Nggalah hebatlah, kebetulan saja saya pas tahu, dan di share untuk pengetahuan bersama. Saya di analisa grafik, masih tahapan belajar juga koq seperti para sahabat saham semua disini. :)
jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/4/29 sahamvalas <[email protected]> > > > makasih Bang > sharing yang bermanfaat banget nih buat member semua > > > ( jago amat sih Bang kemampuan mengolah datanya, > tiap hari baca Murphy/Pring kali ya ? hehehe ) > > > > > Orang Yang Berbuat Baik, Meskipun Rejeki Belum Tiba, Bencana Telah > Menjauhinya. > > Orang Yang Berbuat Jahat, Meskipun Bencana Belum Tiba, Rejeki Telah > Menjauhinya. > > > --- On *Fri, 4/29/11, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>*wrote: > > > From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > Subject: Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale! > To: [email protected] > Date: Friday, April 29, 2011, 1:04 PM > > > > Tetap tidak bisa, Pak Michel. Bila kita paham bagaimana angka IHSG berasal, > maka saya yakin kita tidak akan berpendapat seperti di bawah walaupun hanya > untuk membandingkan antar periode di IHSG itu sendiri. Volume tinggi di IHSG > tidak bisa otomatis menggambarkan ada perubahan penting yg bisa menggerakan > IHSG sedang terjadi. Beda dengan di saham, dimana peningkatan volume bisa > langsung diartikan sebagai kemungkinan adanya perubahan penting yg sedang > terjadi di saham tersebut. > > Saya berikan data volume dan value transaksi IHSG yg bisa dilihat di gambar > yg saya kirim, IHSG01 dan IHSG02. > Di tulisan awal, Pak Michel mencoba mengambil kesimpulan sbb: > > "Upaya indeks untuk menembus ke atas *resistance* pun gagal. Ini > menunjukkan ada kekuatan jual yang cukup besar. Ini diteguhkan lagi oleh > volume transaksi yang besar." (saya kutip dari tulisan Pak Michel di awal > posting) > > Kalau kita mengikuti pasar 3 hari belakangan ini, volume transaksi jadi > tinggi, karena ada saham2 murah seperti ENRG, BIPI, TRUB, dan saham2 dengan > harga murah secara nominal lainnya yg ditransaksikan dengan volume transaksi > yang besar tapi dengan value transaksi yg cenderung biasa2 saja. > > Itu sebabnya, kenapa terlihat 3 hari belakangan ini (26-28 April) volume > transaksi tinggi, tapi value transaksinya hanya antara 3-4 triliun saja. > Sementara pada tanggal 11-15 April, volume transaksi jauh di bawah volume > 26-28 April, tapi value transaksinya lebih besar dari periode 26-28 April > tersebut dimana rata2 di atas 4 T. > > Jadi, bisa disimpulkan sementara bahwa volume besar yg terjadi 3 hari > belakangan ini lebih disebabkan karena ada saham2 2nd dan 3rd liner (bukan > motor penggerak IHSG) yg harga sahamnya di bawah 200 perak ditransaksikan > dengan volume yang jauh lebih besar dari rata2 biasanya, dan bukan karena > adanya saham2 big cap (motor penggerak IHSG) yang ditransaksikan dengan > volume besar. Kalau dibahas dan dianalisa lebih lanjut, buntutnya bisa > mengarah ke membaca peta pergerakan perbandaran, yang saya rasa nantinya > malah jadi menyimpang dari topik awal :) > > Dengan kata lain, kesimpulan Pak Michel yang mengatakan adanya kekuatan > jual yang cukup besar hanya karena volume transaksi yang besar di IHSG, > menjadi diragukan dan kalau boleh saya simpulkan dari data yang saya lihat > dan tunjukan menjadi tidak mencerminkan kondisi di lapangan. > > Hal ini tentu saja berbeda bila volume dibahas untuk saham yang sama. Itu > pun sebenarnya masih harus dengan