Hmm... cukup menarik, penggunaan *bahasa* beserta *asumsi* yang menyertainya
memang bisa menimbulkan perbedaan :),
terutama ketika penggunaan suatu kata oleh satu pihak memiliki asumsi yang
berbeda dengan pihak yang lainnya.

Saya pikir penggunaan kata "*koreksi*" membawa suatu asumsi bahwa "*pasar
bisa salah*".
Ungkapan "*pasar selalu benar*" dan "*ketika pasar salah, akan ada waktu
koreksinya*" ataupun bahkan "*pasar selalu salah*",
dengan sendirinya adalah merupakan *asumsi-asumsi* pastisipan pasar.

Ketika kita katakan "pasar selalu benar" apakah maksud sebenarnya???
Bisa jadi tidak ada artinya, karena ungkapan ini terlalu umum, *high level*,
dan tidak membawa manfaat praktis bagi pelaku pasar secara umum.
Dan tentu saja, perdebatan ini seperti tak ada ujungnya, terbukti dengan
karya-karya klasik mengenai wall street.

Satu contoh sederhana bisa dibaca di buku *A Random Walk Down Wall
Street*karya Burton G. Malkiel, hal 28-33, antara "The Firm-Foundation
Theory" dan
"The Castle-in-the-Air Theory", tak lupa pula Bab 5, Technical and
Fundamental Analysis, khususnya hal 107: "*Why Might Charting Fail to Work*".
;)

2011/7/31 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>

> **
>
>
> Mulai hari ini, saya sudah resmi meninggalkan penggunakan istilah
> koreksi untuk market yang sudah turun setelah kenaikan cukup lumayan
> seperti yang selama ini umum digunakan orang. Alasan dasarnya adalah
> karena saya baru menyadari pengertin arti kata koreksi itu adalah
> membetulkan apa yang sebelumnya salah atau dinilai salah. Saya juga
> sudah cek pengertian kata correction di dictionary.com yang arahnya
> (diluar yg berhubungan dengan harga karena hal tersebut yg lagi
> dipermasalahkan) semua mengarah ke hal yang saya sebutkan yaitu
> perbaikan dari sesuatu yang kurang baik atau salah sebelumnya.
>
> Disisi lain saya tidak melihat sesuatu yang naik dengan cepat itu
> adalah sesuatu yang salah. Hal ini karena saya menganut pemahaman
> bahwa market is always right. Pasar selalu benar. Karena pasar selalu
> benar, jadi logikanya tidak ada yang perlu dikoreksi karena tidak ada
> pergerakan yang salah sehingga istilah koreksi itu bagi saya sekarang
> menjadi janggal dan tidak tepat.
>
> Istilah lainnya yang juga per hari ini saya tinggalkan adalah istilah
> technical correction. Technical correction juga merupakan istilah yang
> tidak tepat karena seolah-olah jadi berarti bahwa TA sebelumnya itu
> salah sehingga perlu ada koreksi TA.
>
> Saya sebagai seorang chartist jadi melihat bahwa bila saya menggunakan
> istilah koreksi sama saja saya menganggap salah suatu pergerakan
> ataupun TA, dan itu berarti saya merendahkan ilmu TA itu sendiri.
> Selain juga menggunakan istilah pasar sedang koreksi seolah-oleh
> sebelumnya pasar sudah bergerak salah padahal konsep market is always
> right adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Saya tidak ingin
> merendahkan TA tidak juga ingin merendahkan pasar. Oleh karena itu
> istilah koreksi saya tinggalkan per hari ini.
>
> Sebagai gantinya, saya akan menggunakan istilah yang menurut saya
> lebih tepat yaitu:
> Temporary top reversal atau short term top reversal.
>
> Istilah ini jelas jauh lebih tepat ketimbang istilah koreksi. Istilah
> market terkoreksi, menurut saya lebih tepat dikatakan market sedang
> turun secara temporer. Saya terbayang saja bila suatu saat bertemu
> dengan orang awam kemudian saya ceritakan market sedang terkoreksi,
> lalu dia bertanya kenapa terkoreksi. Apakah ada yang salah dengan
> pergerakan sebelumya sehingga harus dikoreksi? Saya tentu akan
> kesulitan menjawabnya. Kalau saya jelaskan, maksudnya market sedang
> turun secara jangka pendek atau temporer. Bisa jadi dia lalu bertanya
> balik kenapa tidak katakan saja sebenarnya market sedang turun secara
> jangka pendek atau temporer. Hal ini karena market sedang koreksi itu
> seolah2 ada yang salah dengan market sehingga perlu dikoreksi atau
> dibetulkan.
>
> Setelah menyadari kesalahan yang telah mendarah daging selama ini akan
> penggunakan kata koreksi atau "correction" yang tidak tepat di dunia
> grafik atau pasar, maka saya memilih untuk meninggalkan istilah
> correction tersebut karena saya sadar tidak ada yang salah di pasar
> ataupun TA sehingga perlu dikoreksi :)
>
> Pro dan kontra terhadap pandangan di atas akan saya anggap sebagai
> sesuatu yang wajar saja. Saya memilih untuk memulai menggunakan
> istilah yang lebih tepat saja tanpa akan menyalahkan mereka yang masih
> lebih suka menggunakan istilah koreksi.
>
> Bagi yang ingin berpendapat berbeda, dipersilakan saja karena ini
> forum bebas dan mungkin kita bertukar pikiran akan hal tersebut :)
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>  
>

Kirim email ke