Menurut saya ada bedanya Bang, jika kita membuka usaha (baru) di sektor riil
ada tenaga kerja yang diserap. Kalau beli saham kan tidak membuka lapangan
kerja baru. Beli saham tidak menyuntikkan uang baru ke sektor riil.

Tambahan lagi, dalam hal menyamakan investasi di saham dengan kepemilikan
perusahaan secara riil, artinya cara maen saham kita harus sama dengan si
kakek warren buffet. Kalo trader kan bukan ingin memiliki si kumpeni, bahkan
yang TA murni katanya gak perlu tau si kumpeni kerjanya ngapain.

-----------
*A man is incapable of comprehending any argument that interferes with his
revenue.
-- René Descartes*


2011/4/9 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>

>
>
> Adakah disini yang tersadar bahwa sebenarnya kita melakukan investasi di
> saham itu sama dengan kita investasi di sektor riil seperti misalnya kita
> partneran di bisnis bakery, partneran di bisnis salon kecantikan, partneran
> di bisnis restoran, yang selama ini suka kita katakan investasi di sektor
> riil :)
>
> Bila ada yang masih bingung atau malah bertanya, bagi saya investasi di
> saham itu tak ubahnya kita investasi di sektor riil. Karena emiten yang kita
> beli sahamnya itu, mereka bergerak di sektor riil. Dengan kita memiliki
> kepemilikan saham di perusahaan2 yg terjun disektor riil, maka sebenarnya
> kita investasi di saham juga sama dengan investasi di sektor riil seperti
> kita join di bisnis bakery, restoran, atau salon kecantikan, dll :)
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>

Kirim email ke