Yang bener sih gitu bang.. Jadi bagi anggota milis yg baru ikutan diskusi bisa tau asal muasal ceritanya.
Gak semua anggota milis pake push email, jadi kalo runtut cerita tidak dipotong kita bisa baca dari awalnya. Liat aja judulnya "Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale!" --> bagi yg bru gabung pasti bingung apa hubungannya sama volume, valuasi, ihsg dsb. Mgkn kl pake gmail biasanya digabung dlm satu topik, kalo yahoo? Cari aja awalannya sendiri.. :) Utk pak tobeno, awal ceritanya mohon dibawa dl. Dimulai dr postingan pak angelo. Silahkan dibaca dl.. Salam -----Original Message----- From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 1 May 2011 12:27:39 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale! Pak Tobeno, kalau anda suka membaca dengan memenggal seperti itu, dan mengartikannya hanya sepenggal seperti itu, maka anda akan kehilangan konteks yang dibicarakan dari keseluruhan tulisan. Jangan gampangan mengambil kesimpulan atau kesan tanpa berdasarkan comotan tulisan tanpa memperhatikan konteks keseluruhan isi tulisan, Pak. Nanti jadi sering salah kesan seperti yang sudah2 :) Selain itu, yang Pak Tobeno coba jabarkan atau ingatkan ke saya tentang IHSG yang justru saya lihat hanyalah penulisan ulang saja dari apa yang saya paparkan di tulisan saya sebelumnya. Tidak ada hal yang baru. Sayangnya, tulisan saya sebelumnya tidak lengkap diikutkan dalam postingan Pak Tobeno, sehingga pembaca yang baru baca bisa mengira saya tidak menuliskan sebelumnya. Berikut ini, saya copy paste lagi tulisan saya sebelumnya secara lengkap agar bisa dilihat kembali secara konteks keseluruhan isi tulisan, dan bukan sepenggal2 seperti yg dilakukan oleh Pak Tobeno. Perhatikan paragraf kelima, dimana disitu saya jabarkan salah satu bentuk kerterkaitannya dalam konteks seperti apa. Sehingga kalau Pak Tobeno tidak memenggal2 dalam mengartikan suatu tulisan, tidak akan timbul kesan yang salah: -------kutuipan lengkap--------- Pak Tobeno, saya tidak pernah mengatakan IHSG dipengaruhi oleh volume. Saya justru sedang berdiskusi dengan Pak Michel bahwa penggunaan analisa volume di IHSG bisa menyesatkan, dan saya lebih menyarankan beliau untuk memakai data value transaksi ketimbang data volume transaksi. Volume transaksi perdagangan IHSG tidak sama dengan jumlah saham beredar IHSG. Semoga Pak Tobeno paham dan tahu bedanya. Naik turunnya IHSG yang benar ditentukan oleh perubahaan kapitalisasi market terkini dibanding dengan kapitalisasi market yang dijadikan dasar perhitungan IHSG (level 100 nya) dari seluruh saham yang masuk dalam komponen perhitungan IHSG. Sementara, untuk kapitalisasi market suatu saham (bukan IHSG) itu dipengaruhi oleh harga saham dan jumlah saham yang beredar. Karena umumnya sehari2 tidak ada kejadian penting pada perubahaan saham beredar yang bersifat signifikan, karenanya perubahaan harga saham menjadi lebih sering diperhatikan sebagai hal yang menentukan naik turunnya kapitalisasi market dari saham tersebut. Price Volume Analysis, suatu analisa yang mencoba memperkirakan pergerakan harga saham berdasarkan perubahaan harga dan volume perdagangan yang terjadi. Jadi, salah satu fungsi mengamati perubahan volume perdagangan suatu saham itu adalah untuk mencoba memperkirakan pergerakan harga yang pada akhirnya akan mempengaruhi perubahan kapitalisasi market suatu saham, yang pada akhirnya lagi akan mempengaruhi perubahaan IHSG bila saham tersebut termasuk komponen IHSG. Semoga sekarang Pak Tobeno bisa lebih paham tentang pemahaman IHSG, kapitalisasi market, value transaksi, maupun volume perdagangan sehingga bisa membedakannya dengan baik dan paham keterkaitannya satu sama lainnya. -------------akhir kutipan