Ane setuju tuh..jual ke asing aja kalo lokal nga mau beli
emang awalnya sayang jual ke asing tp ke depannya pasti lebih baik krn
asing manajemennya lebih bagus in general dari pada di kelola lokal
Contoh indosat sesudah di ambil asing....sayangnya bablsa jual mayoritas
harusnya porsi terbesar tetap lokal
kalo perlu semua bumn di jual aja hingga 49%, 51% tetap
pemerintah+swasta yg pegang....jamin pasti ada perbaikan signifikan di
manajemennya


--- In [email protected], Irwan Ariston Napitupulu
<irwanariston@...> wrote:
>
> Total saham GIAA ada 22.640.996.000 lembar. Jadi, kalau hanya
3.008.406.725
> lembar itu cuma 13,28% saja dari total seluruh saham GIAA yg
diterbitkan.
> Kasih ke asing sajalah, toh dikasih ke asing semua juga mereka masih
> minoritas.
> Saham BUMN yg ada di BEI saat ini juga banyak koq yg kepemilikan
asingnya
> lebih dari 13%, santai2 saja tuh. :)
>
> Kalau ditunda2 penjualannya, kasihanlah tiga sekuritas plat merah yg
> terpaksa harus menanggung beban bunga terus. Mumpung lagi ada yg mau
beli,
> kasih sajalah. Mudah2an, setelah ada asing yg masuk ke jajaran direksi
> Garuda Indonesia nantinya, maka kinerja GIAA jadi makin baik dan
akhirnya
> bisa mengalahkan kinerja Air Asia. :)
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> 2012/3/7 Nico Adhitya nico.adhitya@...
>
> >
> >
> > *Jakarta* - Pemilik Kalla Grup, yang juga mantan Wapres Jusuf Kalla
(JK)
> > menegaskan tak berminat untuk menyerap sebagian saham Garuda yang
kini
> > masih dipegang 3 sekuritas BUMN. JK mengaku tak sanggup membeli
nilai saham
> > yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah itu.
> >
> > "Nggak minat, nggak sanggup, tidak pernah main saham. Lagi pula ini
kan
> > perusahaan BUMN," tegas JK kepada *detikFinance*, Rabu (7/3/2012)
> >
> > JK menuturkan beban saham yang harus ditanggung oleh 3 perusahaan
> > sekuritas BUMN itu suatu risiko bisnis. Sejak awal seharusnya para
> > perusahaan sekuritas sudah menghitung proyeksi harga saham yang bisa
> > diserap pasar.
> >
> > "Kan ada penjamin, namanya pedagang nggak selalu untung, dia harus
> > menjual, itu tergantung proyeksi sejak awal," katanya.
> >
> > Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan,
siap
> > merayu pengusaha nasional termasuk Sandiaga Uno, untuk memiliki
saham PT
> > Garuda Indonesia Tbk (GIAA) milik tiga perusahaan sekuritas. Dahlan
juga
> > menawarkan saham Garuda yang sepi peminat ini ke mantan Wakil
Presiden RI
> > Jusuf Kalla (JK).
> >
> > Dahlan mengaku tidak rela jika saham Garuda yang juga jadi kebanggan
> > negara, jatuh ke tangan asing. "Sekuritas yang pegang saham Garuda
sudah
> > ingin jual. Namun belum ada satupun perusahaan dalam negari yang
tertarik.
> > Semuanya asing. Saya prihatin, apa harus seperti itu? Apa ngga ada
> > pengusaha dalam negeri yang bisa bantu?," jelasnya.
> >
> > Lalu kemanakah Dahlan akan menawarkan saham GIAA? Ia hanya sempat
menyebut
> > Jusuf Kalla dan Sandiaga Uno, yang barang kali tertarik untuk
memiliki
> > saham Garuda.
> >
> > "Ya mungkin JK (Jusuf Kalla), atau Sandi (Sandiaga Uno). Ada satu
lagi
> > pengusaha asal Jawa Timur. Namun saya lewat media saja, nanti kalau
saya
> > tawarkan nanti disalahkan lagi," tuturnya.
> >
> > Keinginan ini menurut Dahlan datang dari aspirasi masyarakat. Jangan
lagi
> > ada perusahaan negara dimiliki asing. Karena sudah waktunya
masyarakat
> > mempunyai semangat yang sama dalam membangun perusahaan kebanggaan
> > Indonesia.
> >
> > "Saya tangkap suara masyarakat. Kita harus akhirnya jual-jual saham
ke
> > asing. Waktunya justru kita beli saham-saham di luar negeri. BUMN
haruslah
> > ekspasi. Kalau diizinkan, saya akan merayu," tambahnya.
> >
> > *"Saya tahu risiko harga saham Garuda mahal. Saya sedih. Saya ingin
> > menyentuh rasa nasionalisme. Siapa tahu ada yang bergerak menjadi
pemegang
> > saham Garuda dan ikut menyehatkan saham Garuda," tegas Dahlan.***
> > *
> > *
> > Seperti diketahui, tiga sekuritas plat merah PT Bahana Securities,
PT
> > Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas terpaksa menyerap saham
> > perdana (initial public offering/IPO) Garuda karena tidak laku di
pasar
> > karena dianggap terlalu mahal.
> >
> > Usai periode penawaran saham perdana Garuda, terdapat sisa saham
> > 3.008.406.725 lembar yang tidak terserap investor, dengan nilai Rp
2,256
> > triliun. Ketiganya terpaksa menyerap saham GIAA dengan porsi
berimbang dan
> > kini seluruhnya memiliki kepemilikan 8% dari total modal ditempatkan
dan
> > disetor penuh GIAA.
> > *(hen/dnl)*
> >
> > sumber :
> >
http://finance.detik.com/read/2012/03/07/115528/1859998/6/ditawari-dahla\
n-beli-saham-garuda-jk-saya-tak-pernah-main-saham
> >
> >
> >
>

Kirim email ke