Pak Arie, menurut saya, investasi langsung di bisnis seperti bakery misalnya (saya tidak bisa mengatakan di sektor riil, karena saya sedang menyamakan investasi di saham itu = investasi di sektor riil), yg diharapkan umumnya adalah keuntungan atau laba. Ditunjukkan dengan jumlah uang yang meningkat, dan bila di reinvestasikan maka terlihat dari usahanya yang makin besar/berkembang.
Sementara investor di saham, umumnya mengharapkan dividend dan/atau capital gain. Walau ada juga investor di saham yang bertujuan ingin memiiki pengaruh di level manajemen perusahaan. Modal yang masuk ke saham untuk IPO atau RI, langsung masuk ke kas perusahaan. Tapi untuk di secondary market, maka masuk ke kantor investor lainnya yang bisa beragam tujuannya menjual saham. Misalkan orang yg jual saham dan sahamnya kita beli, hasil dananya untuk buka usaha baru seperti toko bakery. Pada akhirnya, secara tidak langsung uang yang kita masukan ke pasar modal yang secondary itu pun juga mengalir ke sektor riil (pemahaman orang umum saat ini). Belum lagi kita bisa masalah fee transaksi, yang jelas2 masuk ke sektor riil (pengertian pemahaman orang umum saat ini). Itu sebabnya, investasi di saham, sebenarnya kita juga sama menaruh uang di sektor riil, baik secara langsung (IPO dan RI), maupun tidak langsung (secondary market). Contoh kasus supaya bisa membayangkan: Perusahaan Bakery "Roti Enak", memiliki 5 orang pemegang saham. Porsi kepemilikan tersebut adalah sbb: Andi punya 20%, Badu punya 25%, Charlie punya 30%, Dini punya 15%, dan Erni punya 10%. Suatu waktu, Erni ingin menjual kepemilikan 10% di Bakery "Roti Enak" karena dia berniat membuka usaha nasi uduk selain juga dia selama ini hanyalah investor pasif di bakery "Roti Enak". Kebetulan Fifi sedang berniat menginvestasikan modalnya di perusahaan bakery, dan mau membeli 10% kepemilikan Erni di bakery "Roti Enak" dan berniat menjadi investor pasif di usaha bekery "Roti Enak". Nah, sekarang pertanyaan dalam kasus tersebut, apakah investasi Fifi dengan membeli 10% kepemilikan Erni adalah investasi disektor riil seperti pemahaman kita selama ini, ataukah bukan? Pada umumnya orang akan mengatakan YA, Fifi sedang melakuakan investasi di sektor riil. Hal ini karena orang pada umumnya bisa melihat langsung usaha bakery nya ataupun produknya. Tidak banyak yang berpikiran bahwa sebenarnya investasi di saham adalah sama kasusnya seperti kasus Fifi membeli saham kepemilikan Erni dalam contoh di atas. Tidak banyak yang menyadari bahwa dengan membeli saham, maka sebenarnya kita memiliki perusahaan tersebut dalam jumlah kepemilikan tertentu. Bila saya membeli saham Indofood, INDF, itu artinya saya turut memiliki perusahaan Indofood. Sama seperti Fifi memiliki bakery "Roti Enak". Tidak banyak yang menyadari bahwa dibalik kode INDF itu ada perusahaan Indofood yang bergerak di sektor riil sebagai underlying dari kode saham INDF di BEI. Orang terjebak oleh pemikiran kode saham saja, sehingga lupa bahwa ketika mereka membeli saham, mereka sedang membeli kepemilikan di suatu perusahaan. Sama seperti Fifi membeli saham kepemilikan Erni. Hanya saja, di bursa saham, kita tidak terlalu memusingkan sahamnya siapa yang kita beli karena ada mediator dalam hal ini BEI yang sudah mengatur teknis transaksi perubahaan kepemilikan. Dengan memahami konsep dasar dari transaksi perdagangan saham ini, maka bisa dilihat dan disimpulkan bahwa sebenarnya membeli saham atau investasi di saham itu sama dengan investasi di sektor riil, seperti sama juga yang dilakukan oleh Fifi ketika membeli kepemilikan Erni di bakery "Roti Enak." Lalu ada yang bertanya, bagaimana bila trading saham, katakan hari ini beli, besok dijual karena untuk atau alasan lainnya. Pertanyaan yang sama bisa dilihat ke kasus Fifi ketika membeli kepemilikan saham Erni di bakery "Roti Enak." Apakah Fifi dikatakan melakukan investasi di sektor riil sewaktu membeli kepemilikan saham Erni di bakery "Roti Enak" harus ditanyakan dulu mau berapa lama dia memegang sahamnya? Tentu kita tidak pernah menanyakannya mau berapa lama dia pegang sahamnya untuk bisa menilai Fifi melakuakan investasi di sektor riil. Kalau tiba2 esok harinya katakan ada Gita yang berani beli kepemilikan Fifi yang 10% itu di bakery "Roti Enak" dengan nilai lebih mahal 10% dari harga pembelian Fifi ke Erni, dan Fifi bersedia menjualnya, tidak akan menarik pernyataan awal bahwa sewaktu Fifi membeli ke Erni, dia ternyata bukan investasi di sektor riil karena rupanya besokannya dia langsung jual kembali ke Gita. Dengan pemahaman mendasar soal transaksi bisnis di atas, maka sebenarnya sudah bisa kita lihat dan simpulkan pada dasarnya investasi di saham sama seperti investasi di sektor riil. Tentunya bukan judi walau keduanya sama2 memiliki resiko yang tingkatannya bisa berbeda.. Pertandingan sepak bola Liga Inggris adalah suatu pertandingan olah raga. Kalau ditanya, apakah pertandingan sepak bola di Liga Inggris adalah judi, kita akan jawab tidak. Tapi kalau pertanyaannya apakah pertandingan di Liga Inggris bisa dibuat jadi judi. Jawabannya sangat bisa. Demikian juga di saham. Pembelian atau transaksi di saham itu sendiri adalah transaksi perpindahan kepemilikan akan suatu perusahaan. Apakah itu judi? Jelas tidak. Apakah saham bisa dijudikan, jawabannya sangat bisa untuk dijadikan ajang perjudian sama seperti Liga Inggris dijadikan ajang perjudian. :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/4/9 Arie K <[email protected]> > 2011/4/9 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > > Adakah disini yang tersadar bahwa sebenarnya kita melakukan investasi di > > saham itu sama dengan kita investasi di sektor riil seperti misalnya > > kita partneran di bisnis bakery, partneran di bisnis salon kecantikan, > > partneran di bisnis restoran, yang selama ini suka kita katakan > > investasi di sektor riil :) > > Pak IAN, apakah pendapat berikut ini bisa dibenarkan: > > * Secara empiris, orang yang investasi langsung di sektor riil > cenderung lebih mengharapkan dividen, sedangkan orang yang investasi > di market saham (bukan penyetor modal awal) lebih mengharapkan capital > gain. > > * Modal mengalir dari market saham ke sektor riil hanya kalau ada IPO atau > RI. > > -- > Arie Karhendana > > > ------------------------------------ > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham > [email protected] untuk bergabung ke milis saham > Yahoo! Groups Links > > > >
