Bang Ian:
"...., walau sudah saya tunjukan dimana letak kelemahan dari penggunaan volume 
di IHSG dan dimana letak potensi bisa menyesatkannya, silakan saja Pak Michel."

Jawaban saya:
Mungkin bagian posting saya yang ini kemarin terluput dari pengamatan Bang Ian: 
"Tapi kalau untuk jangka pendek, data volume masih bisa releven walaupun yang 
terbaik adalah data value. Saya tidak pernah menyangkal ini."
Jadi, tentu kalau sudah ada data value, akan saya gunakan data value. Sayang di 
MetaStock saya belum ada data value, jadi masih pakai data volume.
Makanya di posting terakhir, saya juga pakai data value, tapi di chart Excell, 
Bang.

Bang Ian:
"Jadi, kalau mengacu ke analisa Pak Michel, maka situasinya adalah:
1. IHSG ditutup di atas resistance dengan volume transaksi lebih rendah.
2. IHSG ditutup di atas resistance dengan value transaksi lebih tinggi."

Jawaban saya:
Sekali lagi setuju Bang. Kan posting saya yang menyatakan point of viewnya 
remains the same waktu itu karena market belum tutup. Indeks masih di bawah 
resistance waktu itu.
Kalau market sudah tutup saat itu dengan kondisi indeks begitu tidak mungkin 
saya menyatakan point of view saya remain the same. :)

Dan memang analisa dengan value dan volume walau pun beda data seharusnya lebih 
sering selaras daripada bertentangan.
Tapi masih ada sedikit note: kenaikan indeks sekecil itu dengan data value 
sebesar itu bagi saya masih belum memuaskan. Dan masih di bawah high tgl 20 di 
3824.
Let's see lah.

Anyway, kesimpulannya:
Data value utk IHSG lebih baik dari pada data volume.
(Catatan: Tapi kalau tidak ada data value, tentu volume bisa dijadikan gambaran)

Sosialisasi Bang Ian ttg data value untuk IHSG ini bagus sekali. Jadi analisa 
yang memiliki data IHSG dan data Value tentu akan lebih jitu ya.
Ada yang punya data historis value untuk IHSG? Kalau tidak ada, saya lagi minta 
Bumianyar collect untuk menjadi bagian dari data MetaStock.
Buat yang butuh nanti bisa japri ke saya.

Bravo to Bang Ian!

Best regards,
Angelo



  ----- Original Message ----- 
  From: Irwan Ariston Napitupulu 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, May 01, 2011 10:18 AM
  Subject: Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale!


    
  Pak Michel, yg saya kritisi disini adalah penggunaan data volume untuk 
mencoba memperkirakan pergerakan IHSG yang saya katakan bisa menyesatkan alias 
kurang cocok bila data volume yang dipakai. Lebih tepat jika data value yang 
dipakai ketimbang volume untuk memperkirakan pergerakan IHSG. Tidak peduli 
apakah untuk jangka pendek atau jangka panjang, karena kalau pemahaman sudah 
salah, mau jangka pendek atau jangka panjang, tetap akan jadi salah 
pemahamannya. Pada akhirnya nanti jadi lebih bergantung dengan faktor 
keberuntungan saja, dimana berharap moga2 volume yg besar diikuti dengan value 
yg besar pula. Atau, kalau tidak ingin bergantung pada faktor keberuntungan 
tersebut, setiap saat jadi suka cek value transaksinya, apakah besar atau kecil 
juga seperti volumenya atau tidak. Ketimbang dua kali kerja, mending sekalian 
saja fokus dengan value transaksi bila ingin analisanya terhadap IHSG lebih 
menggambarkan situasi lapangan. Saya tidak memperdebatkan untuk masalah 
penggunaan volume di analisa pergerakan harga saham.

