Terima kasih info bang Ian yang sangat rinci dan untuk mengujinya rekan - rekan 
bisa membandingkan indeks Domini 400 dengan S&P 500, setahu saya dari tahun 
1990 sampai saat ini Domini 400 selalu lebih unggul.  

Salam,

--- Pada Sen, 9/5/11, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> menulis:

Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Judul: Re: [saham] Re: BBRI0605
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 9 Mei, 2011, 1:57 AM







 



  


    
      
      
      Kalau memang mau dijual, ya jual sajalah Pak, ngga perlu atur posisi 
segala apalagi nunggu BMRI segala, khan kasusnya soal BBRI yg naikin CSR nya 
jadi 4% yg anda tidak suka itu, bukan kasus BMRI akan naikan atau tidak. 
Sesekali berskap tegas sajalah Pak, paling tidak tegas terhadap keyakinan dan 
pandangan sendiri. Khan nanti jadi aneh, kalau ditanya orang, kenapa anda 
melepas saham BBRI nya? Lalu anda jawab, karena BMRI naikan CSR nya jadi 4%. 
Bisa bikin orang yg dengar jadi bengong, terus tertawa deh :)


Kalau soal CSR, bisa terjadi pro dan kontra. Saya maklumlah untuk itu. Ada 
kelompok yg menganggap CSR itu hanya buang2 uang saja. ada yg mengatakan justru 
CSR itu adalah investasi jangka panjang perusahaan.

Merck, perusahaan farmasi di AS telah merasakannya. Awalnya mereka hanya mau 
bantu saja orang Jepang yg paska Perang Dunia kedua banyak terkena TBC. Merck 
kemudian memberikan streptomycin ke Jepang agar banyak masyarakat Jepang yg 
bisa tertolong dari TBC. Sampai sekarang, banyak orang Jepang yg tidak 
melupakan jasa Merck tersebut. Sekarang, Merck merupakan perusahaan farmasi AS 
terbesar yg ada di Jepang. Apakah itu suatu kebetulan? Saya yakin tidak :)


Tidak usah jauh2, AQUA di Indonesia. Mereka memberikan bantuan menyediakan air 
bersih di NTT. Kalau dipikir2, ngapain juga ya AQUA koq malah nolongin orang 
NTT sementara konsumennya lebih banyak di pulau Jawa. Saya pribadi senang 
melihat dan mendengar bentuk CSR AQUA yg seperti itu, dan saya yakin banyak 
yang menilai positip tindakan AQUA yg seperti itu. AQUA pun bisa "menjual" 
aktivitas CSR nya itu sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap masyarakat. 
Mungkin manajemen AQUA melihat bahwa masih banyak konsumen yg punya hati nurani 
yang baik ketimbang yang hati nurani bisa dibilang tertutup dimana hanya 
keuntungan dan keuntungan saja yang mereka pikirkan untuk diri mereka sendiri. 
Sehingga dengan berbuat sosial, manajer AQUA berharap konsumennya semakin loyal 
dalam memakai produk mereka karena secara tidak langsung pemakai produk mereka 
tersebut juga memiliki sumbangsih terhadap kegiatan2 sosial tersebut. 


Saya memiliki keyakinan, CSR memberikan andil yg besar dalam positioning 
perusahaan di masyarakat dalam jangka pendek dan jangka panjang. Termasuk apa 
yang dilakukan oleh BBRI.
Bagi mereka yg ngga percaya, ya ngga apa2 juga sih. Hak masing2 sajalah untuk 
percaya atau tidak. Kalau ngga suka dengan manajemen BBRI melakukan hal itu, ya 
jual saja. Cari saja perusahaan yg suka kasih dividend tinggi dan kasih sedikit 
dana untuk CSR, lalu investasilah untuk jangka panjang. Nanti dirasakan sendiri 
sajalah, seperti apa punya perusahaan yang seperti itu. :)



jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu



2011/5/8 i0n_n0i <[email protected]>

memang mau saya jual BBRI nya, cuma lagi atur posisi tapi kalau BMRI ikutan 
naikan CSR maka sudah tidak mikir panjang lagi, langsung saya jual semuanya.



