Salah satunya yang mempengaruhi adalah faktor keanekaragaman pakan, dan kemampuan beradatasi setiap jenis yang berbeda-beda. Biasanya didaerah terganggu kan kelimpahan pakannya sedikit, makanya hanya jenis-jenis pemakan itu saja yang hidup , Dan jenis lain yang berbeda pakannya terpaksa tereliminasi. Biasanya yang menikmati hidup di Daerah terganggu adalah jenis pemakan segala dan pemakan serangga.
Sent with my hearth On Nov 20, 2009, at 9:16 PM, Hasto P Irawan <[email protected]> wrote: Lagi bertanya2 neh dalam hati. Kenapa ya kepadatan populasi burung di disturbed habitat (habitat yg terganggu oleh aktivitas atau habitasi manusia, misalnya pedesaan atau bahkan perkotaan) seringkali lebih tinggi dibanding di habitat asli (hutan alam, yg tak dihuni manusia)? Gw sering masuk hutan, terutama hutan sub-montane, bukan hutan pantai atau dataran rendah. Seringnya yg gw alami adalah sunyi sepi, tak terlihat atau terdengar ada burung. Kalaupuan ada, jauh dan jarang banget terdengar atau terlihat. Padahal kalo di pedesaan jauh lebih mudah (dan otomatis jauh lebih sering) kita bisa liat atau mendengar kehadiran burung. Di perkotaan juga seringkali jauh lebih mudah ngeliat burung dibanding di hutan alam. Dan kehadirannya bukan cuma satu-dua seperti di hutan alam, tapi sering berpuluh2 sekaligus. Kenapa yaaa???? Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