  Jadi, kalau Pak Michel tetap berpendapat tidak masalah memakai volume untuk 
analisa pergerakan IHSG, walau sudah saya tunjukan dimana letak kelemahan dari 
penggunaan volume di IHSG dan dimana letak potensi bisa menyesatkannya, silakan 
saja Pak Michel. Saya hanya dalam kapasitas sharing saja kepada yang lain, dan 
tidak ingin memperdebatkan keyakinan Pak Michel atas penggunaan volume pada 
analisa IHSG :)

  Sekedar ralat dari pernyataan Pak Michel dibawah terkait IHSG setelah tanggal 
13 April yang dikatakan tidak pernah lagi ditutup di bawah 13 April, tanggal 14 
April, IHSG ditutup di bawah tanggal 13 April. Koreksi saya ini untuk 
meluruskan pernyataan Pak Michel di paragraf berikut:

  "Sebenarnya prinsipnya sama dengan apa yang terjadi di tanggal 13 April 
dimana harga mengalami pullback (penurunan tertahan) tentu karena ada kekuatan 
beli masuk dengan value sebesar hampir 80%. Setelah itu Indeks tidak pernah 
close di bawah itu. Selalu di-pullback ke atas yang akhirnya menghasilkan 
rebound tanggal 20 April." (kutipan tulisan Pak Michel).

  Sekedar penutup, IHSG tanggal 29 April 2011 ditutup di level tertingginya 
dalam sejarah IHSG di 3819 dengan volume lebih rendah dari volume transaksi 
tanggal  26, 27, 28 April yang Pak Michel indikasikan sebagai adanya indikasi 
bandar open sale hanya karena volumenya terlihat melonjak dari hari2 
sebelumnya.  Sementara disisi lain, value transaksi di tanggal 29 April 
tersebut lebih tinggi dari value transaksi tanggal 26,27,28 April. 

  Jadi, kalau mengacu ke analisa Pak Michel, maka situasinya adalah:
  1. IHSG ditutup di atas resistance dengan volume transaksi lebih rendah.
  2. IHSG ditutup di atas resistance dengan value transaksi lebih tinggi.

  Dua kondisi yg saya perkirakan akan bisa memberikan prediksi yang tidak sama 
(bertolak belakang) kalau mengacu ke aturan main PVA :)

  jabat erat,
  Irwan Ariston Napitupulu




  2011/4/29 Angelo Michel <[email protected]>




    Setuju Bang. mungkin saya perlu tonjolkan bagian kutipan saya yang ini:
    "Jadi, kalau volume IHSG murni dari papan Reguler pasti akan cukup 
bermanfaat untuk analisa jangka pendek. "

    Untuk penggunaan data volume IHSG yang sudah terlalu jauh di masa lalu akan 
sulit diandalkan karena sudah ada perubahan signifikan saham2 yang mengalami 
adjustement. Semakin jauh ke  belakang akan semakin irrelevan. Ini berlaku juga 
untuk data value ya.

    Tapi kalau untuk jangka pendek, data volume masih bisa releven walaupun 
yang terbaik adalah data value. Saya tidak pernah menyangkal ini.
    Jika kita berpaut erat pada data value tentu kita akan mengurangi keyakinan 
kita akan data volume.
    Namun, jika yang kita punya ada adalah data volume, menurut saya sudah 
cukup untuk menggambarkan kondisi market, again... untuk jangka pendek pada 
indeks. 
    Ini kan kita sedang bicara TA dengan data volume dan umum digunakan di 
seluruh dunia. Bagaimana pun volume tetap digunakan sebagai indikator juga. 
Meskipun tidak sebaik value, tidak berarti tidak ada gunanya sama sekali. Hanya 
saja, kalau toh mau menggunakan volume, gunakanlah volume yang berasal dari 
transaksi di papan reguler. Itu saja Pak. 
    He he he kalau kita menyatakan data volume tidak ada gunanya berarti kita 
menyalahkan metastock dan amibroker yang menyediakan data untuk volume. 
....Canda Bang...;D

    Kembali ke laptop, kasus IHSG sekarang ini, kita coba lihat dengan data 
value.
    Di bawah ini adalah grafik histogram hasil data value (bukan volume). Saya 
gunakan value tgl 20 April sebagai skala 100%.



    Dalam kasus ini, (mungkin kebetulan) malah kekuatan jual yang besar lebih 
terlihat di tanggal 21 April 2011, dimana indeks bergerak sempit (spinning 
top), gagal melanjutkan kenaikan sehingga membentuk resistance untuk periode 
berikutnya. Jika value sedemikian besar (75% dari value tgl 20 April) 
menggambarkan kekuatan beli yang sepenuhnya, seharusnya ia sudah terbang 
kemana-mana, yes?
    Dikhawatirkan kekuatan yang masuk disitu adalah kekuatan jual. Malah bisa 
jadi kekuatan jual sudah masuk pada sessi dua 20 April 2011. 

