Saya mah sederhana sajalah mikirnya. Tarif Garuda Indonesia itu kalau diperhatikan, bisa mencapai hampir 2x tarif pesawat komersil lainnya seperti air asia atau pun lion air. Kalau saya pas terbang dengan garuda pas lagi ramai, bisa penuh. Lalu saya tanya dengan air crew nya, dia bilang kalau weekend atau peak season memang penuh, kalau hari2 biasa, rata2 terisi 60% atau lebih.
Nah, dari data tersebut, hitung2an kasar saya harusnya kinerja GIAA itu kinclong banget. Kenapa koq ngga kinclong2? Secara sederhana saja tentunya saya lalu mengambil kesimpulan ada yg harus diperbaiki di internal Garuda Indonesia agar kinerjanya bisa membaik. Perlu diingat, GIAA sudah go public lebih dari setahun. Belum terlihat peningkatan kinerja yg berarti. Kalau tidak salah salah satu tujuan dari GIAA go public adalah untuk mengurangi hutangnya yang besar tersebut. Cuma barusan saya cek lapkeu nya yang 2011 dan dibandingkan dengan yang 2010 (saat sebelum IPO), koq hutangnya masih segitu2 saja ya? Tidak ada pengurangan berarti, bahkan jumlah hutang di Q3 2011 malah lebih tinggi dari jumlah hutang di Q4 2010. Agak aneh juga sih. :) Soal asing atau lokal, bagi saya ngga ada masalah. Mau lokal, okay. Mau asing, okay. Saya pun juga ngga ada menulis bahwa asing lebih baik dari lokal. Cuma yg saya komentari adalah jangan hanya karena ada asing yg saat ini tertarik untuk mengambil saham GIAA dimana saham yg mau dibeli itu saat ini menjadi beban tiga perusahaan sekuritas BUMN yg ada, lalu ditolak. Urusan cash flow itu urusan yg sangat penting dan urgent bagi kehidupan sebuah perusahaan. Dari nada omongan meneg BUMN, saya bisa simpulkan kondisi cash flow tiga perusahaan sekuritas BUMN tersebut sudah dalam kondisi tidak nyaman lagi akibat terpaksa harus menampung saham GIAA waktu sisa IPO tahun lalu. Ini yang harus segera diselamatkan lebih dahulu menurut saya ketimbang berpikir soal asing atau tidak asing. Bila meneg BUMN belum mampu menyuntik dana tambahan ke tiga perusahaan sekuritas tersebut sebagai tambahan modal disetor, maka akan jauh lebih baik saham GIAA tersebut segera dilepas saja ke pembeli yang tertarik. Toh kalau dilepas semua saham yg dipegang oleh tiga perusahaan sekuritas BUMN sisa IPO tahun lalu itu hanya sekitar 13,28% saja sehingga asing pun kalau ambil semua, dia belum jadi mayoritas. Masih minoritas. Pemerintah RI masih mayoritas, sehingga kecemasan meneg BUMN bahwa Garuda Indonesia nantinya jadi terbang dengan bendera asing, sepertinya kurang beralasan. Setelah asing memiliki sekitar 13,28% tersebut, tentunya dia sudah berhak untuk menaruh wakilnya di jajaran direksi maupun komisaris GIAA. Nah, tulisan saya di bawah itu sedang mengatakan, siapa tahu saja dengan masuknya direksi baru maupun komisaris baru, kinerja GIAA itu bisa meningkat jadi lebih baik, lebih efisien, dst. Khan bisa saja asing yg masuk itu juga pemilik maskapai penerbangan yg lain sehingga GIAA bisa di sinergikan dengan maskapainya investor tersebut. Jadi, dalam menghadapi kesulitan cash flow saat ini seperti yg dialami oleh tiga perusahaan sekuritas BUMN tersebut, seorang CEO BUMN seperti Pak Dahlan Iskan, harus bisa ambil keputusan cepat dan tidak terlalu lama2 berpikir dan terlalu banyak pertimbangan. Karena musuh utama dari hutang adalah waktu. Semakin lama membereskan hutang, maka kondisinya bisa semakin parah. Kesalahan dalam mengelola hutang, bisa membuat sebuah perusahaan bagus atau prospektif sekalipun akan oleng dan bisa berakhir ambrug bila tidak cepat ditangani. Tapi kalau meneg BUMN berpikiran lebih baik tiga perusahaan sekuritas BUMN yg terpaksa pegang GIAA sisa IPO itu kembang kempis cash flow nya, dan bahkan terancam sesak napas, ketimbang harus menjual 13,28% saham GIAA yg ada di tiga sekuritas BUMN tersebut ke pihak investor yg ada dalam hal ini asing, ya ngga apa2 juga sih. Toh saya bukan pemilik tiga sekuritas BUMN tersebut. Mau dibubarkan dan dinyatakan bangkrut untuk tiga perusahaan sekuritas BUMN itu pun saya ngga ambil pusing koq. :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2012/3/7 katrin <[email protected]> > > > hehehe memang semua yang dikelola asing akan jadi lebih baik ? > > Madoff juga orang asing :D Yang bikin dunia ekonomi jungkir balik juga > orang asing :D > > Indonesia growth masih bagus di negara lain banyak yang berantakan :d > Kalau perlu silahkan di cek bahwa yang masih membedakan gaji antara > expatriat dan