Ampun bang, too risky... Sent from my iPod
On Aug 10, 2010, at 5:58 PM, [email protected] wrote: > Boleh ni dipraktekan... > Ambil data maju. > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > > From: [email protected] > Sender: [email protected] > Date: Tue, 10 Aug 2010 10:50:47 +0000 > To: <[email protected]> > ReplyTo: [email protected] > Subject: Re: [saham] Buy and Hold is Dead (Pengamatan di AALI dg AMTASE Swing > System) > > > Ide bagus nih bung... > > Sent from my bb® > powered by docomo > > From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > Sender: [email protected] > Date: Tue, 10 Aug 2010 17:43:58 +0700 > To: <[email protected]> > ReplyTo: [email protected] > Subject: Re: [saham] Buy and Hold is Dead (Pengamatan di AALI dg AMTASE Swing > System) > > > Pak Angelo, sangat menarik sekali terkait soal swing trading vs buy & holds > strategy. > > Dari pengalaman saya, ketika melakukan back testing ke masa lalu, akan > cenderung mudah melakukannya. Kesulitan baru muncul ketika melakukan > pengujian ke depan. > > Kalau boleh, bisakah Pak Angelo melakukan pengujian ke depan. Katakan saja > pengujian selama 30 hari ke depan ini. > > Pak Angelo tinggal menyebutkan nama sahamnya, lalu buy di harga berapa dan > berapa lot. Tentunya informasi yg diberikan adalah informasi yang belum > terjadi. Atau, kalau punya mau sebutkan angka harga, maka yg dicantumkan > adalah harga offer pada saat running/posting. Dengan demikian lebih fair > untuk perhitungan kinerja. > > Cukup tiga saham saja selama 30 hari itu. Nanti tinggal kita bandingkan > bersama dalam periode yang sama dan saham yang sama untuk sistem buy & hold. > Kalau bisa, pilihan sahamnya yang sedang hangat dibicarakan saja, agar > mengikutinya juga lebih seru. > > Saya rasa kawan2 disini akan sangat mendukung pengujian ke depan ketimbang > pengujian ke belakang karena kawan2 disini akan banyak mendapatkan > manfaatnya, dan juga bisa melihat dan merasakan langsung keampuhan sistem > yang disebutkan. > > Saya sampaikan ini hanya sekedar membantu Pak Angelo agar dapat lebih > mempromosikan dengan cara yang lebih mengena dengan kebanyakan anggota milis > ini. > > Terima kasih sebelumnya. > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > > > 2010/8/10 Angelo Michel <[email protected]> > > > He he padahal bobot pengujiannya sudah diberatkan ke arah investor dari pada > swing trading. > Ok kalau begitu: > > 1. Silahkan Bapak tentukan periode pengujiannya. > 2. Pengujian tentu sudah berulang-ulang namun tidak mungkin semuanya > diposting ke milis. Justru yang diposting adalah yang lebih berat ke investor > dari pada trader. Maka point 1 sedang ditunggu jawabannya, > 3. Meaning? > > Pengujian sudah dilakukan kepada semua saham. Dan memang tidak semua saham > kompatible. Tapi yang compatible jumlahnya lebih dari 100 saham, Silakan cek > daftar backtestnya di: > http://www.science4traders.com/AMTASECompatibleList.html > Rincian hasil backtest tentu tidak bisa diposting ke milis semuanya. > > Mr Tobeno pertanyaan Anda benar2 bermutu karena jenis pertanyaan Anda adalah > tantangan utama bagi suatu sistem trading yang bermutu. > Tantangan lain, bagaimana kalau diuji di market bearish? Ini pun sudah diuji. > Boleh Bapak pilih saham yg tercantum di daftar pada link atas lalu kita > backest di market bearish Pak. > > > Best