-Pada habitat hutan yang memiliki vegetasi beragam memungkinkan burung bersembunyi pada tajuk-tajuk pohon yang tinggi atau tumbuhan bawah dengan suasana yang gelap sehingga tak terlihat pada waktu pengamatan, karena burung-burung tersebut seperti melakukan adaptasi morfologi seperti burung yang hidup di tajuk-tajuk pohon memiliki warna bulu (hijau) menyerupai warna daun, sedangkan jenis burung yang hidup dilantai hutan/tumbuhan bawah memiliki warna gelap (coklat). Jenis burung hutan sangat peka terhadap kehadiran manusia. Sedangkan di pedesaan/perkotaan yang memiliki vegetasi sedikit dan homogen sangat mudah untuk melihat burung dan burung-burung tersebut sudah terbiasa dengan manusia.
-Burung hutan termasuk dalam interior spesies yaitu jenis burung yang hanya bisa hidup di hutan, sedangkan burung di pedesaan/perkotaan termasuk dalam exterior spesies yaitu jenis burung yang dapat hidup pada beberapa tipe habitat salam alex From: Hasto P Irawan <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, November 20, 2009 9:16:52 PM Subject: [SBI-InFo] Kenapa populasi burung di disturbed habitat lebih tinggi dibanding di habitat asli? Lagi bertanya2 neh dalam hati. Kenapa ya kepadatan populasi burung di disturbed habitat (habitat yg terganggu oleh aktivitas atau habitasi manusia, misalnya pedesaan atau bahkan perkotaan) seringkali lebih tinggi dibanding di habitat asli (hutan alam, yg tak dihuni manusia)? Gw sering masuk hutan, terutama hutan sub-montane, bukan hutan pantai atau dataran rendah. Seringnya yg gw alami adalah sunyi sepi, tak terlihat atau terdengar ada burung. Kalaupuan ada, jauh dan jarang banget terdengar atau terlihat. Padahal kalo di pedesaan jauh lebih mudah (dan otomatis jauh lebih sering) kita bisa liat atau mendengar kehadiran burung. Di perkotaan juga seringkali jauh lebih mudah ngeliat burung dibanding di hutan alam. Dan kehadirannya bukan cuma satu-dua seperti di hutan alam, tapi sering berpuluh2 sekaligus. Kenapa yaaa????