local staff yah salah satunya di Indonesia ini...:d > > > sayang banget pak Irwan kok masih menganggap begitu :D > > > 2012/3/7 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > >> ** >> >> >> Total saham GIAA ada 22.640.996.000 lembar. Jadi, kalau hanya 3.008.406.725 >> lembar itu cuma 13,28% saja dari total seluruh saham GIAA yg >> diterbitkan. Kasih ke asing sajalah, toh dikasih ke asing semua juga mereka >> masih minoritas. >> Saham BUMN yg ada di BEI saat ini juga banyak koq yg kepemilikan asingnya >> lebih dari 13%, santai2 saja tuh. :) >> >> Kalau ditunda2 penjualannya, kasihanlah tiga sekuritas plat merah yg >> terpaksa harus menanggung beban bunga terus. Mumpung lagi ada yg mau beli, >> kasih sajalah. Mudah2an, setelah ada asing yg masuk ke jajaran direksi >> Garuda Indonesia nantinya, maka kinerja GIAA jadi makin baik dan akhirnya >> bisa mengalahkan kinerja Air Asia. :) >> >> jabat erat, >> Irwan Ariston Napitupulu >> >> >> 2012/3/7 Nico Adhitya <[email protected]> >> >>> >>> >>> *Jakarta* - Pemilik Kalla Grup, yang juga mantan Wapres Jusuf Kalla >>> (JK) menegaskan tak berminat untuk menyerap sebagian saham Garuda yang kini >>> masih dipegang 3 sekuritas BUMN. JK mengaku tak sanggup membeli nilai saham >>> yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah itu. >>> >>> "Nggak minat, nggak sanggup, tidak pernah main saham. Lagi pula ini kan >>> perusahaan BUMN," tegas JK kepada *detikFinance*, Rabu (7/3/2012) >>> >>> JK menuturkan beban saham yang harus ditanggung oleh 3 perusahaan >>> sekuritas BUMN itu suatu risiko bisnis. Sejak awal seharusnya para >>> perusahaan sekuritas sudah menghitung proyeksi harga saham yang bisa >>> diserap pasar. >>> >>> "Kan ada penjamin, namanya pedagang nggak selalu untung, dia harus >>> menjual, itu tergantung proyeksi sejak awal," katanya. >>> >>> Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, siap >>> merayu pengusaha nasional termasuk Sandiaga Uno, untuk memiliki saham PT >>> Garuda Indonesia Tbk (GIAA) milik tiga perusahaan sekuritas. Dahlan juga >>> menawarkan saham Garuda yang sepi peminat ini ke mantan Wakil Presiden RI >>> Jusuf Kalla (JK). >>> >>> Dahlan mengaku tidak rela jika saham Garuda yang juga jadi kebanggan >>> negara, jatuh ke tangan asing. "Sekuritas yang pegang saham Garuda sudah >>> ingin jual. Namun belum ada satupun perusahaan dalam negari yang tertarik. >>> Semuanya asing. Saya prihatin, apa harus seperti itu? Apa ngga ada >>> pengusaha dalam negeri yang bisa bantu?," jelasnya. >>> >>> Lalu kemanakah Dahlan akan menawarkan saham GIAA? Ia hanya sempat >>> menyebut Jusuf Kalla dan Sandiaga Uno, yang barang kali tertarik untuk >>> memiliki saham Garuda. >>> >>> "Ya mungkin JK (Jusuf Kalla), atau Sandi (Sandiaga Uno). Ada satu lagi >>> pengusaha asal Jawa Timur. Namun saya lewat media saja, nanti kalau saya >>> tawarkan nanti disalahkan lagi," tuturnya. >>> >>> Keinginan ini menurut Dahlan datang dari aspirasi masyarakat. Jangan >>> lagi ada perusahaan negara dimiliki asing. Karena sudah waktunya masyarakat >>> mempunyai semangat yang sama dalam membangun perusahaan kebanggaan >>> Indonesia. >>> >>> "Saya tangkap suara masyarakat. Kita harus akhirnya jual-jual saham ke >>> asing. Waktunya justru kita beli saham-saham di luar negeri. BUMN haruslah >>> ekspasi. Kalau diizinkan, saya akan merayu," tambahnya. >>> >>> *"Saya tahu risiko harga saham Garuda mahal. Saya sedih. Saya ingin >>> menyentuh rasa nasionalisme. Siapa tahu ada yang bergerak menjadi pemegang >>> saham Garuda dan ikut menyehatkan saham Garuda," tegas Dahlan.*** >>> * >>> * >>> Seperti diketahui, tiga sekuritas plat merah PT Bahana Securities, PT >>> Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas terpaksa menyerap saham >>> perdana (initial public offering/IPO) Garuda karena tidak laku di pasar >>> karena dianggap terlalu mahal. >>> >>> Usai periode penawaran saham perdana Garuda, terdapat sisa saham >>> 3.008.406.725 lembar yang tidak terserap investor, dengan nilai Rp 2,256 >>> triliun. Ketiganya terpaksa menyerap saham GIAA dengan porsi berimbang dan >>> kini seluruhnya memiliki kepemilikan 8% dari total modal ditempatkan dan >>> disetor penuh GIAA. >>> *(hen/dnl)* >>> >>> sumber : >>> http://finance.detik.com/read/2012/03/07/115528/1859998/6/ditawari-dahlan-beli-saham-garuda-jk-saya-tak-pernah-main-saham >>> >>> >>> >> > > > -- > Sent With Love *©* > > > >
