Menurut saia pribadi penggunaan "correction" di pasar modal tdk lah salah. Jika diartikan secara kosakata/dictionary mmg mengartikan "membetulkan yg salah".. Namun penggunaan "correction" di pasar modal justru diartikan sbg penurunan dr hrg sblm nya. Diakibatkan aksi ambil untung oleh pelaku pasar.
Jk mgartikan istilah scr kosakata,apa penggunaan kata "bullish" dan "bearish" masi layak digunakan dipasar modal? Karna jk diartikan scr kosakata ke dua kata tsb masuk dlm dunia satwa..(Lah knp banteng ikut trading.??) Jd penggunaan "correction" di pasar modal mnurut saia wajar. *agak OOT bang IAN, Dlm perpajakan dikenal istilah "sunset policy". Nah jika diartikan secara kosakata,arti dr istilah tsb gak nyambung dgn perpajakan.. -----Original Message----- From: Mikail <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 1 Aug 2011 09:09:00 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Saya Berhenti Menggunakan Istilah KOREKSI di pasar. Hmm... cukup menarik, penggunaan *bahasa* beserta *asumsi* yang menyertainya memang bisa menimbulkan perbedaan :), terutama ketika penggunaan suatu kata oleh satu pihak memiliki asumsi yang berbeda dengan pihak yang lainnya. Saya pikir penggunaan kata "*koreksi*" membawa suatu asumsi bahwa "*pasar bisa salah*". Ungkapan "*pasar selalu benar*" dan "*ketika pasar salah, akan ada waktu koreksinya*" ataupun bahkan "*pasar selalu salah*", dengan sendirinya adalah merupakan *asumsi-asumsi* pastisipan pasar. Ketika kita katakan "pasar selalu benar" apakah maksud sebenarnya??? Bisa jadi tidak ada artinya, karena ungkapan ini terlalu umum, *high level*, dan tidak membawa manfaat praktis bagi pelaku pasar secara umum. Dan tentu saja, perdebatan ini seperti tak ada ujungnya, terbukti dengan karya-karya klasik mengenai wall street. Satu contoh sederhana bisa dibaca di buku *A Random Walk Down Wall Street*karya Burton G. Malkiel, hal 28-33, antara "The Firm-Foundation Theory" dan "The Castle-in-the-Air Theory", tak lupa pula Bab 5, Technical and Fundamental Analysis, khususnya hal 107: "*Why Might Charting Fail to Work*". ;) 2011/7/31 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > ** > > > Mulai hari ini, saya sudah resmi meninggalkan penggunakan istilah > koreksi untuk market yang sudah turun setelah kenaikan cukup lumayan > seperti yang selama ini umum digunakan orang. Alasan dasarnya adalah > karena saya baru menyadari pengertin arti kata koreksi itu adalah > membetulkan apa yang sebelumnya salah atau dinilai salah. Saya juga > sudah cek pengertian kata correction di dictionary.com yang arahnya > (diluar yg berhubungan dengan harga karena hal tersebut yg lagi > dipermasalahkan) semua mengarah ke hal yang saya sebutkan yaitu > perbaikan dari sesuatu yang kurang baik atau salah sebelumnya. > > Disisi lain saya tidak melihat sesuatu yang naik dengan cepat itu > adalah sesuatu yang salah. Hal ini karena saya menganut pemahaman > bahwa market is always right. Pasar selalu benar. Karena pasar selalu > benar, jadi logikanya tidak ada yang perlu dikoreksi karena tidak ada > pergerakan yang salah sehingga istilah koreksi itu bagi saya sekarang > menjadi janggal dan tidak tepat. > > Istilah lainnya yang juga per hari ini saya tinggalkan adalah istilah > technical correction. Technical correction juga merupakan istilah yang > tidak tepat karena seolah-olah jadi berarti bahwa TA sebelumnya itu > salah sehingga perlu ada koreksi TA. > > Saya sebagai seorang chartist jadi melihat bahwa bila saya menggunakan > istilah koreksi sama saja saya menganggap salah suatu pergerakan > ataupun TA, dan itu berarti saya merendahkan ilmu TA itu sendiri. > Selain juga menggunakan istilah pasar sedang koreksi seolah-oleh > sebelumnya pasar sudah bergerak salah padahal konsep market is always > right adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Saya tidak ingin > merendahkan TA tidak juga ingin merendahkan pasar. Oleh karena itu > istilah koreksi saya tinggalkan per hari ini. > > Sebagai gantinya, saya akan menggunakan istilah yang menurut saya > lebih tepat yaitu: > Temporary top reversal atau short term top reversal. > > Istilah ini jelas jauh lebih tepat ketimbang istilah koreksi. Istilah > market terkoreksi, menurut saya lebih tepat dikatakan market sedang > turun secara temporer. Saya terbayang saja bila suatu saat bertemu > dengan orang awam kemudian saya ceritakan market sedang terkoreksi, > lalu dia bertanya kenapa terkoreksi. Apakah ada yang salah dengan > pergerakan sebelumya sehingga harus dikoreksi? Saya tentu akan > kesulitan menjawabnya. Kalau saya jelaskan, maksudnya market sedang > turun secara jangka pendek atau temporer. Bisa jadi dia lalu bertanya > balik kenapa tidak katakan saja sebenarnya market sedang turun secara > jangka pendek atau temporer. Hal ini karena market sedang koreksi itu > seolah2 ada yang salah dengan market sehingga perlu dikoreksi atau > dibetulkan. > > Setelah menyadari kesalahan yang telah mendarah daging selama ini akan > penggunakan kata koreksi atau "correction" yang tidak tepat di dunia > grafik atau pasar, maka saya memilih untuk meninggalkan istilah > correction tersebut karena saya sadar tidak ada yang salah di pasar > ataupun TA sehingga perlu dikoreksi :) > > Pro dan kontra terhadap pandangan di atas akan saya anggap sebagai > sesuatu yang wajar saja. Saya memilih untuk memulai menggunakan > istilah yang lebih tepat saja tanpa akan menyalahkan mereka yang masih > lebih suka menggunakan istilah koreksi. > > Bagi yang ingin berpendapat berbeda, dipersilakan saja karena ini > forum bebas dan mungkin kita bertukar pikiran akan hal tersebut :) > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > >
