Iya juga ya. (ga ada pendirian .com) :) Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
-----Original Message----- From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 9 Apr 2011 23:12:42 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Investasi Di Saham = Investasi Di Sektor Riil? Sekedar informasi saja, SUN dan Sukuk bisa diperjual belikan di pasar sekunder sebelum jatuh tempo. Bagaimana kalau dana IPO ataupun Right Issue untuk membayar hutang emiten ke bank atau tebus obligasinya yang akan jatuh tempo? Apakah masuk juga ke sektor riil menurut definisi anda? Lalu, bagaimana pula untuk kasus emiten melepas kembali treasurry stock nya yg dibelinya pada program buyback sebelumnya, dimana pelepasan tersebut dilakukan di pasar sekunder. Lalu, bagimana pula kasusnya bila di pasar sekunder, yang menjual itu adalah perusahaan private, katakanlah PT. Semangat Untuk Maju yang sempat menaruh idle cash nya di saham ASII sekitar 3 bulan yang lalu. Kemudian, karena PT. Semangat Untuk Maju sedang dapat proyek pembangunan gedung baru, dia melepaskan investasinya di ASII, agar mendapatkan dana kas untuk modal kerja menjalan proyek tersebut. Kebetulanyang beli sahamnya PT. Semangat Untuk Maju di pasar sekunder adalah beberapa anggota milis ini. Apakah dana anggota milis ini hanya muter2 saja di bursa, ataukah masuk ke PT. Semangat Untuk Maju, dimana kemudian dana tersebut digunakan untuk menjalankan proyek pembangunan gedung. Saya justru melihat investasinya dengan membeli di pasar sekunder dalam kasus di atas, mengalir ke sektor riil (definisi umum saat ini) dengan melalui PT. Semangat Untuk Maju. Ingat kembali kasus yang saya berikan terdahulu terkait Erni dan Fifi maupun dengan Gita. :) Inilah yang sering tidak disadari oleh beberapa diantara kita. Bayangannya hanya yang trading itu antara anggota milis ini dimana uang hasil penjualan langsung dibelikan ke saham lain. Lupa, bahwa pelaku pasar modal itu ada banyak dan beragam latar belakang serta tujuannya :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/4/9 Oguds <[email protected]> > Saturday, April 9, 2011, 9:51:43 PM, you wrote: > > Lj> Kalau bapak nga bisa melakukan . (atau ragu ragu ) investasi di pasar > sekunder . > Lj> Bukan berarti orang lain nga dapat lakukan. dalam hal ini saya dapat > buktikan . > > Lho, apa hubungannya? Saya yakin kok berinvestasi di pasar modal, > tanpa perlu embel2 riil atau tidak. Memangnya kalau pakai embel2 riil, > jadi lebih gaya gitu? :) Kita tidak usah menutup mata lah, duit di > bursa itu khan mayoritas nongkrong di sekuritas masing2, sedikit > sekali yg mengalir ke sektor riil. Persentase modal yg mengalir ke > IPO, right issue, dkk juga tidak signifikan. > > Saya malah melihat, investasi di deposito, SUN, Sukuk dkk malah bisa > dikategorikan investasi di sektor riil. Mengapa? Karena memang dananya > benar2 diputar di sektor riil, tidak nongkrong di bank. Kecuali bank > yg malas, naruh lagi duitnya di SBI, yg tidak diputar lagi (CMIIW). > > Bagaimana bila saya menawarkan istilah baru, yaitu neo riil. Saham > adalah investasi di sektor neo riil, atau riil gaya baru. Setuju? :) > > -- > Tertanda, > Oguds [960000031] > > > > ------------------------------------ > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham > [email protected] untuk bergabung ke milis saham > Yahoo! Groups Links > > > >
