hehehe memang semua yang dikelola asing akan jadi lebih baik ?

Madoff juga orang asing :D Yang bikin dunia ekonomi jungkir balik juga
orang asing :D

Indonesia growth masih bagus di negara lain banyak yang berantakan :d
Kalau perlu silahkan di cek bahwa yang masih membedakan gaji antara
expatriat dan local staff yah salah satunya di Indonesia ini...:d


sayang banget pak Irwan kok masih menganggap begitu :D


2012/3/7 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>

> **
>
>
> Total saham GIAA ada 22.640.996.000 lembar. Jadi, kalau hanya 3.008.406.725
> lembar itu cuma 13,28% saja dari total seluruh saham GIAA yg diterbitkan.
> Kasih ke asing sajalah, toh dikasih ke asing semua juga mereka masih
> minoritas.
> Saham BUMN yg ada di BEI saat ini juga banyak koq yg kepemilikan asingnya
> lebih dari 13%, santai2 saja tuh. :)
>
> Kalau ditunda2 penjualannya, kasihanlah tiga sekuritas plat merah yg
> terpaksa harus menanggung beban bunga terus. Mumpung lagi ada yg mau beli,
> kasih sajalah. Mudah2an, setelah ada asing yg masuk ke jajaran direksi
> Garuda Indonesia nantinya, maka kinerja GIAA jadi makin baik dan akhirnya
> bisa mengalahkan kinerja Air Asia. :)
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
>
> 2012/3/7 Nico Adhitya <[email protected]>
>
>>
>>
>> *Jakarta* - Pemilik Kalla Grup, yang juga mantan Wapres Jusuf Kalla (JK)
>> menegaskan tak berminat untuk menyerap sebagian saham Garuda yang kini
>> masih dipegang 3 sekuritas BUMN. JK mengaku tak sanggup membeli nilai saham
>> yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah itu.
>>
>> "Nggak minat, nggak sanggup, tidak pernah main saham. Lagi pula ini kan
>> perusahaan BUMN," tegas JK kepada *detikFinance*, Rabu (7/3/2012)
>>
>> JK menuturkan beban saham yang harus ditanggung oleh 3 perusahaan
>> sekuritas BUMN itu suatu risiko bisnis. Sejak awal seharusnya para
>> perusahaan sekuritas sudah menghitung proyeksi harga saham yang bisa
>> diserap pasar.
>>
>> "Kan ada penjamin, namanya pedagang nggak selalu untung, dia harus
>> menjual, itu tergantung proyeksi sejak awal," katanya.
>>
>> Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, siap
>> merayu pengusaha nasional termasuk Sandiaga Uno, untuk memiliki saham PT
>> Garuda Indonesia Tbk (GIAA) milik tiga perusahaan sekuritas. Dahlan juga
>> menawarkan saham Garuda yang sepi peminat ini ke mantan Wakil Presiden RI
>> Jusuf Kalla (JK).
>>
>> Dahlan mengaku tidak rela jika saham Garuda yang juga jadi kebanggan
>> negara, jatuh ke tangan asing. "Sekuritas yang pegang saham Garuda sudah
>> ingin jual. Namun belum ada satupun perusahaan dalam negari yang tertarik.
>> Semuanya asing. Saya prihatin, apa harus seperti itu? Apa ngga ada
>> pengusaha dalam negeri yang bisa bantu?," jelasnya.
>>
>> Lalu kemanakah Dahlan akan menawarkan saham GIAA? Ia hanya sempat
>> menyebut Jusuf Kalla dan Sandiaga Uno, yang barang kali tertarik untuk
>> memiliki saham Garuda.
>>
>> "Ya mungkin JK (Jusuf Kalla), atau Sandi (Sandiaga Uno). Ada satu lagi
>> pengusaha asal Jawa Timur. Namun saya lewat media saja, nanti kalau saya
>> tawarkan nanti disalahkan lagi," tuturnya.
>>
>> Keinginan ini menurut Dahlan datang dari aspirasi masyarakat. Jangan lagi
>> ada perusahaan negara dimiliki asing. Karena sudah waktunya masyarakat
>> mempunyai semangat yang sama dalam membangun perusahaan kebanggaan
>> Indonesia.
>>
>> "Saya tangkap suara masyarakat. Kita harus akhirnya jual-jual saham ke
>> asing. Waktunya justru kita beli saham-saham di luar negeri. BUMN haruslah
>> ekspasi. Kalau diizinkan, saya akan merayu," tambahnya.
>>
>> *"Saya tahu risiko harga saham Garuda mahal. Saya sedih. Saya ingin
>> menyentuh rasa nasionalisme. Siapa tahu ada yang bergerak menjadi pemegang
>> saham Garuda dan ikut menyehatkan saham Garuda," tegas Dahlan.***
>> *
>> *
>> Seperti diketahui, tiga sekuritas plat merah PT Bahana Securities, PT
>> Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas terpaksa menyerap saham
>> perdana (initial public offering/IPO) Garuda karena tidak laku di pasar
>> karena dianggap terlalu mahal.
>>
>> Usai periode penawaran saham perdana Garuda, terdapat sisa saham
>> 3.008.406.725 lembar yang tidak terserap investor, dengan nilai Rp 2,256
>> triliun. Ketiganya terpaksa menyerap saham GIAA dengan porsi berimbang dan
>> kini seluruhnya memiliki kepemilikan 8% dari total modal ditempatkan dan
>> disetor penuh GIAA.
>> *(hen/dnl)*
>>
>> sumber :
>> http://finance.detik.com/read/2012/03/07/115528/1859998/6/ditawari-dahlan-beli-saham-garuda-jk-saya-tak-pernah-main-saham
>>
>>
>>
>  
>



-- 
Sent With Love *©*

Kirim email ke