regards, > Angelo > > MetaStock© Let You Know When to Trade and What to Trade > > > From: tobeno <[email protected]> > To: [email protected] > Sent: Tue, August 10, 2010 3:39:25 PM > > Subject: Re: [saham] Buy and Hold is Dead (Pengamatan di AALI dg AMTASE Swing > System) > > > Bila dibaca pernyataan berikut: > > Dengan demikian profit buy hold kalah dari Swing Trading. > > Ditambah quote: Buy and Hold is Dead > mungkin terkesan agak dipaksakan dengan beberapa alasan berikut: > > 1. Tidak ada randomisasi di sini agar dapat dilakukan inferensia statistik. > Tidak disebutkan kenapa AALI terpilih dalam pengujian. Mengapa periode uji > Okt 08 - Mar 10? Saya perkirakan jenis saham dan periode dipilih menurut > keinginan sipenguji. > > 2. Tidak dilakukan pengujian secara berulang sehingga tidak diketahui marjin > error. > > 3. Tidak ada level of confidential hasil uji. > > OKI, kesimpulan yang mengatakan bahwa AMTASE lebih unggul dari B&H tidak > dapat dipertanggung jawabankan secara ilmiah (CMIIW). > > Bisa saja penulis mengatakan bahwa saya sedang tidak melakukan penelitian > ilmiah dan merasa tidak perlu melakukan 3 hal di atas. > > Bila benar demikian, fine! Kesimpulannya perlu diubah menjadi sbb: > > Dengan demikian profit buy hold kalah dari Swing Trading pada saham AALI pada > peride 28 Okt 2008 hingga 10 Maret 2010. > > Saran: > Lakukan pengujian (backtest) untuk sembarang saham pada berbagai periode yang > dipilih secara acak agar kesimpulan dapat berlaku lebih luas. > Banyak maaf... > > tobeno > > > Sent from my BlackBerry®Bold powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > From: "MetaStock Team" <MetaStock-Team@ bumianyar. net> > Sender: sa...@yahoogroups. com > Date: Tue, 10 Aug 2010 09:43:50 +0700 > To: <sa...@yahoogroups. com> > ReplyTo: sa...@yahoogroups. com > Subject: Re: [saham] Buy and Hold is Dead (Pengamatan di AALI dg AMTASE Swing > System) > > > Back test ini adalah dengan data riil. sebagaimana bisa dilihat dichartnya, > itu bukan harga rekayasa melainkan real fact. > Tapi, untuk kenyataannya nanti akan sangat bergantung dengan tradernya. > > Ada seorang pembaca mengatakan bahwa faktor fear dan greed akan membuatnya > menyimpang dari sistem sehingga profit tidak seperti diharapkan. Itu sangat > betul. > Namun, tanpa sistem yang bagus, dengan faktor fear dan greed seorang trader > tidak punya peluang bagus untuk profit. Tetapi dengan sistem yang bagus, > peluang profitnya menjadi lebih baik. > > Buy & holdnya pun real fact, hanya saja dalam prakteknya hampir tidak pernah > ada investor yang benar2 beli di bottom dan jual pas di top. > > Jadi artikel tersebut hanya ingin menunjukkan bahwa seorang trader yang > tingkat disiplin tinggi bisa meraih profit di atas buy & hold. > Sekarang pertanyaan, trader macam apa kita? > > Semoga bermanfaat. > > Best regards, > Angelo > > > ----- Original Message ----- > From: Susanto Salim > To: sa...@yahoogroups. com > Sent: Tuesday, August 10, 2010 2:56 AM > Subject: Re: [saham] Buy and Hold is Dead (Pengamatan di AALI dg AMTASE Swing > System) > > > Bro kalo mau buat perbandingan sebaiknya gunakan data riil. > bukan dengan asumsi yang tentu saja bisa dicocokan sesuai kebutuhan kita. > > Maksud saya data riil di sini adalah kondisi yang benar2 terjadi. Jadi kita > bisa > minta data dari satu sekuritas besar trus diteliti apakah pemain model buy > and > hold yang lebih cuan atau trader yang lebih cuan. Kasaran begitu, dengan > demikian > baru bisa kita bilang on average dari sekian ribu data dalam periode > ...sampai... > pemain dengan sistem ... cuan nya lebih besar dari ... sebesar ...