Ini pertanyaan yang sangat menarik, dan saya pikir ini fenomena unik yang juga 
dijumpai oleh banyak ahli burung. Gangguan yang terjadi pada hutan memang betul 
dapat meningkatkan keanekaragaman spesies burung, namun ini juga tergantung 
pada level gangguan dan juga sensitifitas spesies atau famili. Pada gangguan 
tingkat rendah hingga menengah  pada suatu hutan sangat mungkin untuk 
mningkatkan keanekaragaman spesies. Hal ini terjadi karena kondisi habitat 
menjadi lebih heterogen dengan adanya tajuk yang terbuka. Kondisi ini 
mengakibatkan adanya penambahan spesies yang biasanya menyukai daerah terbuka. 
Namun pada tingkatan gangguan yang parah keanekaragaman spesies akan menurun 
meskipun akan kembali meningkat jika terjadi pemulihan habitat. Biasanya 
spesies yang mengalami penurunan jumlah adalah jenis pemakan serangga yang 
hidup di bawah tajuk. Sebagai contoh penelitian yang saya lakukan di TN Bukit 
Barisan Selatan pada hutan primer dan sekunder, terjadi penurunan yang 
significan pada jumlah spesies anggota famili Timaliidae yang merupakan 
kelompok pemakan serangga. Di hutan primer saya menjumpai 13 spesies namun di 
hutan sekunder hanya terdapat 5 spesies. Meskipun demikian secara keseluruhan 
jumlah spesies di hutan primer dan hutan sekunder di lokasi yang saya teliti 
sama hanya saja komposisi spesies yang menyusunnya berbeda. Di hutan primer 
lebih banyak spesies yang menyukai daerah terbuka seperti anggota pycnonotidae 
dan anggota sylviidae. Sedangkan di hutan primer lebih banyak spesies yang 
menyukai hutan rapat seperti Timaliidae.

Iman
  ----- Original Message ----- 
  From: Hasto P Irawan 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, November 20, 2009 9:16 PM
  Subject: [SBI-InFo] Kenapa populasi burung di disturbed habitat lebih tinggi 
dibanding di habitat asli?


    
        Lagi bertanya2 neh dalam hati. Kenapa ya kepadatan populasi burung di 
disturbed habitat (habitat yg terganggu oleh aktivitas atau habitasi manusia, 
misalnya pedesaan atau bahkan perkotaan) seringkali lebih tinggi dibanding di 
habitat asli (hutan alam, yg tak dihuni manusia)? Gw sering masuk hutan, 
terutama hutan sub-montane, bukan hutan pantai atau dataran rendah. Seringnya 
yg gw alami adalah sunyi sepi, tak terlihat atau terdengar ada burung. 
Kalaupuan ada, jauh dan jarang banget terdengar atau terlihat.

        Padahal kalo di pedesaan jauh lebih mudah (dan otomatis jauh lebih 
sering) kita bisa liat atau mendengar kehadiran burung. Di perkotaan juga 
seringkali jauh lebih mudah ngeliat burung dibanding di hutan alam. Dan 
kehadirannya bukan cuma satu-dua seperti di hutan alam, tapi sering berpuluh2 
sekaligus.

        Kenapa yaaa????
       



  

Kirim email ke