iya Pak saya sudah tau...msalahnya klo saham disuspend,..siapa yg berani beli di pasar nego dengan byk transaksi seperti biasa? Krn org takut kyk ckra smmt ga jelsa kpn dibukanya lagi..seharusnya harga diserahkan pada pasar reguler..biarlah pasar yg menentukan jgn main suspend lama2 ga tau kpn dibukanya..
--- Pada Jum, 25/11/11, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> menulis: Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Judul: [saham] Pasar Negosiasi Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 25 November, 2011, 9:26 PM Sekedar pengetahuan saja bagi para trader dan pelaku pasar lainnya, di BEI itu mengenal tiga pasar: 1. Pasar reguler: pasar yg biasanya tempat kita jualan dan beli. Penyerahan saham dan pembayaran adalah T+3. 2. Pasar tunai: Hanya sesi 1 saja bukanya. Saham harus sudah tersedia dan diserahkan hari itu bagi yg jualan. Bagi yg beli, dana sudah harus tersedia. Alias transaksi perdagangannya adalah T+0. Biasanya yg melakukan transaksi di pasar tunai adalah karena butuh uang cepat, atau butuh barang cepat (karena jual melebihi jumlah barang yg dimiliki). Perdagangan right juga dilakukan di pasar tunai. 3. Pasar negosiasi: Penyerahan saham dan pembayaran bisa antara T+0 s.d. T+3, tergantung kesepakatan antara pembeli dan penjual. Harga nya pun juga bisa diluar ketentuan fraksi. Misalkan saja, kita bisa jualan harga saham di 1111, kalau pasar reguler bisanya di 1110 atau di 1120. Pasar negosiasi ini bisa dimanfaatkan bagi beli atau jualan dengan jumlah odd lot, maupun dengan jumlah block besar, atau bisa juga untuk transaksi tutup sendiri dimana dealnya sudah terjadi di luar bursa, tinggal menjalankan "balik nama" kepemilikan saham di lantai bursa. Kira2 itu gambaran singkatnya. Untuk detilnya, bisa dicari informasinya lebih jauh. Semoga bermanfaat. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu
