Pak Tobeno, saya tidak pernah mengatakan IHSG dipengaruhi oleh volume. Saya justru sedang berdiskusi dengan Pak Michel bahwa penggunaan analisa volume di IHSG bisa menyesatkan, dan saya lebih menyarankan beliau untuk memakai data value transaksi ketimbang data volume transaksi.
Volume transaksi perdagangan IHSG tidak sama dengan jumlah saham beredar IHSG. Semoga Pak Tobeno paham dan tahu bedanya. Naik turunnya IHSG yang benar ditentukan oleh perubahaan kapitalisasi market terkini dibanding dengan kapitalisasi market yang dijadikan dasar perhitungan IHSG (level 100 nya) dari seluruh saham yang masuk dalam komponen perhitungan IHSG. Sementara, untuk kapitalisasi market suatu saham (bukan IHSG) itu dipengaruhi oleh harga saham dan jumlah saham yang beredar. Karena umumnya sehari2 tidak ada kejadian penting pada perubahaan saham beredar yang bersifat signifikan, karenanya perubahaan harga saham menjadi lebih sering diperhatikan sebagai hal yang menentukan naik turunnya kapitalisasi market dari saham tersebut. Price Volume Analysis, suatu analisa yang mencoba memperkirakan pergerakan harga saham berdasarkan perubahaan harga dan volume perdagangan yang terjadi. Jadi, salah satu fungsi mengamati perubahan volume perdagangan suatu saham itu adalah untuk mencoba memperkirakan pergerakan harga yang pada akhirnya akan mempengaruhi perubahan kapitalisasi market suatu saham, yang pada akhirnya lagi akan mempengaruhi perubahaan IHSG bila saham tersebut termasuk komponen IHSG. Semoga sekarang Pak Tobeno bisa lebih paham tentang pemahaman IHSG, kapitalisasi market, value transaksi, maupun volume perdagangan sehingga bisa membedakannya dengan baik dan paham keterkaitannya satu sama lainnya. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/4/30 tobeno <[email protected]> > > > > > Dari penjelasan Bang IAN ini seolah-olah volume baru akan mempengaruhi IHSG > apabila nilai yang dihasilkannya besar. > > Saya kutip apa pendapat Bang IAN: > > > "Bila kita paham bagaimana angka IHSG berasal, maka saya yakin kita tidak > akan berpendapat seperti di bawah walaupun hanya untuk membandingkan antar > periode di IHSG itu sendiri. Volume tinggi di IHSG tidak bisa otomatis > menggambarkan ada perubahan penting yg bisa menggerakan IHSG sedang > terjadi." > > Kelihatannya pemahaman Bang IAN tentang angka IHSG berbeda dengan saya. > Menurut saya keliru jika dikatakan IHSG dipengaruhi oleh volume. IHSG hanya > dipengaruhi oleh harga saham dan jumlah saham beredar. Karena jumlah saham > beredar sudah fixed maka ia menjadi konstanta. Konstanta ini baru akan > berubah bila ada emiten baru, atau CA seperti split, right, dividen saham, > saham bonus, dan semacamnya. Jadi satu-satunya unsur yang mempengaruhi IHSG > adalah harga saham individu. > > Demikian pendapat saya. > > > > "The more quantitative a model, the better the valuation." > ------------------------------ > *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Fri, 29 Apr 2011 13:04:25 +0700 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale! > > > > Tetap tidak bisa, Pak Michel. Bila kita paham bagaimana angka IHSG berasal, > maka saya yakin kita tidak akan berpendapat seperti di bawah walaupun hanya > untuk membandingkan antar periode di IHSG itu sendiri. Volume tinggi di IHSG > tidak bisa otomatis menggambarkan ada perubahan penting yg bisa menggerakan > IHSG sedang terjadi. Beda dengan di saham, dimana peningkatan volume bisa > langsung diartikan sebagai kemungkinan adanya perubahan penting yg sedang > terjadi di saham tersebut. > > Saya berikan data volume dan value transaksi IHSG yg bisa dilihat di gambar > yg saya kirim, IHSG01 dan IHSG02. > Di tulisan awal, Pak Michel mencoba mengambil kesimpulan sbb: > > "Upaya indeks untuk menembus ke atas *resistance* pun gagal. Ini > menunjukkan ada kekuatan jual yang cukup besar. Ini diteguhkan lagi oleh > volume transaksi yang besar." (saya kutip dari tulisan Pak Michel di awal > posting) > > Kalau kita mengikuti pasar 3 hari belakangan ini, volume transaksi jadi > tinggi, karena ada saham2 murah seperti ENRG, BIPI, TRUB, dan saham2 dengan > harga murah secara nominal lainnya yg ditransaksikan dengan volume transaksi > yang besar tapi dengan value transaksi yg cenderung biasa2 saja. > > Itu sebabnya, kenapa terlihat 3 hari belakangan ini (26-28 April) volume > transaksi tinggi, tapi value transaksinya hanya antara 3-4 triliun saja. > Sementara pada tanggal 11-15 April, volume transaksi