Menyerap saham GIAA daripada jatuh ketangan asing ? hmmmm ... Wani Piro ? 2012/3/7 <[email protected]>
> ** > > > ** Tidak selalu yang dikelolah asing lebih baik. Namun pada umumnya jika > asing yg mau invest serius/long term akan terjadi transfer knowledge atau > experience. Sapa tau emirates, southwestern atau SQ mau beli saham GIAA, > Masalah tipe investor seperti ini ga mau cuma dpt saham porsi kecil, ga > ngefek. Maslahnya dikasih ga jual saham diatas 30%? > > Regards > > Jaya > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone > ------------------------------ > *From: * katrin <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Wed, 7 Mar 2012 20:39:11 +0700 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [saham] Yang nasionalis beli GIAA > > > > hehehe memang semua yang dikelola asing akan jadi lebih baik ? > > > Madoff juga orang asing :D Yang bikin dunia ekonomi jungkir balik juga > orang asing :D > > Indonesia growth masih bagus di negara lain banyak yang berantakan :d > Kalau perlu silahkan di cek bahwa yang masih membedakan gaji antara > expatriat dan local staff yah salah satunya di Indonesia ini...:d > > > sayang banget pak Irwan kok masih menganggap begitu :D > > > 2012/3/7 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > >> ** >> >> >> Total saham GIAA ada 22.640.996.000 lembar. Jadi, kalau hanya 3.008.406.725 >> lembar itu cuma 13,28% saja dari total seluruh saham GIAA yg >> diterbitkan. Kasih ke asing sajalah, toh dikasih ke asing semua juga mereka >> masih minoritas. >> Saham BUMN yg ada di BEI saat ini juga banyak koq yg kepemilikan asingnya >> lebih dari 13%, santai2 saja tuh. :) >> >> Kalau ditunda2 penjualannya, kasihanlah tiga sekuritas plat merah yg >> terpaksa harus menanggung beban bunga terus. Mumpung lagi ada yg mau beli, >> kasih sajalah. Mudah2an, setelah ada asing yg masuk ke jajaran direksi >> Garuda Indonesia nantinya, maka kinerja GIAA jadi makin baik dan akhirnya >> bisa mengalahkan kinerja Air Asia. :) >> >> jabat erat, >> Irwan Ariston Napitupulu >> >> >> 2012/3/7 Nico Adhitya <[email protected]> >> >>> >>> >>> *Jakarta* - Pemilik Kalla Grup, yang juga mantan Wapres Jusuf Kalla >>> (JK) menegaskan tak berminat untuk menyerap sebagian saham Garuda yang kini >>> masih dipegang 3 sekuritas BUMN. JK mengaku tak sanggup membeli nilai saham >>> yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah itu. >>> >>> "Nggak minat, nggak sanggup, tidak pernah main saham. Lagi pula ini kan >>> perusahaan BUMN," tegas JK kepada *detikFinance*, Rabu (7/3/2012) >>> >>> JK menuturkan beban saham yang harus ditanggung oleh 3 perusahaan >>> sekuritas BUMN itu suatu risiko bisnis. Sejak awal seharusnya para >>> perusahaan sekuritas sudah menghitung proyeksi harga saham yang bisa >>> diserap pasar. >>> >>> "Kan ada penjamin, namanya pedagang nggak selalu untung, dia harus >>> menjual, itu tergantung proyeksi sejak awal," katanya. >>> >>> Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, siap >>> merayu pengusaha nasional termasuk Sandiaga Uno, untuk memiliki saham PT >>> Garuda Indonesia Tbk (GIAA) milik tiga perusahaan sekuritas. Dahlan juga >>> menawarkan saham Garuda yang sepi peminat ini ke mantan Wakil Presiden RI >>> Jusuf Kalla (JK). >>> >>> Dahlan mengaku tidak rela jika saham Garuda yang juga jadi kebanggan >>> negara, jatuh ke tangan asing. "Sekuritas yang pegang saham Garuda sudah >>> ingin jual. Namun belum ada satupun perusahaan dalam negari yang tertarik. >>> Semuanya asing. Saya prihatin, apa harus seperti itu? Apa ngga ada >>> pengusaha dalam negeri yang bisa bantu?," jelasnya. >>> >>> Lalu kemanakah Dahlan akan menawarkan saham GIAA? Ia hanya sempat >>> menyebut Jusuf Kalla dan Sandiaga Uno, yang barang kali tertarik untuk >>> memiliki saham Garuda. >>> >>> "Ya mungkin JK (Jusuf Kalla), atau Sandi (Sandiaga Uno). Ada satu lagi >>> pengusaha asal Jawa Timur. Namun saya lewat media saja, nanti kalau saya >>> tawarkan nanti disalahkan lagi," tuturnya. >>> >>> Keinginan ini menurut Dahlan datang dari aspirasi masyarakat. Jangan >>> lagi ada perusahaan negara dimiliki asing. Karena sudah waktunya masyarakat >>> mempunyai semangat yang sama dalam membangun perusahaan kebanggaan >>> Indonesia. >>> >>> "Saya tangkap suara masyarakat. Kita harus akhirnya jual-jual saham ke >>> asing. Waktunya justru kita beli saham-saham di luar negeri. BUMN haruslah >>> ekspasi. Kalau diizinkan, saya akan merayu," tambahnya. >>> >>> *"Saya tahu risiko harga saham Garuda mahal. Saya sedih. Saya ingin >>> menyentuh rasa nasionalisme. Siapa tahu ada yang bergerak menjadi pemegang >>> saham Garuda dan ikut menyehatkan saham Garuda," tegas Dahlan.*** >>> * >>> * >>> Seperti diketahui, tiga sekuritas plat merah PT Bahana Securities, PT >>> Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas terpaksa menyerap saham >>> perdana (initial public offering/IPO) Garuda karena tidak laku di pasar >>> karena dianggap terlalu mahal. >>> >>> Usai periode penawaran saham perdana Garuda, terdapat sisa saham >>> 3.008.406.725 lembar yang tidak terserap investor, dengan nilai Rp 2,256 >>> triliun. Ketiganya terpaksa menyerap saham GIAA dengan porsi berimbang dan >>> kini seluruhnya memiliki kepemilikan 8% dari total modal ditempatkan dan >>> disetor penuh GIAA. >>> *(hen/dnl)* >>> >>> sumber : >>> http://finance.detik.com/read/2012/03/07/115528/1859998/6/ditawari-dahlan-beli-saham-garuda-jk-saya-tak-pernah-main-saham >>> >>> >>> >> > > > -- > Sent With Love *©* > > >