lengkap---------- catatan: Sekitar 5 tahun yang lalu atau lebih, saya suka berdiskusi di milis non saham, dimana saya suka pakai sistem penggal kalimat/paragraf, lalu dikomentari. Dalam satu posting yg saya komentari jadi suka banyak penggalan karena saya mau komentari per paragraf. Karena diskusinya makin panjang, maka bentuk komentar per paragraf nya pun jadi makin panjang, sehingga pembahasa antar paragraf pada akhirnya jadi melenceng jauh sejalan dengan diskusi yang bolak balik. Bayangkan saja, tulisan awal yang tadinya membahas satu hal, jadi bisa melebar membahas 10 hal. Dulu pun, saya juga beranggapan pencomotan itu untuk fokus pada apa yang akan saya komentari saja, memberikan penekanan. Tapi pada prakteknya, secara tidak sadar justru akan membuat kita jadi tidak hati2 dengan isi konteks keseluruhan dalam tulisan. Semakin diteruskan diskusi dengan gaya seperti itu, maka akan semakin jauh larinya/melencengnya dari topik awal. Sehingga ujung2nya, setelah diskusi bolak balik sekian lama, akan mencapai kebuntuan karena tidak tahu lagi apa yang sebenarnya dibahas sejak awal karena jadi suka melenceng jauh :) Menyadari kelemahan cara diskusi dengan memenggal paragraf seperti itu, maka saya tinggalkan kebiasaan jelek tersebut dan menggantinya dengan teknik yang seperti sekarang. Tulisan terdahulu dari tulisan orang yg ingin saya komentari saya sertakan secara lengkap setelah tulisan saya. Seperti dalam contoh kasus ini, terlihat di bagian bawah tulisan saya, ada tulisan lengkap Pak Tobeno, tanpa saya penggal sedikit pun. Di sisi lain, komentar yang saya tulis jadi lebih bersikap komprehensif alias menyeluruh dalam meresponnya, tidak lagi sepenggal2 yang rawan jadi sesat dalam pengambilan kesimpulan seperti yang dilakukan Pak Tobeno di bawah atas tulisan saya terdahulu. Setelah teknik ini saya pakai dalam berdiskusi di komunitas non saham, maka saya jadi lebih mudah menunjukkan kemelencengan topik atau pun kesalahan pengertian atau salah kesan atau salah kesimpulan atau salah2 lainnya, dimana saya temui sejak 16 tahun saya suka berdiskusi di dunia maya. Sekedar sharing pengalaman saja dalam hal berdiskusi. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/5/1 tobeno <[email protected]> > > Apa yang dikatakan Bang IAN berikut: > > "Semoga sekarang Pak Tobeno bisa lebih paham tentang pemahaman IHSG, > kapitalisasi market, value transaksi, maupun volume perdagangan sehingga > bisa membedakannya dengan baik dan paham keterkaitannya satu sama lainnya." > > Terkesan ada keterkaitan antara IHSG dengan value transaksi dan volume. > Baca lagi: ".... paham keterkaitannya saty sama lainnya." > > Saya ingatkan kembali tidak ada kaitan antara value transaksi dan/atau > volume terhadap IHSG, kecuali marcap dimana di dalamnya ada unsur harga. > > IHSG adalah rasio sigma marcap periode-t terhadap sigma marcap dasar yang > di-100-kan. > > Dimana marcap: jumlah saham beredar x harga. > > Lihatlah tidak ada unsur volume disitu. > Karena, baik volume maupun nilai transaksi bukan merupakan fungsi dari IHSG > maka tidak ada kaitan keduanya terhadap IHSG. > > Ini perlu saya garis bawahi karena sadar atau tidak banyak yang menganggap > bahwa volume/value mempengaruhi IHSG. > > Volume/value hanya mempengaruhi harga saham secara individu yang > menggambarkan kekuatan jual beli. > Harga yang terbentu dari aksi inilah yang dapat mempengaruhi IHSG. > > Itu saja, semoga Bang IAN tambah paham apa yang saya maksud. > > > > > > "The more quantitative a model, the better the valuation." > > ------------------------------------ > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham > [email protected] untuk bergabung ke milis saham > Yahoo! Groups Links > > > >