    Sebenarnya prinsipnya sama dengan apa yang terjadi di tanggal 13 April 
dimana harga mengalami pullback (penurunan tertahan) tentu karena ada kekuatan 
beli masuk dengan value sebesar hampir 80%. Setelah itu Indeks tidak pernah 
close di bawah itu. Selalu di-pullback ke atas yang akhirnya menghasilkan 
rebound tanggal 20 April.

    Yang terjadi sejak 21 April 2011 sampai kemarin adalah kebalikannya. 
Kekuatan jual di sekitar level 3814 terlihat cukup kuat sehingga ini 
menggambarkan Bandar yang open sale. Hanya saja masih ada kekuatan beli di 
hammer tanggal 26 April (58.6%) yang menurut saya belum cukup kuat untuk 
mendorong kenaikan menembus resistancenya. Saya sedang mengharapkan masuknya 
kekuatan beli yang baru yang menambahkan kekuatan beli di 26 April. Selama ini 
belum masuk ya, resistance tidak akan tembus.

    Jadi dengan menggunakan data value pun, may point of view still remain at 
is, Sir.

    Best regards,
    Angelo

















      ----- Original Message ----- 
      From: Irwan Ariston Napitupulu 
      To: [email protected] 
      Sent: Friday, April 29, 2011 1:04 PM
      Subject: Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale!


        
      Tetap tidak bisa, Pak Michel. Bila kita paham bagaimana angka IHSG 
berasal, maka saya yakin kita tidak akan berpendapat seperti di bawah walaupun 
hanya untuk membandingkan antar periode di IHSG itu sendiri. Volume tinggi di 
IHSG tidak bisa otomatis menggambarkan ada perubahan penting yg bisa 
menggerakan IHSG sedang terjadi. Beda dengan di saham, dimana peningkatan 
volume bisa langsung diartikan sebagai kemungkinan adanya perubahan penting yg 
sedang terjadi di saham tersebut.

      Saya berikan data volume dan value transaksi IHSG yg bisa dilihat di 
gambar yg saya kirim, IHSG01 dan IHSG02. 
      Di tulisan awal, Pak Michel mencoba mengambil kesimpulan sbb:

      "Upaya indeks untuk menembus ke atas resistance pun gagal. Ini 
menunjukkan ada kekuatan jual yang cukup besar. Ini diteguhkan lagi oleh volume 
transaksi yang besar." (saya kutip dari tulisan Pak Michel di awal posting)

      Kalau kita mengikuti pasar 3 hari belakangan ini, volume transaksi jadi 
tinggi, karena ada saham2 murah seperti ENRG, BIPI, TRUB, dan saham2 dengan 
harga murah secara nominal lainnya yg ditransaksikan dengan volume transaksi 
yang besar tapi dengan value transaksi yg cenderung biasa2 saja.

      Itu sebabnya, kenapa terlihat 3 hari belakangan ini (26-28 April) volume 
transaksi tinggi, tapi value transaksinya hanya antara 3-4 triliun saja. 
Sementara pada tanggal 11-15 April, volume transaksi jauh di bawah volume 26-28 
April, tapi value transaksinya lebih besar dari periode 26-28 April tersebut 
dimana rata2 di atas 4 T.

      Jadi, bisa disimpulkan sementara bahwa volume besar yg terjadi 3 hari 
belakangan ini lebih disebabkan karena ada saham2 2nd dan 3rd liner (bukan 
motor penggerak IHSG) yg harga sahamnya di bawah 200 perak ditransaksikan 
dengan volume yang jauh lebih besar dari rata2 biasanya, dan bukan karena 
adanya saham2 big cap (motor penggerak IHSG) yang ditransaksikan dengan volume 
besar. Kalau dibahas dan dianalisa lebih lanjut, buntutnya bisa mengarah ke 
membaca peta pergerakan perbandaran, yang saya rasa nantinya malah jadi 
menyimpang dari topik awal :)

      Dengan kata lain, kesimpulan Pak Michel yang mengatakan adanya kekuatan 
jual yang cukup besar hanya karena volume transaksi yang besar di IHSG, menjadi 
diragukan dan kalau boleh saya simpulkan dari data yang saya lihat dan tunjukan 
menjadi tidak mencerminkan kondisi di lapangan.

