2011/4/10 Oguds <[email protected]>

> Duit ribuan trilyun itu mayoritas mengendap di sekuritas. Semakin
> banyak duit yg keluar (outflow), makin turunlah harga saham, dan
> merusak bursa secara keseluruhan. Hukum sederhana ini menjelaskan
> bahwa investasi di saham bukan investasi di sektor riil.
>
Sekedar nimbrung Pak... dan CMIIW
Kalau sepengetahuan saya, equity/ modal itu entitas yang terpisah dengan
asset dan liabilitas perusahaan.
Pada awalnya sekelompok orang mengumpulkan modal, lahirlah sebuah perusahaan
dengan aset dan liabilitas.

Modal/owner's equity berbeda dengan pinjaman (dari bank, misalnya) untuk
mengembangkan bisnis.
Equity adalah besarnya hak pemegang saham atas aset yang dimiliki
perusahaan.

Apabila perusahaan bankrut dan terpaksa menjual asetnya, maka hasil
penjualan akan diprioritaskan kepada kreditur/ pemberi pinjaman.
Kalau masih ada sisa, barulah didistribusikan kepada para pemegang saham.

Terkait dengan investasi di pasar modal apakah investasi ke sektor riil,
tergantung apa yang dimaksud.
Kalau untuk dampak langsung ekspansi bisnis, ya jelas tidak sama; karena
investasi untuk keperluan itu biasanya didapat dari kreditur/ bank atau
pihak lain.
Tapi kalau terkait pengambilan keputusan yang melibatkan pemilik.... ya
berarti kita ikut andil (misalnya menentukan chairman of the board, dll.).

Tentu ini cukup berbeda dengan investasi bakery seperti yang dicontohkan;
kalo seperti ini adalah venture capital yang terjadi di awal hidup
perusahaan sebelum dia di-listing ke bursa; dimana pemilik = pemodal =
kreditur (yang uangnya dipakai untuk menjalankan bisnis; dan belum ada
capital gain dari "saham" nya).


Salam,
arief


-- 
"If it jams - force it. If it breaks, it needed replacing anyway."

http://blog.the-prasetyos.net
http://flog.the-prasetyos.net
http://www.boyaku.com

Kirim email ke