CSR itu tidak mengganggu kinerja tapi mengganggu kantong pemegang saham, apa 
gunanya menjadi pemegang saham kalau mesti mengeluarkan modal tapi mendapat 
yang lebih sedikit ketimbang tidak mengeluarkan modal lewat program CSR ? Perlu 
diingat anggaran CSR tidak ada hubungan dengan kinerja perusahaan dan anggaran 
CSR berbeda 180 derajat dengan iklan, anggaran iklan yang mungkin Bapak 
maksudkan itu ada dianggaran tersendiri di operasional.




Coba pikirkan, seandainya Bank A memberikan pengusaha X sejumlah kredit membuka 
minimarket di suatu kawasan yang sudah begitu banyak warungnya yang dalam hal 
ini merupakan usaha mikro kecil yang mirip bagian dari program CSR, Nah apakah 
etis jika Bank A katanya menganggarkan sejumlah dana yang dipotong dari laba 
bersih milik pemegang saham untuk memberdayakan usaha mikro kecil spt warung 
tadi sementara Bank A terus memberi kredit pada pengusaha X yang jelas-jelas 
jika usahanya dijalankan akan mematikan/melamahkan usaha mikro yang katanya 
hendak dibina oleh Bank A tsb ?




Begitupun jika pengusaha B membuka pabrik Y yang dalam operasionalnya selalu 
merusak lingkungan, apakah etis jika Bank A diatas memberi kredit pada 
pengusaha B padahal manajemen Bank A sudah mengurangi jatah laba bersih kepada 
pemegang saham untuk yang katanya menjaga lingkungan hidup.




Kenapa saya harus menjual BBRI saat BMRI juga melakukan hal yang sama dgn BBRI 
adalah menurut pandangan saya, jika keduanya melakukan hal yang sama. Maka 
sudah kurang menguntungkan menjadi pemegang saham keduanya dan harus berpikir 
ulang. Kan ngak lucu ketidaknyamanan di BBRI juga mesti ditanggung oleh BMRI, 
ya saya sih berharap BMRI tidak melakukan hal yang sama dan setidaknya sentimen 
tidak melakukan hal yang sama di BMRI mampu menjaga agar BBRI tidak terjun 
kebawah lagi. Itu saja.




Pak Anggaran CSR BBRI itu hampir setara 20% dari deviden tunai yang dibagikan 
kepada pemegang saham, disamping itu pemegang saham mesti membayar pph final 
10% untuk pribadi dan 15% untuk badan usaha. Itupun pemegang saham mesti 
menunggu setahun baru bisa mendapatkan yang 80% deviden tunai yang dibagikan 
tersebut, kok begitu mudahnya kalau ngak senang tinggal jual saja.








--- In [email protected], Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@...> wrote:

>

> Dijual saja Pak, portonya di BBRI. Yang saya bingung, koq anda masih pegang

> BBRI padahal anda katakan sudah tidak suka karena CSR nya yg 4%. Anda malah

> kasih kriteria, kalau BMRI juga mengikut hal yg sama, baru anda akan jualan

> porto anda di BMRI dan BBRI yang mencapa 55% sepert yg anda sebutkan. Maksud

> saya, kenapa mau jualan porto di BBRI harus menunggu apakah BMRI akan

> menaikkan CSR nya jadi 4% juga atau tidak. Kalau naikan jadi 4%, maka BBRI

> nya dijual. Kalau tidak, maka BBRI nya di hold. Yang saya bingungkan

> hanyalah apa hubungannya kinerja BBRI dengan BMRI naikan atau tidaknya CSR

> nya :)

> Itu saja koq sebenarnya yang saya mau tahu. Kalau saya jadi anda, saya ngga

> suka dengan CSR 4%, sahamnya sudah jauh2 hari saya jual dipasar :)

>

> Kinerja BBRI sejauh ini meningkat, saya tidak melihat ada alasan komplain

> soal CSR yg meningkat. Seperti yg saya katakan, bisa saja itu bagian dari

> strategi promosi mereka agar nama Bank BRI makin melekat di hati masyarakat.

> Kalau anda sudah ngga percaya lagi dengan managementnya, dan merasa

> managementnya ngga becus, padahal niatan anda adalah untuk investasi jangka

> panjang, dan bukan untuk trading yg mengandalkan chart, jual sajalah.

