Giaa ini masalahnya tidak berkutat asing, aseng atu pribumi....tidak penting 
itu.
DI juga berfikir menggunakan alasan nasionalis itu jg usang.
Lebih dari itu....giaa mempunyai sejarah panjang bagaimana itu ada...dan 
seberapa besar kontrak yg ada dan belum terlaksana. Dan masih banyak cerita 
dibalik giaa. Memang giaa msh belum layak utk di publikkan...tp sangat 
mengiurkan utk 10 tahun kedepan. 

Kl urusan 3 sekuritas yg tidak kuat.....bukan alasan...krn memang ada lokal  yg 
dr awal berniat memiliki beberapa porsi saham di giaa. 
Ditahan dulu....gak tau alasan krn gak ada dana atau memang ada hal lain....
Gak ngerti juga sih...:d


Regards

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Wed, 7 Mar 2012 13:41:40 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Yang nasionalis beli GIAA

Tidak selalu yang dikelolah asing lebih baik. Namun pada umumnya jika asing yg 
mau invest serius/long term akan terjadi transfer knowledge atau experience. 
Sapa tau emirates, southwestern atau SQ mau beli saham GIAA, Masalah tipe 
investor seperti ini ga mau cuma dpt saham porsi kecil, ga ngefek. Maslahnya 
dikasih ga jual saham diatas 30%?

Regards

Jaya
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: katrin <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 7 Mar 2012 20:39:11 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Yang nasionalis beli GIAA

hehehe memang semua yang dikelola asing akan jadi lebih baik ?

Madoff juga orang asing :D Yang bikin dunia ekonomi jungkir balik juga
orang asing :D

Indonesia growth masih bagus di negara lain banyak yang berantakan :d
Kalau perlu silahkan di cek bahwa yang masih membedakan gaji antara
expatriat dan local staff yah salah satunya di Indonesia ini...:d


sayang banget pak Irwan kok masih menganggap begitu :D


2012/3/7 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>

> **
>
>
> Total saham GIAA ada 22.640.996.000 lembar. Jadi, kalau hanya 3.008.406.725
> lembar itu cuma 13,28% saja dari total seluruh saham GIAA yg diterbitkan.
> Kasih ke asing sajalah, toh dikasih ke asing semua juga mereka masih
> minoritas.
> Saham BUMN yg ada di BEI saat ini juga banyak koq yg kepemilikan asingnya
> lebih dari 13%, santai2 saja tuh. :)
>
> Kalau ditunda2 penjualannya, kasihanlah tiga sekuritas plat merah yg
> terpaksa harus menanggung beban bunga terus. Mumpung lagi ada yg mau beli,
> kasih sajalah. Mudah2an, setelah ada asing yg masuk ke jajaran direksi
> Garuda Indonesia nantinya, maka kinerja GIAA jadi makin baik dan akhirnya
> bisa mengalahkan kinerja Air Asia. :)
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
>
> 2012/3/7 Nico Adhitya <[email protected]>
>
>>
>>
>> *Jakarta* - Pemilik Kalla Grup, yang juga mantan Wapres Jusuf Kalla (JK)
>> menegaskan tak berminat untuk menyerap sebagian saham Garuda yang kini
>> masih dipegang 3 sekuritas BUMN. JK mengaku tak sanggup membeli nilai saham
>> yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah itu.
>>
>> "Nggak minat, nggak sanggup, tidak pernah main saham. Lagi pula ini kan
>> perusahaan BUMN," tegas JK kepada *detikFinance*, Rabu (7/3/2012)
>>
>> JK menuturkan beban saham yang harus ditanggung oleh 3 perusahaan
>> sekuritas BUMN itu suatu risiko bisnis. Sejak awal seharusnya para
>> perusahaan sekuritas sudah menghitung proyeksi harga saham yang bisa
>> diserap pasar.
>>
>> "Kan ada penjamin, namanya pedagang nggak selalu untung, dia harus
>> menjual, itu tergantung proyeksi sejak awal," katanya.
>>
>> Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, siap
>> merayu pengusaha nasional termasuk Sandiaga Uno, untuk memiliki saham PT
>> Garuda Indonesia Tbk (GIAA) milik tiga perusahaan sekuritas. Dahlan juga
>> menawarkan saham Garuda yang sepi peminat ini ke mantan Wakil Presiden RI
>> Jusuf Kalla (JK).
>>
>> Dahlan mengaku tidak rela jika saham Garuda yang juga jadi kebanggan
>> negara, jatuh ke tangan asing. "Sekuritas yang pegang saham Garuda sudah
>> ingin jual. Namun belum ada satupun perusahaan dalam negari yang tertarik.
>> Semuanya asing. Saya prihatin, apa harus seperti itu? Apa ngga ada
>> pengusaha dalam negeri yang bisa bantu?," jelasnya.
>>
>> Lalu kemanakah Dahlan akan menawarkan saham GIAA? Ia hanya sempat
>> menyebut Jusuf Kalla dan Sandiaga Uno, yang barang kali tertarik untuk
>> memiliki saham Garuda.
>>
>> "Ya mungkin JK (Jusuf Kalla), atau Sandi (Sandiaga Uno). Ada satu lagi
>> pengusaha asal Jawa Timur. Namun saya lewat media saja, nanti kalau saya
>> tawarkan nanti disalahkan lagi," tuturnya.
>>
>> Keinginan ini menurut Dahlan datang dari aspirasi masyarakat. Jangan lagi
>> ada perusahaan negara dimiliki asing. Karena sudah waktunya masyarakat
>> mempunyai semangat yang sama dalam membangun perusahaan kebanggaan
>> Indonesia.
>>
>> "Saya tangkap suara masyarakat. Kita harus akhirnya jual-jual saham ke
>> asing. Waktunya justru kita beli saham-saham di luar negeri. BUMN haruslah
>> ekspasi. Kalau diizinkan, saya akan merayu," tambahnya.
>>
>> *"Saya tahu risiko harga saham Garuda mahal. Saya sedih. Saya ingin
>> menyentuh rasa nasionalisme. Siapa tahu ada yang bergerak menjadi pemegang
>> saham Garuda dan ikut menyehatkan saham Garuda," tegas Dahlan.***
>> *
>> *
>> Seperti diketahui, tiga sekuritas plat merah PT Bahana Securities, PT
>> Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas terpaksa menyerap saham
>> perdana (initial public offering/IPO) Garuda karena tidak laku di pasar
>> karena dianggap terlalu mahal.
>>
>> Usai periode penawaran saham perdana Garuda, terdapat sisa saham
>> 3.008.406.725 lembar yang tidak terserap investor, dengan nilai Rp 2,256
>> triliun. Ketiganya terpaksa menyerap saham GIAA dengan porsi berimbang dan
>> kini seluruhnya memiliki kepemilikan 8% dari total modal ditempatkan dan
>> disetor penuh GIAA.
>> *(hen/dnl)*
>>
>> sumber :
>> http://finance.detik.com/read/2012/03/07/115528/1859998/6/ditawari-dahlan-beli-saham-garuda-jk-saya-tak-pernah-main-saham
>>
>>
>>
>  
>



-- 
Sent With Love *©*

Kirim email ke