catatan memperhatikan periode nya. Volume > transaksi ketika saham itu berada di harga sekitar 500 perak seperti BUMI > dulu di tahun 2009, dan volume ketika saham itu sudah berada di 3400 perak > seperti sekarang, tentunya sudah tidak pas untuk dibandingkan. > > Sekedar sharing saja, dan semoga hal ini bisa bermanfaat. > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > > > 2011/4/29 Angelo Michel > <[email protected]<http://us.mc1217.mail.yahoo.com/mc/[email protected]> > > > > > > Setuju, kalau volume IHSG digunakan untuk dibandingkan dengan saham. > Tapi kalau digunakan untuk dibandingkan dengan volume IHSG sendiri di > periode yang berbeda, tentu akan releven. > > Tapi problemnya sekarang, masih banyak pihak yang data volumenya memasukkan > volume di luar papan reguler, seperti papan nego. Seharusnya volume papan > nego yang dimasukkan ke dalam chart TA. Krn transaksi di papan nego tidak > melalui lelang market. Itu hanya internal. Dengan masuknya volume di papan > nego, dipastikan akan menyesatkan. > Makanya saya suka geleng2 kalau ada yang menggunakan analisa volume yang > ada transaksi papan nego disana sehingga volume suatu hari bisa melonjak > tinggi banget padahal tidak mewakili market. > Jadi, kalau volume IHSG murni dari papan Reguler pasti akan cukup > bermanfaat untuk analisa jangka pendek. > > Demikian pula halnya dengan volume saham. Jika digunakan untuk > membandingkan antar saham, akan menyesatkan. Misalnya volume ASII mau > dibandingkan dengan volume MIRA. Tentu akan menyesatkan, dikira ASII kalah > liquid. Gunakan volume hanya untuk perbandingan dengan saham yang sama pada > periode berbeda. Misalnya volume ASII hari ini dengan kemarin atau minggu > lalu, dst. > > Nah kalau mau mengadakan perbandingan antar saham, wajib menggunakan value. > Secara sederhana ya, value = volume x price. Dengan demikian lebih > mencerminkan besarnya uang yang mengalir di saham-saham masing2 sehingga > relevan untuk diadakan perbandingan. > > Best regards, > Angelo > > > > ----- Original Message ----- > *From:* Irwan Ariston > Napitupulu<http://us.mc1217.mail.yahoo.com/mc/[email protected]> > *To:* > [email protected]<http://us.mc1217.mail.yahoo.com/mc/[email protected]> > *Sent:* Friday, April 29, 2011 7:34 AM > *Subject:* Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale! > > > Hati2 dengan volume transaksi di IHSG, karena bisa menyesatkan/menjebak > dalam pengambilang kesimpulan akhir. Lebih baik lihat value transaksi (nilai > perdagangan) ketimbang volume transaksi. > > Sekedar sharing saja :) > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > 2011/4/28 Angelo Michel > <[email protected]<http://us.mc1217.mail.yahoo.com/mc/[email protected]> > > > > > > Setelah *Bullish Cage* gagal meneruskan kenaikan Indeks, *Red > Arrow*memberikan sinyal jual. Upaya indeks untuk menembus ke atas > *resistance* pun gagal. Ini menunjukkan ada kekuatan jual yang cukup > besar. Ini diteguhkan lagi oleh volume transaksi yang besar. Jika ini benar > berarti Bandar sudah Open Sale! > Dibutuhkan kekuatan beli yang mampu mendorong indeks menembus *resistance*di > *3815* agar kekuatan jual ini dapat dipatahkan. > Maka, ini adalah pengingat agar berhati-hati karena jika tidak ada kekuatan > beli yang bisa memenuhi syarat di atas, koreksi dengan penurunan akan cukup > dalam. > > *DISCLAIMER ON* > > Grafik di atas adalah hasil AMTACharts (http://id.amtacharts.com) > > > > > > > > > > > >