% > > kalo tiap kali bisa buy di dasar dan jual di puncak ya pasti lebih cuan. > Masalahnya adalah bisa gak, dan kenyataan dilapangan seperti apa. > Dengan cuma memberi satu contoh lantas membuat kesimpulan suatu sistem > adalah unggul tentu terlalu berani. > > Misal, beberapa saat lalu saya beli lsip di 7800, sekarang sudah 9800, bisakah > saya simpulkan bahwa saya akan selalu cuan....cuma karena hari ini hoki > belum tentu besok atau lusa tetap hoki :D > > 2010/8/9 MetaStock Team <MetaStock-Team@ bumianyar. net> > > Buy & Hold vs Swing Trading > Buy & Hold yang cocok bagi Investor sering kali dianggap lebih baik dari pada > swing trading yg cocok bagi trader. Namun, dengan sistem yang handal, swing > trading dapat lebih menguntungkan dari pada buy & hold. > > Mari kita lihat contohnya di AALI. > > Gambar di bawah menunjukkan uptrend AALI yg dimulai pada tanggal 28 Oktober > 2008 dimana harga pada waktu itu berada di Rp4.600. > Akhir dari Uptrend adalah pada tanggal 10 Maret 2010 dimana harga pada waktu > itu adalah Rp24.950. > Dalam kenyataan, tidak mungkin seorang investor dengan suatu analisa berhasil > membuat keputusan dan berhasil membeli pada harga bottom (Rp4.600) lau > di-hold beberapa bulan kemudian menjual di harga top (Rp24.950). > > > > Tapi dalam kasus ini kita ingin mengadu tingkat profit buy & hold vs swing > trading, mana yang lebih profit? > Jadi kita tetapkan saja secara muluk bahwa ada investor yang buy di harga > bottom Rp4.600 dan hold lalu sell di harga top Rp24.950, maka profitnya > adalah Rp20.350. > > > > Bagaimana dengan Swing Trader yang dalam artikel ini menggunakan sistem > AMTASE Swing System? Fasilitas backtest dari MetaStock telah memberikan hasil > simulasi trading pada periode yang sama: 28 Oktober 2008 sampai 10 Maret > 2010. Apakah hasil tradingnya selama itu bisa menandingi profit buy & hold? > > Setelah dilakukan backtest dengan mengikuti sinyal beli/jual dari AMTASE > Swing System, hasilnya adalah: > > > > Jika komisi trading ditetapkan 0.2% beli dan 0.3% jual. maka: > Profit yang diperoleh dari buy & Hold adalah Rp20.340.8 > Profit yang diperoleh dari AMTASE Swing System Rp24.336.1 > Profit dari AMTASE Swing System 19.64% lebih besar dari pada buy & hold > (Buy&Hold Index=19.64% ) > Dari total trade AMTASE Swing System yang sebanyak 53 kali, ada 32 kali yang > profit dan 21 kali yg loss. > > Dengan demikian profit buy & hold kalah dari Swing Trading. > Padahal buy and hold yang ditetapkan sudah cukup muluk; beli di bottom dan > sell di top dari uptrendnya. > > Buy & Hold is Dead. > > Semoga bermanfaat. > > > Commentary ini bukanlah suatu rekomendasi beli atau jual, melainkan suatu > petunjuk untuk menginterpretasikan indikator tertentu. Informasi di atas > seharusnya digunakan hanya oleh investor yang memahami resiko dalam trading > saham. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang disebabkan > oleh penggunaan expert ini mau pun isinya. > > Ikut Workshop ATMASE Swing System pada tanggal 21 Agustus 2010 (TRADERS ONLY) > Rincian lebih lanjut klik disini. > > > > > > > > >
