yups polanya mirip kayak di hutan primer dan sekundernya batang toru, sumatera utara. dari hasil penelitian saya memang jumlah spesies burung lebih banyak di hutan primer, akan tetapi dengan jumlah populasi yang lebig sedikit bila dibandingkan hutan sekundernya. mirip dengan bung iman, yang sering terlihat di hutan primer jenis 2 Timaliidae yang merupakan jenis pemakan serangga pada vegetasi lapisan bawah (understorey), selain itu burung pemangsa+pemakan buah juga banyak terlihat di hutan primer. sedangkan di hutan sekunder lebih banyak dari jenis Pycnonotidae.
yang mungkin jadi penyebabnya 1. keragaman strata lapisan vegetasi 2. mikro habitat (kayu mati, lubang di pohon, sungai kecil dll) 3. keragaman jenis vegetasi pada habitat tersebut. 4. gangguan pada habitat thanks. salam jihad KPB Nycticorax --- Pada Sen, 23/11/09, imanuddin <[email protected]> menulis: Dari: imanuddin <[email protected]> Judul: Re: [SBI-InFo] Kenapa populasi burung di disturbed habitat lebih tinggi dibanding di habitat asli? Kepada: [email protected] Tanggal: Senin, 23 November, 2009, 10:19 PM Ini pertanyaan yang sangat menarik, dan saya pikir ini fenomena unik yang juga dijumpai oleh banyak ahli burung. Gangguan yang terjadi pada hutan memang betul dapat meningkatkan keanekaragaman spesies burung, namun ini juga tergantung pada level gangguan dan juga sensitifitas spesies atau famili. Pada gangguan tingkat rendah hingga menengah pada suatu hutan sangat mungkin untuk mningkatkan keanekaragaman spesies. Hal ini terjadi karena kondisi habitat menjadi lebih heterogen dengan adanya tajuk yang terbuka. Kondisi ini mengakibatkan adanya penambahan spesies yang biasanya menyukai daerah terbuka. Namun pada tingkatan gangguan yang parah keanekaragaman spesies akan menurun meskipun akan kembali meningkat jika terjadi pemulihan habitat. Biasanya spesies yang mengalami penurunan jumlah adalah jenis pemakan serangga yang hidup di bawah tajuk. Sebagai contoh penelitian yang saya lakukan di TN Bukit Barisan Selatan pada hutan primer dan sekunder, terjadi penurunan yang significan pada jumlah spesies anggota famili Timaliidae yang merupakan kelompok pemakan serangga. Di hutan primer saya menjumpai 13 spesies namun di hutan sekunder hanya terdapat 5 spesies. Meskipun demikian secara keseluruhan jumlah spesies di hutan primer dan hutan sekunder di lokasi yang saya teliti sama hanya saja komposisi spesies yang menyusunnya berbeda. Di hutan primer lebih banyak spesies yang menyukai daerah terbuka seperti anggota pycnonotidae dan anggota sylviidae. Sedangkan di hutan primer lebih banyak spesies yang menyukai hutan rapat seperti Timaliidae. Iman ----- Original Message ----- From: Hasto P Irawan To: sbi-i...@yahoogroup s.com Sent: Friday, November 20, 2009 9:16 PM Subject: [SBI-InFo] Kenapa populasi burung di disturbed habitat lebih tinggi dibanding di habitat asli? Lagi bertanya2 neh dalam hati. Kenapa ya kepadatan populasi burung di disturbed habitat (habitat yg terganggu oleh aktivitas atau habitasi manusia, misalnya pedesaan atau bahkan perkotaan) seringkali lebih tinggi dibanding di habitat asli (hutan alam, yg tak dihuni manusia)? Gw sering masuk hutan, terutama hutan sub-montane, bukan hutan pantai atau dataran rendah. Seringnya yg gw alami adalah sunyi sepi, tak terlihat atau terdengar ada burung. Kalaupuan ada, jauh dan jarang banget terdengar atau terlihat. Padahal kalo di pedesaan jauh lebih mudah (dan otomatis jauh lebih sering) kita bisa liat atau mendengar kehadiran burung. Di perkotaan juga seringkali jauh lebih mudah ngeliat burung dibanding di hutan alam. Dan kehadirannya bukan cuma satu-dua seperti di hutan alam, tapi sering berpuluh2 sekaligus. Kenapa yaaa???? Pemerintahan yang jujur & bersih? Mungkin nggak ya? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com
