Jawaban anda adalah jawaban mengambang. Saya juga sempat menyinggung untuk urusan IPO dan Right Issue yg menurut anda itu adalah investasi di sektor riil bila membeli saham IPO ataupun RI karena uangnya masuk ke perusahaan. Dengan kata lain, anda baru mengiyakan bahwa investasi di sektor riil baru terjadi bila ada uang yang masuk ke perusahaan yg diharapkan tentunya tentunya untuk menambah aset yang dapat meningkatkan operasi perusahaan sehingga berdampak langsung pada sektor riil karena adanya pertambahan aktivitas perusahaan. Begitu bukan pemahaman anda?
Nah, yg sempat saya singgung soal IPO dan Right Issue adalah, "Bagaimana kalau dana IPO atau Right Issue itu untuk bayar hutang atau mayoritas untuk bayar hutang? Alias duit dari masyarakat numpang lewat saja di perusahaan karena untuk bayar hutang. Apakah masih bisa disebut investasi di sektor riil menurut pemahaman anda karena perusahaan tidak mengalami penambahan aset, hanya ada perubahan struktur permodalan saja. Kalau di neraca terlihat dari total aset yang tetap. Liabilities berkurang. Equities bertambah. Masihkah anda berani mengatakan dengan konsep dan pemikiran anda tersebut bahwa hal tersebut adalah investasi di sektor riil?" Lalu kembali ke kasus Fifi dan Erni, dimana transaksi itu bisa kita lihat tidak ada duit yang masuk ke perusahaan "Roti Enak." Dengan memakai konsep anda di bawah, harusnya anda berani mengatakan bahwa investasi Fifi dengan membeli kepemilikan Erni di perusahaan private "Roti Enak" bukan investasi di sektor riil. Bila itu berani anda nyatakan, maka saya bisa melihat kekonsistenan atas sikap dan pemahaman anda tentang konsep sesuatu itu termasuk investasi di sektor riil atau bukan. Walau kita mungkin tidak sepaham soal hal tersebut, tapi saya bisa menghargai perbedaan tersebut. Yang tidak bisa saya terima, bila anda berubah2, tidak konsisten, sebentar bilang investasi di sektor riil, sebentar bilang bukan investasi di sektor riil untuk kasus transaksi yang sejenis. Ini bagi saya menunjukkan anda tidak paham atas konsep pemikiran yang anda coba pertahankan dalam diskusi ini. Akhirnya, karena anda mulai bingung, lalu melarikan ke hal lain atau coba cari sumber dari internet untuk menguatkan hal tersebut. Padahal, saya hanya pakai analogi sederhana saja untuk menguji kekonsistenan konsep yang anda yakini tersebut :) Dua pertanyaan anda di bawah tidak jelas. Apakah anda sedang membicarakan dalam konteks seberapa besar dampak dari TRANSAKSI HARIAN DI BURSA SAHAM terhadap perkembangan sektor riil. Ataukah hal lain? Walau demikian saya coba jawab berdasarkan asumsi saya atas pertanyaan anda yg tidak jelas tersebut (bandingkan dengan pertanyaan saya yang sangat jelas dalam kasus Fifi dan Erni). :) Jawaban saya berikut ini bisa saya revisi bila ternyata maksud dari pertanyaan anda berbeda dari yg saya perkirakan atau asumsikan. 1. YA. 2. YA. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/4/11 Oguds <[email protected]> > Sunday, April 10, 2011, 11:35:03 PM, you wrote: > > IAN> Untuk jawaban kedua pun juga sama, apa maksudnya dengan jawaban > IAN> "ujung2nya bukan". Tidak bisakah anda memberikan jawaban YA atau > IAN> TIDAK untuk kasus yang sangat sederhana? Ketidak beranian anda > IAN> menjawab TIDAK, bagi saya sudah indikasi awal anda sebenarnya > IAN> melihat bahwa memang jawaban seharusnya YA, cuma anda saya duga > IAN> takut terjebak oleh pertanyaan saya yang nantinya mengarah ke > IAN> saham yang merupakan transaksi perubahan kepemilikan seperti > IAN> kasus Fifi mengambil alih kepemilikan Erni. > > Ini jawaban awal sekali saya di trit ini: "Namun saya juga berpikiran > sama, bahwa terjadi pemisahan (decoupling) antara bursa saham dan > sektor riil. Ada saatnya antara bursa dan sektor riil bersinggungan > (IPO, right issue), tapi pada umumnya mereka hidup di dunianya > masing2. Inilah yg sering disebut ekonomi gelembung (bubble). Duit > ribuan trilyun di bursa, berputar2 saja, sedikit sekali yg mampir ke > dunia nyata. Andaikata banyak yg mampir di sektor riil, nanti namanya > pelarian modal (outflow), kapan naiknya itu saham?" > > Saya sudah akui, ada saatnya terjadi persinggungan antara bursa saham > dan sektor riil. Jadi jawabannya memang bisa ya bisa tidak. Saya sudah > sebut, secara minoritas, yes memang mengalir (dengan berbagai tujuan). > Secara mayoritas, no. Secara keseluruhan, no. > > Sekarang saya balik bertanya, ada 2 pertanyaan: > > 1. Apakah jumlah dana yg disetor ke bursa mayoritas (>50%) mengalir ke > sektor riil? > > 2. Bila jawaban no 1 adalah tidak, apakah itu layak disebut investasi > di sektor riil? > > Mohon dijawab singkat saja. :-) > > -- > Tertanda, > Oguds [960000031] > > > > ------------------------------------ > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham > [email protected] untuk bergabung ke milis saham > Yahoo! Groups Links > > > >
