Monday, April 11, 2011, 2:18:08 AM, you wrote: IAN> Pertanyaan anda sudah saya jawab di posting terdahulu yaitu IAN> untuk nomor 1 jawabannya YA. IAN> untuk nomor 2, karena jawaban saya nomor 1 adalah YA, maka IAN> pertanyaan nomor dua jadi tidak berlaku. Walau demikian, untuk IAN> menegaskan karena ada disebut di pertanyaan nomor 2, maka saya IAN> sebutkan disini investasi di di saham = investasi di sektor riil.
Saya hanya bisa komentar, LUAR BIASA. Mudah2an data yg anda sampaikan adalah akurat, yaitu mayoritas uang yg masuk ke bursa ternyata mengalir ke sektor riil. Adakah fakta pendukung di sini? Saya ada data pembanding, yaitu masuknya modal asing. Selama 2010, dana asing yg masuk adalah Rp 21,2 trilyun dan IHSG (secara makro) menggelembung 45,96%. Apakah mayoritas dana Rp 21,2 trilyun tadi mengalir ke sektor riil? Ternyata tidak. Ketika Januari 2011 terjadi outflow Rp 2,6 trilyun maka IHSG anjlog 7,9%. Bisa dilihat, uang tadi memang tidak boleh ke luar, atau bursa akan semakin anjlog. IAN> Mari kita lihat kembali, di bagian bawah akhirnya Pak Oguds IAN> berani menjawab bahwa pada contoh kasus lalu, Fifi membeli IAN> kepemilikan Erni di perusahaan "Roti Enak" yang besar IAN> kepemilikannya 10% adalah bentuk investasi di sektor riil. Saya awalnya enggan menjawab rumit begini. Tapi oke, saya perjelas batasannya seperti ini. Saat saham itu berhubungan secara riil dengan perush induknya, misalnya saat IPO atau right issue, dana tersebut memang mengalir ke sektor riil (saya sebut ini di awal sebagai persinggungan). Namun seiring menggelembungnya nilai saham tadi, berkali-kali lipat dari awalnya dan sama sekali tidak berhubungan dengan perush induknya, saya katakan sebagian besar dana tadi tidak masuk ke sektor riil. Ini jangan diartikan tidak konsisten, berkali2 saya sebut ada proses pemisahan kedua dunia ini (bursa dan sektor riil). Mayoritas aktivitas transaksi saham di bursa, kondisinya menggelembung seperti itu, sehingga saya bisa mengatakan investasi saham bukanlah investasi di sektor riil. Jadi kepemilikan 10% atau 1% pun di Roti Enak, awalnya memang masuk ke sektor riil. Namun seiring perkembangan harga saham tadi, yg lebih didasari persepsi investor di dalamnya, pada akhirnya hanya perpindahan dana di bursa semata, dengan persentase masuk ke sektor riil yg semakin kecil. Ambil contoh, setahun kemudian harga saham Roti Enak naik 3x lipat. Di sini bisa terlihat, 1/3 dari dana masuk ke sektor riil (IPO), (asumsi) 5/9-nya hanya berputar di bursa, dan sisanya 1/9 juga ke sektor riil (penarikan dana, treasury stock, etc). Bila anda masih sulit melihat penjelasan tambahan di atas, dan tetap menganggap itu tidak konsisten, ya inilah perbedaan pandang kita. Saya tetap berpegangan, seberapa besar dana yg disetor ke bursa pada akhirnya benar2 mengalir ke sektor riil, bukan hanya berputar di bursa saja. Sesuai fakta di atas, dan ini juga didukung kajian akademis seperti yg saya pernah saya sebut, saya melihat aliran ke sektor riil sangat minim, sehingga tidak layak investasi di saham disebut investasi di sektor riil. -- Tertanda, Oguds [960000031] ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
