Yup. Sy setuju sekali bang. Salahsatunya knapa sy sejauh ini bersikukuh 
berjibaku belajar ttg saham ini krn seru saja sy membayangkan bahwa sy adl 
owner sebagian perusahaan2 yg sy kagumi. Dan saat nilai investasi sy naik, sy 
senang seakan sy juga ada pemilik utama perusahaan itu. Seneng aja. Makanya sy 
sekarang coba batasi ga terlalu napsu sama saham2 gorengan atau terlalu pusing 
mikirin pergerakan pasar. Krn sesuai yg pernah dikatakan seseorang di milis ini 
dulu, saham ini adl marathon, bkn sprint, dan sy berencana lari selama mungkin 
di dunia ini. :) 
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 9 Apr 2011 16:55:00 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Investasi Di Saham = Investasi Di Sektor Riil?

Adakah disini yang tersadar bahwa sebenarnya kita melakukan investasi di
saham itu sama dengan kita investasi di sektor riil seperti misalnya kita
partneran di bisnis bakery, partneran di bisnis salon kecantikan, partneran
di bisnis restoran, yang selama ini suka kita katakan investasi di sektor
riil :)

Bila ada yang masih bingung atau malah bertanya, bagi saya investasi di
saham itu tak ubahnya kita investasi di sektor riil. Karena emiten yang kita
beli sahamnya itu, mereka bergerak di sektor riil. Dengan kita memiliki
kepemilikan saham di perusahaan2 yg terjun disektor riil, maka sebenarnya
kita investasi di saham juga sama dengan investasi di sektor riil seperti
kita join di bisnis bakery, restoran, atau salon kecantikan, dll :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke