Kalau memang mau dijual, ya jual sajalah Pak, ngga perlu atur posisi segala apalagi nunggu BMRI segala, khan kasusnya soal BBRI yg naikin CSR nya jadi 4% yg anda tidak suka itu, bukan kasus BMRI akan naikan atau tidak. Sesekali berskap tegas sajalah Pak, paling tidak tegas terhadap keyakinan dan pandangan sendiri. Khan nanti jadi aneh, kalau ditanya orang, kenapa anda melepas saham BBRI nya? Lalu anda jawab, karena BMRI naikan CSR nya jadi 4%. Bisa bikin orang yg dengar jadi bengong, terus tertawa deh :)
Kalau soal CSR, bisa terjadi pro dan kontra. Saya maklumlah untuk itu. Ada kelompok yg menganggap CSR itu hanya buang2 uang saja. ada yg mengatakan justru CSR itu adalah investasi jangka panjang perusahaan. Merck, perusahaan farmasi di AS telah merasakannya. Awalnya mereka hanya mau bantu saja orang Jepang yg paska Perang Dunia kedua banyak terkena TBC. Merck kemudian memberikan streptomycin ke Jepang agar banyak masyarakat Jepang yg bisa tertolong dari TBC. Sampai sekarang, banyak orang Jepang yg tidak melupakan jasa Merck tersebut. Sekarang, Merck merupakan perusahaan farmasi AS terbesar yg ada di Jepang. Apakah itu suatu kebetulan? Saya yakin tidak :) Tidak usah jauh2, AQUA di Indonesia. Mereka memberikan bantuan menyediakan air bersih di NTT. Kalau dipikir2, ngapain juga ya AQUA koq malah nolongin orang NTT sementara konsumennya lebih banyak di pulau Jawa. Saya pribadi senang melihat dan mendengar bentuk CSR AQUA yg seperti itu, dan saya yakin banyak yang menilai positip tindakan AQUA yg seperti itu. AQUA pun bisa "menjual" aktivitas CSR nya itu sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap masyarakat. Mungkin manajemen AQUA melihat bahwa masih banyak konsumen yg punya hati nurani yang baik ketimbang yang hati nurani bisa dibilang tertutup dimana hanya keuntungan dan keuntungan saja yang mereka pikirkan untuk diri mereka sendiri. Sehingga dengan berbuat sosial, manajer AQUA berharap konsumennya semakin loyal dalam memakai produk mereka karena secara tidak langsung pemakai produk mereka tersebut juga memiliki sumbangsih terhadap kegiatan2 sosial tersebut. Saya memiliki keyakinan, CSR memberikan andil yg besar dalam positioning perusahaan di masyarakat dalam jangka pendek dan jangka panjang. Termasuk apa yang dilakukan oleh BBRI. Bagi mereka yg ngga percaya, ya ngga apa2 juga sih. Hak masing2 sajalah untuk percaya atau tidak. Kalau ngga suka dengan manajemen BBRI melakukan hal itu, ya jual saja. Cari saja perusahaan yg suka kasih dividend tinggi dan kasih sedikit dana untuk CSR, lalu investasilah untuk jangka panjang. Nanti dirasakan sendiri sajalah, seperti apa punya perusahaan yang seperti itu. :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/5/8 i0n_n0i <[email protected]> > memang mau saya jual BBRI nya, cuma lagi atur posisi tapi kalau BMRI ikutan > naikan CSR maka sudah tidak mikir panjang lagi, langsung saya jual semuanya. > > CSR itu tidak mengganggu kinerja tapi mengganggu kantong pemegang saham, > apa gunanya menjadi pemegang saham kalau mesti mengeluarkan modal tapi > mendapat yang lebih sedikit ketimbang tidak mengeluarkan modal lewat program > CSR ? Perlu diingat anggaran CSR tidak ada hubungan dengan kinerja > perusahaan dan anggaran CSR berbeda 180 derajat dengan iklan, anggaran iklan > yang mungkin Bapak maksudkan itu ada dianggaran tersendiri di operasional. > > Coba pikirkan, seandainya Bank A memberikan pengusaha X sejumlah kredit > membuka minimarket di suatu kawasan yang sudah begitu banyak warungnya yang > dalam hal ini merupakan usaha mikro kecil yang mirip bagian dari program > CSR, Nah apakah etis jika Bank A katanya menganggarkan sejumlah dana yang > dipotong dari laba bersih milik pemegang saham untuk memberdayakan usaha > mikro kecil spt warung tadi sementara Bank A terus memberi kredit pada > pengusaha X yang jelas-jelas jika usahanya dijalankan akan > mematikan/melamahkan usaha mikro yang katanya hendak dibina oleh Bank A tsb > ? > > Begitupun jika pengusaha B membuka pabrik Y yang dalam operasionalnya > selalu merusak lingkungan, apakah etis jika Bank A diatas memberi kredit > pada pengusaha B padahal manajemen Bank A sudah mengurangi jatah laba bersih > kepada pemegang saham untuk yang katanya menjaga lingkungan hidup. > > Kenapa saya harus menjual BBRI saat BMRI juga melakukan hal yang sama dgn > BBRI adalah menurut pandangan saya, jika keduanya melakukan hal yang sama. > Maka sudah kurang menguntungkan menjadi pemegang saham keduanya dan harus > berpikir ulang. Kan ngak lucu ketidaknyamanan di BBRI juga mesti ditanggung > oleh BMRI, ya saya sih berharap BMRI tidak melakukan hal yang sama dan > setidaknya sentimen tidak melakukan hal yang sama di BMRI mampu menjaga agar > BBRI tidak terjun kebawah lagi. Itu saja. > > Pak Anggaran CSR BBRI itu hampir setara 20% dari deviden tunai yang > dibagikan kepada pemegang saham, disamping itu pemegang saham mesti membayar > pph final 10% untuk pribadi dan 15% untuk badan usaha. Itupun pemegang saham > mesti menunggu setahun baru bisa mendapatkan yang 80% deviden tunai yang > dibagikan tersebut, kok begitu mudahnya kalau ngak senang tinggal jual saja. > > > > --- In [email protected], Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@...> > wrote: > > > > Dijual saja Pak, portonya di BBRI. Yang saya bingung, koq anda masih > pegang > > BBRI padahal anda katakan sudah tidak suka karena CSR nya yg 4%. Anda > malah > > kasih kriteria, kalau BMRI juga mengikut hal yg sama, baru anda akan > jualan > > porto anda di BMRI dan BBRI yang mencapa 55% sepert yg anda sebutkan. > Maksud > > saya, kenapa mau jualan porto di BBRI harus menunggu apakah BMRI akan > > menaikkan CSR nya jadi 4% juga atau tidak. Kalau naikan jadi 4%, maka > BBRI > > nya dijual. Kalau tidak, maka BBRI nya di hold. Yang saya bingungkan > > hanyalah apa hubungannya kinerja BBRI dengan BMRI naikan atau tidaknya > CSR > > nya :) > > Itu saja koq sebenarnya yang saya mau tahu. Kalau saya jadi anda, saya > ngga > > suka dengan CSR 4%, sahamnya sudah jauh2 hari saya jual dipasar :) > > > > Kinerja BBRI sejauh ini meningkat, saya tidak melihat ada alasan komplain > > soal CSR yg meningkat. Seperti yg saya katakan, bisa saja itu bagian dari > > strategi promosi mereka agar nama Bank BRI makin melekat di hati > masyarakat. > > Kalau anda sudah ngga percaya lagi dengan managementnya, dan merasa > > managementnya ngga becus, padahal niatan anda adalah untuk investasi > jangka > > panjang, dan bukan untuk trading yg mengandalkan chart, jual sajalah. > > Ketimbang anda dipusingkan oleh BBRI. Khan masih banyak saham lain, > misalkan > > BMRI, BBNI, BBCA, dst. Di bisnis saham, sesuatu yang mudah jangan > dibikin > > repot dan pusing. Kita yang punya uang, kita yang jadi raja untuk > menentukan > > apa yang kita beli dan hold, dan apa yang kita jual. :) > > > > jabat erat, > > Irwan Ariston Napitupulu > > > > 2011/5/8 i0n_n0i <i0n_n0i@...> > > > > > Sejak awal saya katakan saham BBRI itu perlu diberikan semacam sanksi > karna > > > besarnya biaya CSR, kalau dilihat ke belakang lagi saya sendiri > mendukung > > > penguatan BBRI. > > > > > > Saya sudah memiliki kedua saham tersebut sejak 2 tahun lalu, pahit > ketirnya > > > juga sudah dilewati bersama terutama ketika ribut krisis hutang Uni > Eropa > > > setahun lalu. > > > > > > Saya pun mendukung kalau deviden tidak terlalu besar namun ekspansi > usaha > > > BBRI bisa baik ketimbang dana dikelola sendiri, lagian melalui BBRI > > > perolehannya menurut saya menjadi lebih tinggi, namun begitu saya > membaca > > > hasil akhir dari keputusan RUPS disana tertera ada 4% dana CSR (naik > dari > > > 2%) sementara pemegang saham diminta pengurangan deviden, apakah hal > tsb > > > etis ? > > > > > > Kalau tahun ini sudah diputuskan 4% dan cuma tahun ini mungkin bukan > > > masalah signifikan dan bisa dilokalisir. > > > > > > Nah kalau bicara semua perusahaan, rasanya juga tidak tepat. Terakhir > saya > > > membaca pengumuman emiten ADMF ngak ada alokasi dana CSR sebesar 4%, > kalau > > > SGRO itu ada biaya CSR yang mereka salurkan melalui Sampoerna > Foundation > > > jumlahnya cuma 2% itu pun pernah jadi sentimen negatif beberapa tahun > lalu, > > > tapi bisa di"kambing hitamkan" penurunan harga komoditas. > > > > > > ASII saja juga ngak ada anggaran CSR sebesar 4%, kalau ngak salah malah > > > ngak dianggarkan khusus dalam RUPS. Yang saya tahu CSR itu belum wajib, > dan > > > banyak yang belum mengalokasi khusus, tapi kalau beramal mungkin bukan > > > masalah. Tapi setidaknya harus berimbang, disatu sisi kampanye > penurunan > > > tarif pph disisi lain kenaikan anggaran CSR, apa benar demikian ? > > > > > > Juga perlu diketahui anggaran iklan berbeda dengan anggaran CSR, iklan > > > sudah ada anggarannya tersendiri tapi saya tidak tahu berapa besar > anggaran > > > iklan setahun, tapi lumayan besar juga dan ada sasarannya. > > > > > > Nah yang jadi masalah kalau BMRI ikut-ikutan menaikan anggaran CSR dari > 2 > > > menjadi 4%, pertanyaan saya kalau begitu adanya ngapain bertahun lalu > > > perseroan berupaya menaikan porsi saham publik agar mendapat insentif > pajak > > > 5% sementara ketika sudah mendapatkannya malah untuk anggaran CSR ? > Apalagi > > > sampai deviden pemegang saham harus diturunan demi ekspansi usaha namun > > > menaikan anggaran CSR yang dipotong dari laba bersih berjalan, apakah > etis ? > > > > > > Sederhananya susah sama-sama, senang kok sendiri-sendiri. > > > > > > > > > > > > > > > > > > --- In [email protected], Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@> > > > wrote: > > > > > > > > Kalau saya tidak salah tangkap baca tulisa paragraf pertama, berarti > > > > walaupun BBRI sudah melakukan CSR yg anda komplain, sahamnya masih > anda > > > > pegang dan masih ada dalam portfolio anda saat ini? Tapi kalau BMRI > juga > > > > melakukan hal yang sama, baru anda akan jual semua BMRI dan BBRI yang > > > saat > > > > ini mencapai 55% dari porto anda? :) > > > > > > > > Setahu saya, CSR 2% itu sudah wajib aturannya. > > > > Kalau jadi 4%, mungkin BBRI melihat ada peluang CSR itu mereka > jadikan > > > alat > > > > semacam kampanye mereka untuk positioning nama mereka di lingkungan > > > > masyarakat tertentu. > > > > > > > > Kalau saya perhatikan saat ini CSR sudah cenderung ngga murni CSR > lagi, > > > tapi > > > > ada berat muatan unsur marketing/promosinya bagi perusahaan itu > sendiri > > > :) > > > > > > > > jabat erat, > > > > Irwan Ariston Napitupulu > > > > > > > > 2011/5/7 i0n_n0i <i0n_n0i@> > > > > > > > > > kalau RUPS Tahunan Bank Mandiri pada 23 Mei 2011 juga melakukan hal > > > yang > > > > > sama dengan Bank BRI, saya akan melikuidasi seluruh portofolio BMRI > dan > > > BBRI > > > > > yang totalnya mencapai 55% dari seluruh portofolio pribadi saya > > > berapapun > > > > > harganya. Saya tidak mau menjadi orang "bego" yang mana sudah > > > mengeluarkan > > > > > modal tapi hanya dibagi 20% sedang alokasi CSR menjadi 4% yang jika > > > dihitung > > > > > mencapai 20% (4/20=20%) dari jatah yang mesti saya terima yang mana > > > juga > > > > > dari 20% deviden yang saya terima juga harus dipotong pph 10%. > > > > > > > > > > Kepedulian sosial wajib, tapi kan semua ada jalurnya. Seperti > tulisan > > > saya > > > > > sebelumnya, ketimbang naikin CSR mending pertajam kwalitas kredit > > > seperti > > > > > adanya tanda kelulusan dari lembaga lingkungan hidup dan lembaga > > > analisis > > > > > dampak usaha mikro sekitar areal objek usaha tempat kredit > diberikan. > > > > > > > > > > Bank tidak boleh memberi kredit pada dunia usaha yang merusak > > > lingkungan, > > > > > begitupun bank tidak boleh memberikan kredit pada dunia usaha yang > mana > > > bila > > > > > pengusaha melakukan usaha spt proposal kredit maka usaha mikro > sekitar > > > > > tempat usaha akan tutup/lemah. > > > > > > > > > > Model demikian jauh lebih efektif ketimbang program CSR. Mungkin > > > program > > > > > CSR lebih tepat diberikan untuk korban bencana alam langsung, dan > > > jumlahnya > > > > > bisa dimintakan kepada pemegang saham dalam RUPS berikut tanpa > harus > > > > > dipotong lebih dulu sekian persen dari perolehan perseroan. > > > > > > > > > > > > > > > --- In [email protected], tsunamizawa tsunamizawa > <tsunamizawa@> > > > > > wrote: > > > > > > > > > > > > still in BEARISH ZONE................. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ------------------------------------ > > > > > > > > > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar > > > saham. > > > > > > > > > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN > > > ADMIN > > > > > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU > > > MENJUAL > > > > > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK > PEMILIK > > > > > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > > > > > > > > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham > > > > > [email protected] untuk bergabung ke milis saham > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ------------------------------------ > > > > > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar > saham. > > > > > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN > ADMIN > > > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU > MENJUAL > > > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > > > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > > > > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham > > > [email protected] untuk bergabung ke milis saham > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ------------------------------------ > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham > [email protected] untuk bergabung ke milis saham > Yahoo! Groups Links > > > >
