Setuju abis Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -----Original Message----- From: Oguds <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 17 Nov 2010 10:33:59 To: Irwan Ariston Napitupulu<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re[2]: [saham] LAGI LAGI KRAS
Wednesday, November 17, 2010, 9:38:07 AM, you wrote: IAN> Kalau di bookbuilding saja tidak terlihat minat beli, bagaimana IAN> underwitter bisa tahu? :) Mereka, underwritter, tidak akan Ini juga menjadi salah satu isu di acara Metro TV itu, proses bookbuilding tidak optimal. Mengapa investor2 potensial tidak terjaring dengan baik? Tidak hanya KRAS, juga BUMN/BUMD lain seperti BBTN dan BJBR. Negara dan rakyat (secara umum) yg pada akhirnya dirugikan. Perusahaan2 itu pada dasarnya aset negara. Bapepam juga jangan lepas tangan, bahwa dari proses yg sekarang berjalan, kenyataannya IPO tidak menjaring dana secara optimal. Bukan melempar tangan semata2 pada underwriter. Lihat juga kesengajaan melepas AR kanan 2x dari biasanya. Bapepam turut andil dalam merusak harga wajar suatu saham. Harusnya ini bisa dijerat di pengadilan. Saya pribadi melihat dari KRAS ini, tujuan (proses IPO) menjaring pembeli berkualitas ternyata semakin tidak jelas. Spekulan2 muncul sejak awal, parahnya investor asing juga bermain. Sebab itu, saya pernah memberi ide proses IPO ini agar dilakukan secara elektronik. Semua sekuritas didorong menyediakan fasilitas ini. Proses yg semakin mudah, akan membuat transparansi kian jelas dan berkualitas. -- Tertanda, Oguds [960000031]
