Pertanyaan anda sudah saya jawab di posting terdahulu yaitu
untuk nomor 1 jawabannya YA.
untuk nomor 2, karena jawaban saya nomor 1 adalah YA, maka pertanyaan nomor
dua jadi tidak berlaku. Walau demikian, untuk menegaskan karena ada disebut
di pertanyaan nomor 2, maka saya sebutkan disini investasi di di saham =
investasi di sektor riil. Jawaban saya tegas dan konsisten. Bagaimana dengan
jawaban Pak Oguds atas pertanyaan saya?

Mari kita lihat kembali, di bagian bawah akhirnya Pak Oguds berani menjawab
bahwa pada contoh kasus lalu, Fifi membeli kepemilikan Erni di perusahaan
"Roti Enak" yang besar kepemilikannya 10% adalah bentuk investasi di sektor
riil.
Yang jadi pertanyaan saya ke Pak Oguds adalah mengapa transaksi yang
dilakukan oleh Fifi dengan membeli kepemilikan Erni di perusahaan "Roti
Enak" yang nilai kepemilikannya setara dengan 10% itu disebut oleh Pak Oguds
sebagai investasi di sektor riil walaupun tidak ada sepeser pun duit yg
dibayarkan oleh Fifi masuk ke perusahaan "Roti Enak" seperti definisi Pak
Oguds untuk menentukan suatu investasi itu investasi di sektor riil atau
bukannya dilihat dari apakah ada dana yang masuk ke perusahaan yang
menerbitkan saham tersebut atau tidak.

Sangat jelas dalam contoh kasus saya, bahwa uang Fifi, semuanya masuk ke
kantongnya Erni, tidak ada sepeserpun yang masuk ke kantong perusahaan "Roti
Enak" sehingga transaksi tersebut tidak ada pengaruhnya secara langsung ke
perusahaan "Roti Enak" dari sisi finansial, koq bisa Pak Oguds menerima
sebagai investasinya Fifi adalah investasi di sektor riil. Sementara di sisi
lain, Pak Oguds tidak bisa menerima pembelian saham oleh saya di ASII
(katakanlah) dimana penjualnya adalah katakan Pak Lukman adalah sebagai hal
yang sama yaitu investasi di sektor riil. Padahal kasusnya sama seperti
kasus Fifi ke Erni, dimana tidak ada sepeserpun dari transaksi tersebut yang
uangnya masuk ke perusahaan/emiten.

Bisakah sekarang Pak Oguds melihat ketidak konsistenan konsep/pemahaman anda
soal investasi di sektor riil atau tidaknya tergantung dari pada ada atau
tidak adanya uang yang masuk ke perusahaan/emiten?

Coba anda jelaskan, bagaimana bisa sampai anda punya konsep atau pemahaman
yang penerapannya tidak konsisten seperti di atas? :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/4/11 Oguds <[email protected]>

> Monday, April 11, 2011, 12:27:20 AM, you wrote:
>
> IAN> Dua pertanyaan anda di bawah tidak jelas. Apakah anda sedang
> IAN> membicarakan dalam konteks seberapa besar dampak dari TRANSAKSI
> IAN> HARIAN DI BURSA SAHAM terhadap perkembangan sektor riil. Ataukah hal
> lain?
>
> Saya ulangi dan tidak diganti pertanyaannya.
>
> 1. Apakah jumlah dana yg disetor ke bursa mayoritas (>50%) mengalir ke
> sektor riil?
>
> 2. Bila jawaban no 1 adalah tidak, apakah itu layak disebut investasi
> di sektor riil?
>
> Aliran dana disetor ya. Misalnya, ada dana masuk (inflow) 10 trilyun,
> apakah 5 trilyun lebih mengalir ke sektor riil? Silakan mau harian,
> bulanan, atau tahunan. Namun datanya diperkirakan akurat.
>
> IAN> Walau demikian saya coba jawab berdasarkan asumsi saya atas
> IAN> pertanyaan anda yg tidak jelas tersebut (bandingkan dengan
> IAN> pertanyaan saya yang sangat jelas dalam kasus Fifi dan Erni).
>
> Jawabannya sudah saya sebut, yaitu yes. Oke saya cabut kata awalnya.
> Namun secara makro, tetaplah uang di bursa tidak banyak mengalir ke
> sektor riil. Ini yg menyebabkan saya mengatakan, investasi di saham <>
> investasi di sektor riil. Bukan maksudnya tidak konsisten, tapi akibat
> terjadi proses pemisahan keduanya. Maka saya beri 2 pertanyaan di
> atas, saya ingin tahu apakah anda konsisten secara logika.
>
> --
> Tertanda,
> Oguds [960000031]
>
>
>
> ------------------------------------
>
> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
>
> SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN
> MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL
> EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK
> INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.
>
> [email protected] untuk berhenti dari milis saham
> [email protected] untuk bergabung ke milis saham
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

Kirim email ke