penelitian 
ilmiah dan merasa tidak perlu melakukan 3 hal di atas.

Bila benar demikian, fine!  Kesimpulannya perlu diubah menjadi sbb:

Dengan demikian profit buy & hold kalah dari Swing Trading pada saham AALI pada 
peride 28 Okt 2008 hingga 10 Maret 2010.

Saran:
Lakukan pengujian (backtest) untuk sembarang saham pada berbagai periode yang 
dipilih secara acak agar kesimpulan dapat berlaku lebih luas.
Banyak maaf...

tobeno


Sent from my BlackBerry®Bold powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "MetaStock Team" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 10 Aug 2010 09:43:50 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Buy and Hold is Dead (Pengamatan di AALI dg AMTASE Swing 
System)

Back test ini adalah dengan data riil. sebagaimana bisa dilihat dichartnya, itu 
bukan harga rekayasa melainkan real fact.
Tapi, untuk kenyataannya nanti akan sangat bergantung dengan tradernya.

Ada seorang pembaca mengatakan bahwa faktor fear dan greed akan membuatnya 
menyimpang dari sistem sehingga profit tidak seperti diharapkan. Itu sangat 
betul.
Namun, tanpa sistem yang bagus, dengan faktor fear dan greed seorang trader 
tidak punya peluang bagus untuk profit. Tetapi dengan sistem yang bagus, 
peluang profitnya menjadi lebih baik.

Buy & holdnya pun real fact, hanya saja dalam prakteknya hampir tidak pernah 
ada investor yang benar2 beli di bottom dan jual pas di top.

Jadi artikel tersebut hanya ingin menunjukkan bahwa seorang trader yang tingkat 
disiplin tinggi bisa meraih profit di atas buy & hold.
Sekarang pertanyaan, trader macam apa kita?

Semoga bermanfaat.

Best regards,
Angelo


  ----- Original Message ----- 
  From: Susanto Salim 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, August 10, 2010 2:56 AM
  Subject: Re: [saham] Buy and Hold is Dead (Pengamatan di AALI dg AMTASE Swing 
System)


    
  Bro kalo mau buat perbandingan sebaiknya gunakan data riil.
  bukan dengan asumsi yang tentu saja bisa dicocokan sesuai kebutuhan kita.

  Maksud saya data riil di sini adalah kondisi yang benar2 terjadi. Jadi kita 
bisa 
  minta data dari satu sekuritas besar trus diteliti apakah pemain model buy and
  hold yang lebih cuan atau trader yang lebih cuan. Kasaran begitu, dengan 
demikian
  baru bisa kita bilang on average dari sekian ribu data dalam periode 
...sampai...
  pemain dengan sistem ... cuan nya lebih besar dari ... sebesar ...%

  kalo tiap kali bisa buy di dasar dan jual di puncak ya pasti lebih cuan.
  Masalahnya adalah bisa gak, dan kenyataan dilapangan seperti apa.
  Dengan cuma memberi satu contoh lantas membuat kesimpulan suatu sistem
  adalah unggul tentu terlalu berani.

  Misal, beberapa saat lalu saya beli lsip di 7800, sekarang sudah 9800, bisakah
  saya simpulkan bahwa saya akan selalu cuan....cuma karena hari ini hoki
  belum tentu besok atau lusa tetap hoki :D



  2010/8/9 MetaStock Team <[email protected]>

      

    Buy & Hold vs Swing Trading
    Buy & Hold yang cocok bagi Investor sering kali dianggap lebih baik dari 
pada swing trading yg cocok bagi trader. Namun, dengan sistem yang handal, 
swing trading dapat lebih menguntungkan dari pada buy & hold.

    Mari kita lihat contohnya di AALI.

    Gambar di bawah menunjukkan uptrend AALI yg dimulai pada tanggal 28 Oktober 
2008 dimana harga pada waktu itu berada di Rp4.600.
    Akhir dari Uptrend adalah pada tanggal 10 Maret 2010 dimana harga pada 
waktu itu adalah Rp24.950.
    Dalam kenyataan, tidak mungkin seorang investor dengan suatu analisa 
berhasil membuat keputusan dan berhasil membeli pada harga bottom (Rp4.600) lau 
di-hold beberapa bulan kemudian menjual di harga top (Rp24.950).



    Tapi dalam kasus ini kita ingin mengadu tingkat profit buy & hold vs swing 
trading, mana yang lebih profit?
    Jadi kita tetapkan saja secara muluk bahwa ada investor yang buy di harga 
bottom Rp4.600 dan hold lalu sell di harga top Rp24.950, maka profitnya adalah 
Rp20.350.



    Bagaimana dengan Swing Trader yang dalam artikel ini menggunakan sistem 
AMTASE Swing System? Fasilitas backtest dari MetaStock telah memberikan hasil 
simulasi trading pada periode yang sama: 28 Oktober 2008 sampai  10 Maret 2010. 
Apakah hasil tradingnya selama itu bisa menandingi profit buy & hold?

    Setelah dilakukan backtest dengan mengikuti sinyal beli/jual dari AMTASE 
Swing System, hasilnya adalah:



    Jika komisi trading ditetapkan 0.2% beli dan 0.3% jual. maka:
      a.. Profit yang diperoleh dari buy & Hold adalah Rp20.340.8 
      b.. Profit yang diperoleh dari AMTASE Swing System Rp24.336.1 
      c.. Profit dari AMTASE Swing System 19.64% lebih besar dari pada buy & 
hold (Buy&Hold Index=19.64%) 
      d.. Dari total trade AMTASE Swing System yang sebanyak 53 kali, ada 32 
kali yang profit dan 21 kali yg loss.

    Dengan demikian profit buy & hold kalah dari Swing Trading. 
    Padahal  buy and hold yang ditetapkan sudah cukup muluk; beli di bottom dan 
sell di top dari uptrendnya.

    Buy & Hold is Dead.

    Semoga bermanfaat.


    Commentary ini bukanlah suatu rekomendasi beli atau jual, melainkan suatu 
petunjuk untuk menginterpretasikan  indikator tertentu. Informasi di atas 
seharusnya digunakan hanya oleh investor yang memahami resiko dalam trading 
saham. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang disebabkan oleh 
penggunaan expert ini mau pun isinya.

    Ikut Workshop ATMASE Swing System pada tanggal 21 Agustus 2010 (TRADERS 
ONLY)
    Rincian lebih lanjut klik disini.







  

Kirim email ke