      Hal ini tentu saja berbeda bila volume dibahas untuk saham yang sama. Itu 
pun sebenarnya masih harus dengan catatan memperhatikan periode nya. Volume 
transaksi ketika saham itu berada di harga sekitar 500 perak seperti BUMI dulu 
di tahun 2009, dan volume ketika saham itu sudah berada di 3400 perak seperti 
sekarang, tentunya sudah tidak pas untuk dibandingkan. 

      Sekedar sharing saja, dan semoga hal ini bisa bermanfaat.

      jabat erat,
      Irwan Ariston Napitupulu





      2011/4/29 Angelo Michel <[email protected]>




        Setuju, kalau volume IHSG digunakan untuk dibandingkan dengan saham.
        Tapi kalau digunakan untuk dibandingkan dengan volume IHSG sendiri di 
periode yang berbeda, tentu akan releven.

        Tapi problemnya sekarang, masih banyak pihak yang data volumenya 
memasukkan volume di luar papan reguler, seperti papan nego. Seharusnya volume 
papan nego yang dimasukkan ke dalam chart TA. Krn transaksi di papan nego tidak 
melalui lelang market. Itu hanya internal. Dengan masuknya volume di papan 
nego, dipastikan akan menyesatkan. 
        Makanya saya suka geleng2 kalau ada yang menggunakan analisa volume 
yang ada transaksi papan nego disana sehingga volume suatu hari bisa melonjak 
tinggi banget padahal tidak mewakili market.
        Jadi, kalau volume IHSG murni dari papan Reguler pasti akan cukup 
bermanfaat untuk analisa jangka pendek. 

        Demikian pula halnya dengan volume saham. Jika digunakan untuk 
membandingkan antar saham, akan menyesatkan. Misalnya volume ASII mau 
dibandingkan dengan volume MIRA. Tentu akan menyesatkan, dikira ASII kalah 
liquid. Gunakan volume hanya untuk perbandingan dengan saham yang sama pada 
periode berbeda. Misalnya volume ASII hari ini dengan kemarin atau minggu lalu, 
dst.

        Nah kalau mau mengadakan perbandingan antar saham, wajib menggunakan 
value. Secara sederhana ya, value = volume x price. Dengan demikian lebih 
mencerminkan besarnya uang yang mengalir di saham-saham masing2 sehingga 
relevan untuk diadakan perbandingan.

        Best regards,
        Angelo


          ----- Original Message ----- 
          From: Irwan Ariston Napitupulu 
          To: [email protected] 
          Sent: Friday, April 29, 2011 7:34 AM
          Subject: Re: [saham] Beware! Ada indikasi Bandar Sudah Open Sale!


            
          Hati2 dengan volume transaksi di IHSG, karena bisa 
menyesatkan/menjebak dalam pengambilang kesimpulan akhir. Lebih baik lihat 
value transaksi (nilai perdagangan) ketimbang volume transaksi. 

          Sekedar sharing saja :)

          jabat erat,
          Irwan Ariston Napitupulu



          2011/4/28 Angelo Michel <[email protected]>




            Setelah Bullish Cage gagal meneruskan kenaikan Indeks, Red Arrow 
memberikan sinyal jual. Upaya indeks untuk menembus ke atas resistance pun 
gagal. Ini menunjukkan ada kekuatan jual yang cukup besar. Ini diteguhkan lagi 
oleh volume transaksi yang besar. Jika ini benar berarti Bandar sudah Open Sale!
            Dibutuhkan kekuatan beli yang mampu mendorong indeks menembus 
resistance di 3815 agar kekuatan jual ini dapat dipatahkan.
            Maka, ini adalah pengingat agar berhati-hati karena jika tidak ada 
kekuatan beli yang bisa memenuhi syarat di atas, koreksi dengan penurunan akan 
cukup dalam.


            DISCLAIMER ON

            Grafik di atas adalah hasil AMTACharts (http://id.amtacharts.com)






















  

Kirim email ke