jauh di bawah volume > 26-28 April, tapi value transaksinya lebih besar dari periode 26-28 April > tersebut dimana rata2 di atas 4 T. > > Jadi, bisa disimpulkan sementara bahwa volume besar yg terjadi 3 hari > belakangan ini lebih disebabkan karena ada saham2 2nd dan 3rd liner (bukan > motor penggerak IHSG) yg harga sahamnya di bawah 200 perak ditransaksikan > dengan volume yang jauh lebih besar dari rata2 biasanya, dan bukan karena > adanya saham2 big cap (motor penggerak IHSG) yang ditransaksikan dengan > volume besar. Kalau dibahas dan dianalisa lebih lanjut, buntutnya bisa > mengarah ke membaca peta pergerakan perbandaran, yang saya rasa nantinya > malah jadi menyimpang dari topik awal :) > > Dengan kata lain, kesimpulan Pak Michel yang mengatakan adanya kekuatan > jual yang cukup besar hanya karena volume transaksi yang besar di IHSG, > menjadi diragukan dan kalau boleh saya simpulkan dari data yang saya lihat > dan tunjukan menjadi tidak mencerminkan kondisi di lapangan. > > Hal ini tentu saja berbeda bila volume dibahas untuk saham yang sama. Itu > pun sebenarnya masih harus dengan catatan memperhatikan periode nya. Volume > transaksi ketika saham itu berada di harga sekitar 500 perak seperti BUMI > dulu di tahun 2009, dan volume ketika saham itu sudah berada di 3400 perak > seperti sekarang, tentunya sudah tidak pas untuk dibandingkan. > > Sekedar sharing saja, dan semoga hal ini bisa bermanfaat. > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > > > 2011/4/29 Angelo Michel <[email protected]> > >> >> >> Setuju, kalau volume IHSG digunakan untuk dibandingkan dengan saham. >> Tapi kalau digunakan untuk dibandingkan dengan volume IHSG sendiri di >> periode yang berbeda, tentu akan releven. >> >> Tapi problemnya sekarang, masih banyak pihak yang data volumenya >> memasukkan volume di luar papan reguler, seperti papan nego. Seharusnya >> volume papan nego yang dimasukkan ke dalam chart TA. Krn transaksi di papan >> nego tidak melalui lelang market. Itu hanya internal. Dengan masuknya volume >> di papan nego, dipastikan akan menyesatkan. >> Makanya saya suka geleng2 kalau ada yang menggunakan analisa volume yang >> ada transaksi papan nego disana sehingga volume suatu hari bisa melonjak >> tinggi banget padahal tidak mewakili market. >> Jadi, kalau volume IHSG murni dari papan Reguler pasti akan cukup >> bermanfaat untuk analisa jangka pendek. >> >> Demikian pula halnya dengan volume saham. Jika digunakan untuk >> membandingkan antar saham, akan menyesatkan. Misalnya volume ASII mau >> dibandingkan dengan volume MIRA. Tentu akan menyesatkan, dikira ASII kalah >> liquid. Gunakan volume hanya untuk perbandingan dengan saham yang sama pada >> periode berbeda. Misalnya volume ASII hari ini dengan kemarin atau minggu >> lalu, dst. >> >> Nah kalau mau mengadakan perbandingan antar saham, wajib menggunakan >> value. Secara sederhana ya, value = volume x price. Dengan demikian lebih >> mencerminkan besarnya uang yang mengalir di saham-saham masing2 sehingga >> relevan untuk diadakan perbandingan. >> >> Best regards, >> Angelo >> >> >> >> ----- Original Message ----- >> *From:* Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> >> *To:* [email protected] >> *Sent:* Friday, April 29, 2011 7:34 AM >> *Subject:* Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale! >> >> >> >> Hati2 dengan volume transaksi di IHSG, karena bisa menyesatkan/menjebak >> dalam pengambilang kesimpulan akhir. Lebih baik lihat value transaksi (nilai >> perdagangan) ketimbang volume transaksi. >> >> Sekedar sharing saja :) >> >> jabat erat, >> Irwan Ariston Napitupulu >> >> 2011/4/28 Angelo Michel <[email protected]> >> >>> >>> >>> Setelah *Bullish Cage* gagal meneruskan kenaikan Indeks, *Red >>> Arrow*memberikan sinyal jual. Upaya indeks untuk menembus ke atas >>> *resistance* pun gagal. Ini menunjukkan ada kekuatan jual yang cukup >>> besar. Ini diteguhkan lagi oleh volume transaksi yang besar. Jika ini benar >>> berarti Bandar sudah Open Sale! >>> Dibutuhkan kekuatan beli yang mampu mendorong indeks menembus * >>> resistance* di *3815* agar kekuatan jual ini dapat dipatahkan. >>> Maka, ini adalah pengingat agar berhati-hati karena jika tidak ada >>> kekuatan beli yang bisa memenuhi syarat di atas, koreksi dengan penurunan >>> akan cukup dalam. >>> >>> *DISCLAIMER ON* >>> >>> Grafik di atas adalah hasil AMTACharts (http://id.amtacharts.com) >>> >>> >>> >>> >>> >> >> >> >> > > >
