Pak, csr bkn hanya sekedar urusan lingkungan hdp tapi melingkupi seluruh 
tatanan keterkaitan bisnis BRI. Kata keren nya stake holder. Bisa berupa 
dukungan pemodalan pada rekanan2 kecil BRI. Lingkungan kemasyarakatan dimana 
bisnis BRI terkait. Jadi walaupun namanya CSR, entitas bisnis biasanya 
menunggangi ini sebagai inkubasi bisnis juga pd akhirnya. Jadi jalur yg tepat 
tak pernah bisa kita tentuka begitu saja. Sifatnya sgt subjektif dan tergantung 
sense bisnis daripada pemegang keputusana. Dan logikanya bkn logika linier yg 
bisa kita paparkan tesis dan anti tesisnya dg gamblang. Krn seorg dedngkot 
eksekutif punya cara sendiri memapankan strategi bsinisnya. Jadi tergantung spt 
apa kita mua memaknai 4, 6 atau 20% itu.

Lalu angka 4 dan 20 bknlah sebuah angka layak banding diantara keduanya. 4% 
melingkupi yg sy sebutkan tadi yaitu seluruh stake holder BRI dari piedi sampai 
ke amapapare. Sedangkan 20 adalah buat segelintir org saja.

Dan jikalah benar diterapkan 4% pada CSR dg konsep yg bagus dan efektif, maka 
angka itu akan berbalik lagi pada investor benefitnya.

Namun kembali sy sampaikan, isu sentimen csr bknlah disana. Namun lb h tepat pd 
kekhawatiran masyarakat dan market bhw alokasi sebesar itu adalah rawan 
manipulasi. Apalagi diterapkan di jaman politik sedang butuh biaya ekstar. 
Namun tesis tolol sy ini kemaren telah disanggah dan diingatkan utk/agar sy 
berfikir positif saja.

Nah kalau berfikir positif, maka keberanian penerapan angka csr yg cukup 
signifikan bisa saja sebuah manifestasi keyakinan pemilik keputusan bhw 4% akan 
menginkubasi potensi belasan bahakn puluhan persen nantinya.

Maaf. Ga pakai angka2 dan model yg dpt memberikan predikat piter dan terpelajar 
pd pendapat sy diatas.

Sekian
-----Original Message-----
From: "i0n_n0i" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 07 May 2011 16:27:40 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Re: BBRI0605

kalau RUPS Tahunan Bank Mandiri pada 23 Mei 2011 juga melakukan hal yang sama 
dengan Bank BRI, saya akan melikuidasi seluruh portofolio BMRI dan BBRI yang 
totalnya mencapai 55% dari seluruh portofolio pribadi saya berapapun harganya. 
Saya tidak mau menjadi orang "bego" yang mana sudah mengeluarkan modal tapi 
hanya dibagi 20% sedang alokasi CSR menjadi 4% yang jika dihitung mencapai 20% 
(4/20=20%) dari jatah yang mesti saya terima yang mana juga dari 20% deviden 
yang saya terima juga harus dipotong pph 10%. 

Kepedulian sosial wajib, tapi kan semua ada jalurnya. Seperti tulisan saya 
sebelumnya, ketimbang naikin CSR mending pertajam kwalitas kredit seperti 
adanya tanda kelulusan dari lembaga lingkungan hidup dan lembaga analisis 
dampak usaha mikro sekitar areal objek usaha tempat kredit diberikan. 

Bank tidak boleh memberi kredit pada dunia usaha yang merusak lingkungan, 
begitupun bank tidak boleh memberikan kredit pada dunia usaha yang mana bila 
pengusaha melakukan usaha spt proposal kredit maka usaha mikro sekitar tempat 
usaha akan tutup/lemah. 

Model demikian jauh lebih efektif ketimbang program CSR. Mungkin program CSR 
lebih tepat diberikan untuk korban bencana alam langsung, dan jumlahnya bisa 
dimintakan kepada pemegang saham dalam RUPS berikut tanpa harus dipotong lebih 
dulu sekian persen dari perolehan perseroan.


--- In [email protected], tsunamizawa tsunamizawa <tsunamizawa@...> wrote:
>
> still in BEARISH ZONE................. 
>



Kirim email ke