> Ketimbang anda dipusingkan oleh BBRI. Khan masih banyak saham lain, misalkan

> BMRI, BBNI, BBCA, dst.  Di bisnis saham, sesuatu yang mudah jangan dibikin

> repot dan pusing. Kita yang punya uang, kita yang jadi raja untuk menentukan

> apa yang kita beli dan hold, dan apa yang kita jual.  :)

>

> jabat erat,

> Irwan Ariston Napitupulu

>

> 2011/5/8 i0n_n0i <i0n_n0i@...>

>

> > Sejak awal saya katakan saham BBRI itu perlu diberikan semacam sanksi karna

> > besarnya biaya CSR, kalau dilihat ke belakang lagi saya sendiri mendukung

> > penguatan BBRI.

> >

> > Saya sudah memiliki kedua saham tersebut sejak 2 tahun lalu, pahit ketirnya

> > juga sudah dilewati bersama terutama ketika ribut krisis hutang Uni Eropa

> > setahun lalu.

> >

> > Saya pun mendukung kalau deviden tidak terlalu besar namun ekspansi usaha

> > BBRI bisa baik ketimbang dana dikelola sendiri, lagian melalui BBRI

> > perolehannya menurut saya menjadi lebih tinggi, namun begitu saya membaca

> > hasil akhir dari keputusan RUPS disana tertera ada 4% dana CSR (naik dari

> > 2%) sementara pemegang saham diminta pengurangan deviden, apakah hal tsb

> > etis ?

> >

> > Kalau tahun ini sudah diputuskan 4% dan cuma tahun ini mungkin bukan

> > masalah signifikan dan bisa dilokalisir.

> >

> > Nah kalau bicara semua perusahaan, rasanya juga tidak tepat. Terakhir saya

> > membaca pengumuman emiten ADMF ngak ada alokasi dana CSR sebesar 4%, kalau

> > SGRO itu ada biaya CSR yang mereka salurkan melalui Sampoerna Foundation

> > jumlahnya cuma 2% itu pun pernah jadi sentimen negatif beberapa tahun lalu,

> > tapi bisa di"kambing hitamkan" penurunan harga komoditas.

> >

> > ASII saja juga ngak ada anggaran CSR sebesar 4%, kalau ngak salah malah

> > ngak dianggarkan khusus dalam RUPS. Yang saya tahu CSR itu belum wajib, dan

> > banyak yang belum mengalokasi khusus, tapi kalau beramal mungkin bukan

> > masalah. Tapi setidaknya harus berimbang, disatu sisi kampanye penurunan

> > tarif pph disisi lain kenaikan anggaran CSR, apa benar demikian ?

> >

> > Juga perlu diketahui anggaran iklan berbeda dengan anggaran CSR, iklan

> > sudah ada anggarannya tersendiri tapi saya tidak tahu berapa besar anggaran

> > iklan setahun, tapi lumayan besar juga dan ada sasarannya.

> >

> > Nah yang jadi masalah kalau BMRI ikut-ikutan menaikan anggaran CSR dari 2

> > menjadi 4%, pertanyaan saya kalau begitu adanya ngapain bertahun lalu

> > perseroan berupaya menaikan porsi saham publik agar mendapat insentif pajak

> > 5% sementara ketika sudah mendapatkannya malah untuk anggaran CSR ? Apalagi

> > sampai deviden pemegang saham harus diturunan demi ekspansi usaha namun

> > menaikan anggaran CSR yang dipotong dari laba bersih berjalan, apakah etis ?

> >

> > Sederhananya susah sama-sama, senang kok sendiri-sendiri.

> >

> >

> >

> >

> >

> > --- In [email protected], Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@>

> > wrote:

> > >

> > > Kalau saya tidak salah tangkap baca tulisa paragraf pertama, berarti

> > > walaupun BBRI sudah melakukan CSR yg anda komplain, sahamnya masih anda

> > > pegang dan masih ada dalam portfolio anda saat ini? Tapi kalau BMRI juga

> > > melakukan hal yang sama, baru anda akan jual semua BMRI dan BBRI yang

> > saat

> > > ini mencapai 55% dari porto anda? :)

> > >

> > > Setahu saya, CSR 2% itu sudah wajib aturannya.

