Silakan baca pemaparan saya di thread dengan judul "Investasi Saham (Capital
Inflow) vs Nilai Transaksi Perdagangan Saham"

Hati2 dengan berita yg mengatakan dana asing masuk 21,2 triliun. Cek dulu,
maksudnya apa? Apakah kepemilikan saham asing di BEI tahun 2010 naik sebesar
21.2T dari kepemilikan tahun 2009 atau apa artinya?
Menelan mentah2 berita yang ada bisa menyesatkan kesimpulan.

Kalaupun ada inflow di bursa saham sebesar 21,2T di tahun 2010, maka di
tahun 2010 itu pun PASTI ada capital outflow sebesar 21,2T. Tidak mungkin
tidak ada capital outflow sebesar nilai yang sama pada tahun tersebut karena
tidak mungkin buyer membeli saham dari tuyul, karena buyer selalu membeli
saham dari seller :)

Kembali, ke contoh saya tentang Fifi dan Erni, anda masih juga belum bisa
menjawab dengan tegas dan berulang lagi balik lagi tarik sana tarik sini ke
masalah yang tidak ditanyakan :)
Sudah jelas contoh kasusnya,  yaitu Fifi membeli kepemilikan Erni di
perusahaan private (artinya bukan perusahaan go public, kalau anda masih
juga belum paham apa itu perusahaan private) "Roti Enak". Karena tidak go
public, maka tidak ada harga pasar saham, melainkan nilai kesepakatan antara
Fifi dan Erni untuk 10% kepemilikan.
Pertanyaan saya pun juga sederhana dan jelas, apakah Pak Oguds menilai atau
beranggapan bahwa investasi Fifi di perusahaan "Roti Enak" dalam kasus
tersebut adalah investasi di sektor riil atau bukan. Itu saja pertanyaannya,
jangan kasusnya dikembangkan ke hal yang tidak ditanyakan, nanti anda malah
jadi bingung sendiri dan menjawabnya jadi jauh dari yang ditanyakan. Tidak
bisakah anda tegas dan berani dalam menjawab seperti yang saya lakukan
ketika menjawab pertanyaan anda? Dan saya pun bisa mempertanggung jawabkan
jawaban saya tersebut dengan menuliskan di thread terpisah tentang mekanisma
perdagangan saham itu seperti apa sehingga capital inflow akan selalu sama
dengan capital outflow. Capital inflow tidak sama dengan total nilai
transaksi perdagangan.


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/4/11 Oguds <[email protected]>

> Monday, April 11, 2011, 2:18:08 AM, you wrote:
>
> IAN> Pertanyaan anda sudah saya jawab di posting terdahulu yaitu
> IAN> untuk nomor 1 jawabannya YA.
> IAN> untuk nomor 2, karena jawaban saya nomor 1 adalah YA, maka
> IAN> pertanyaan nomor dua jadi tidak berlaku. Walau demikian, untuk
> IAN> menegaskan karena ada disebut di pertanyaan nomor 2, maka saya
> IAN> sebutkan disini investasi di di saham = investasi di sektor riil.
>
> Saya hanya bisa komentar, LUAR BIASA. Mudah2an data yg anda sampaikan
> adalah akurat, yaitu mayoritas uang yg masuk ke bursa ternyata
> mengalir ke sektor riil. Adakah fakta pendukung di sini?
>
> Saya ada data pembanding, yaitu masuknya modal asing. Selama 2010,
> dana asing yg masuk adalah Rp 21,2 trilyun dan IHSG (secara makro)
> menggelembung 45,96%. Apakah mayoritas dana Rp 21,2 trilyun tadi
> mengalir ke sektor riil? Ternyata tidak. Ketika Januari 2011 terjadi
> outflow Rp 2,6 trilyun maka IHSG anjlog 7,9%. Bisa dilihat, uang tadi
> memang tidak boleh ke luar, atau bursa akan semakin anjlog.
>
> IAN> Mari kita lihat kembali, di bagian bawah akhirnya Pak Oguds
> IAN> berani menjawab bahwa pada contoh kasus lalu, Fifi membeli
> IAN> kepemilikan Erni di perusahaan "Roti Enak" yang besar
> IAN> kepemilikannya 10% adalah bentuk investasi di sektor riil.
>
> Saya awalnya enggan menjawab rumit begini. Tapi oke, saya perjelas
> batasannya seperti ini. Saat saham itu berhubungan secara riil dengan
> perush induknya, misalnya saat IPO atau right issue, dana tersebut
> memang mengalir ke sektor riil (saya sebut ini di awal sebagai
> persinggungan). Namun seiring menggelembungnya nilai saham tadi,
> berkali-kali lipat dari awalnya dan sama sekali tidak berhubungan
> dengan perush induknya, saya katakan sebagian besar dana tadi tidak
> masuk ke sektor riil. Ini jangan diartikan tidak konsisten, berkali2
> saya sebut ada proses pemisahan kedua dunia ini (bursa dan sektor
> riil). Mayoritas aktivitas transaksi saham di bursa, kondisinya
> menggelembung seperti itu, sehingga saya bisa mengatakan investasi
> saham bukanlah investasi di sektor riil.
>
> Jadi kepemilikan 10% atau 1% pun di Roti Enak, awalnya memang masuk ke
> sektor riil. Namun seiring perkembangan harga saham tadi, yg lebih
> didasari persepsi investor di dalamnya, pada akhirnya hanya
> perpindahan dana di bursa semata, dengan persentase masuk ke sektor
> riil yg semakin kecil. Ambil contoh, setahun kemudian harga saham Roti
> Enak naik 3x lipat. Di sini bisa terlihat, 1/3 dari dana masuk ke
> sektor riil (IPO), (asumsi) 5/9-nya hanya berputar di bursa, dan
> sisanya 1/9 juga ke sektor riil (penarikan dana, treasury stock, etc).
>
> Bila anda masih sulit melihat penjelasan tambahan di atas, dan tetap
> menganggap itu tidak konsisten, ya inilah perbedaan pandang kita. Saya
> tetap berpegangan, seberapa besar dana yg disetor ke bursa pada
> akhirnya benar2 mengalir ke sektor riil, bukan hanya berputar di bursa
> saja. Sesuai fakta di atas, dan ini juga didukung kajian akademis
> seperti yg saya pernah saya sebut, saya melihat aliran ke sektor riil
> sangat minim, sehingga tidak layak investasi di saham disebut
> investasi di sektor riil.
>
> --
> Tertanda,
> Oguds [960000031]
>
>
>
> ------------------------------------
>
> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
>
> SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN
> MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL
> EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK
> INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.
>
> [email protected] untuk berhenti dari milis saham
> [email protected] untuk bergabung ke milis saham
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

Kirim email ke