> > > Kalau jadi 4%, mungkin BBRI melihat ada peluang CSR itu mereka jadikan

> > alat

> > > semacam kampanye mereka untuk positioning nama mereka di lingkungan

> > > masyarakat tertentu.

> > >

> > > Kalau saya perhatikan saat ini CSR sudah cenderung ngga murni CSR lagi,

> > tapi

> > > ada berat muatan unsur marketing/promosinya bagi perusahaan itu sendiri

> > :)

> > >

> > > jabat erat,

> > > Irwan Ariston Napitupulu

> > >

> > > 2011/5/7 i0n_n0i <i0n_n0i@>

> > >

> > > > kalau RUPS Tahunan Bank Mandiri pada 23 Mei 2011 juga melakukan hal

> > yang

> > > > sama dengan Bank BRI, saya akan melikuidasi seluruh portofolio BMRI dan

> > BBRI

> > > > yang totalnya mencapai 55% dari seluruh portofolio pribadi saya

> > berapapun

> > > > harganya. Saya tidak mau menjadi orang "bego" yang mana sudah

> > mengeluarkan

> > > > modal tapi hanya dibagi 20% sedang alokasi CSR menjadi 4% yang jika

> > dihitung

> > > > mencapai 20% (4/20=20%) dari jatah yang mesti saya terima yang mana

> > juga

> > > > dari 20% deviden yang saya terima juga harus dipotong pph 10%.

> > > >

> > > > Kepedulian sosial wajib, tapi kan semua ada jalurnya. Seperti tulisan

> > saya

> > > > sebelumnya, ketimbang naikin CSR mending pertajam kwalitas kredit

> > seperti

> > > > adanya tanda kelulusan dari lembaga lingkungan hidup dan lembaga

> > analisis

> > > > dampak usaha mikro sekitar areal objek usaha tempat kredit diberikan.

> > > >

> > > > Bank tidak boleh memberi kredit pada dunia usaha yang merusak

> > lingkungan,

> > > > begitupun bank tidak boleh memberikan kredit pada dunia usaha yang mana

> > bila

> > > > pengusaha melakukan usaha spt proposal kredit maka usaha mikro sekitar

> > > > tempat usaha akan tutup/lemah.

> > > >

> > > > Model demikian jauh lebih efektif ketimbang program CSR. Mungkin

> > program

> > > > CSR lebih tepat diberikan untuk korban bencana alam langsung, dan

> > jumlahnya

> > > > bisa dimintakan kepada pemegang saham dalam RUPS berikut tanpa harus

> > > > dipotong lebih dulu sekian persen dari perolehan perseroan.

> > > >

> > > >

> > > > --- In [email protected], tsunamizawa tsunamizawa <tsunamizawa@>

> > > > wrote:

> > > > >

> > > > > still in BEARISH ZONE.................

> > > > >

> > > >

> > > >

> > > >

> > > >

> > > > ------------------------------------

> > > >

> > > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar

> > saham.

> > > >

> > > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN

> > ADMIN

> > > > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU

> > MENJUAL

> > > > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK

> > > > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.

> > > >

> > > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham

> > > > [email protected] untuk bergabung ke milis saham

> > > > Yahoo! Groups Links

> > > >

> > > >

> > > >

> > > >

> > >

> >

> >

> >

> >

> > ------------------------------------

> >

> > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

> >

> > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN

> > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL

> > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK

> > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.

> >

> > [email protected] untuk berhenti dari milis saham

> > [email protected] untuk bergabung ke milis saham

> > Yahoo! Groups Links

> >

> >

> >

> >

>









------------------------------------



Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.



SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.




[email protected] untuk berhenti dari milis saham

[email protected] untuk bergabung ke milis saham

Yahoo! Groups Links



    http://groups.yahoo.com/group/saham/



    Individual Email | Traditional



    http://groups.yahoo.com/group/saham/join

    (Yahoo! ID required)



    [email protected]

    [email protected]



    [email protected]



    http://docs.yahoo.com/info/terms/







    
     

    
    


 



  



Kirim email ke