Dear Lidya Pei, Menjadi orang penting itu baik. Namun jauh lebih penting untuk menjadi orang baik.
Semoga banyak ya orang baik nantinya di Indonesia Agar kekayaan ini dapat terpelihara dengan baik sampai ke anak, cucu bahkan ke cicit-cicit, dts.....dts.....hehehe Bukan karena bangsawan, aku tertawan. Bukan karena pangkat, aku terpikat. Bukan karena cantik, aku tertarik. Bukan karena harta, aku mencinta. Namun . . . . . . Karena Negeri, Aku Mengabdi. Semoga kata2 dalam kalimat2 diatas ngga keliru ya. Karena banyak sekali kekeliruan penafsiran yang diungkapkan oleh Jaya Suprana dalam bukunya Antologi Kelirumologi sseett. . . sseett. . .eh ada ngga yang bisa bikin poster kata2 dari kalimat2 diatas ? tapi judulnya apa yach ? kalo ada, mohon postingkan yach. . . . yach. biar anak, cucu, cicit, dst. . . dts. ngeliat nantinya hehehe upsst , . . . kog anak, cucu, cicit kudu ndelo sih pa dhe ? mumet aku (kog anak, cucu, cicit harus ngeliat sih om ? pusing saya) kan . . . . . kaya itu harus, sederhana itu wajib. walah tambah mumet aku ngartiine dhe. . . . (wah ... wah tambah pusing aku mengartikannya) ben ae mumet . . . . sing penting aku wes kandani. (biar aja pusing yang penting saya sudah nasehatin) Salam Hormat, HB. ----- Pesan Asli ---- Dari: Lidya Pei <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Selasa, 26 Juni, 2007 9:37:00 Topik: Re: [Singkawang] Indonesia Miskin atau Kaya ? Dear Pak HB, Indonesia itu jelas jauh lebih kaya dibanding negara negara kecil yg disebutkan dicerita itu. Sekarang masalahnya kalo dibandingkan seumpama mengurus satu keluarga, Ortu jadi presidentnya, trus anaknya jadi rakyat. Nah yang mempunyai anak 2 dengan mempunyai anak 10 kan jauh lebih sulit yg mempunyai anak 10 itu kan. Mana rumahnya besar lagi, sering anak anak itu gak ketahuan ada diruangan yg mana, yg ada cuma laporannya doang, agak menyulitkan. Indonesia ini mirip dengan yg anaknya banyak trus rumahnya besar, udah dipisah dengan laut lagi jelas susah. Lebih celaka lagi anak anak ini sering nakal, dan bisa berkelit. Kasihan yg jadi President.Tidak segampang orang yg mencaci maki dan menghujat, siapa saja yg duduk dikursi itu aku yakin tidur mereka akan susah. --- Hidayat Boesran <[EMAIL PROTECTED] co.id> wrote: > > > Indonesia > miskin atau kaya ? > > > Februari 20th, 2006 — Rovicky > > > Memanfaatkan energi alternatif > seringkali mengundang diksusi, eh diskusi panjang … > (maksute alternatip itu > kali non BBM kali ya). Knapa Indonesia belum beralih > juga padahal sudah jelas > pemerintah kedodoran mensubsidi energi yg selama ini > sudah terlanjur dinikmati > rakyat lewat subsidi BBM. > > > Diskusi menarik di IAGI bahkan Prof Koesoema > menunjuk masalah > sederhananya soal duik, tapi apa iya duik ini saja > masalahnya ? > > > > > —–Original Message—– > > From: R.P. Koesoemadinata [mailto:koesoema@ net.id] > > > > > Masalahnya simple: tidak ada duit! > > > Ya … Yg tidak ada duit ini > pemerintahnya. > > > Pemerintah Indonesia ini miskin. > > Namun duit Indonesia berada di pejabat dan rakyatnya > sebagai asset pribadi. > > Problem lain soal duit ini adalah masalah distribusi > yg tidak merata serta > “mode of distribution mechanism” yg cenderung > menjadikan sebuah proses produksi > memiliki efisiensi yang rendah, secara mudahnya > menjadi boros energi. “Money > distribution mode” di Indonesia ini sering bentuknya > “palak-memalak” . > Masing-masing rakyat-pejabat- pemerintah ingin > enaknya tanpa kerja keras, ini > dimulai dari tukang parkir yg memungut bayaran > seenaknya, pengemis jalanan > hingga direktur perusahaan yg menghendaki proyek > dengan sogokan dll, termasuk > juga pemerintahan yg ingin meningkatkan pendapatan > negara dengan palak … eh > pajak!. Miskinnya pemerintah Indonesia ini > menjadikan kontrol jalannya > pemerintahan menjadi sangat lemah. > > > Berbeda dengan Malaysia yg > pemerintahnya kaya, sedang jumlah uang beredar di > penduduknya relatif lebih > sedikit dibanding Indonesia. Namun distribusinya > relatif lebih merata dengan > proses pemerataan pendapatan yg lebih baik. > > Dengan duit yg dimiliki pemerintah sehingga > pemerintah mampu memiliki kekuatan > kontrol terhadap jalannya pemerintahan. > > > Tapi apakah di Malesa ngga ada > korupsi? upst … tunggu dulu cara pemberantasan atau > lebih tepatnya “pembatasan” > korupsi di Malesa ini unik. Koruptor kelas kakap > dapat lebih leha-leha > dibanding di Indonesia, diem tenang2 saja tidak > dikejar-kejar. Sedangkan > koruptor kelas teri dikejar2 habis. Sehingga si > teri-teri kecil ini ngga > berkembang menjadi kakap. Pemberantasan kelas Kakap > hanya melahirkan teri-teri > kecil yang baru. Coba saja kalau ada koruptor > 10Milyar Rupiah, maka dia akan > dengan suka rela membagi 2 atau bahkan 6 milyar bagi > pelindung2nya. Artinya > dari satu percobaan penangkapan koruptor kelas kakap > berpotensi untuk munculnya > koruptor2 teri. Dan si teri ini kalau tidak > dibrantas ya selalu saja ada yg > lolos naik kelas kakap. > > > Nah kembali dengan negara > kaya-miskin … > > Berbeda lagi dengan Belanda …. Belanda termasuk > negara yang memiliki hutang > terbesar di dunia. Namun hutang tersebut hutang > terhadap rakyatnya dalam bentuk > obligasi. Sehingga pemeritahannya berhati-hati dan > selalu berusaha sebaik > mungkin terhadap rakyatnya yg memiliki duit. > > > RDP > > > > > “kaya itu harus, sederhana itu wajib” > > > > > > > > > > > > > > > ____________ _________ _________ _________ _________ ________ > > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > http://id.yahoo. com/ ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ Pinpoint customers who are looking for what you sell. http://searchmarket ing.yahoo. com/ <!-- #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;} #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;} #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;} #ygrp-text{ font-family:Georgia; } #ygrp-text p{ margin:0 0 1em 0;} #ygrp-tpmsgs{ font-family:Arial; clear:both;} #ygrp-vitnav{ padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;} #ygrp-vitnav a{ padding:0 1px;} #ygrp-actbar{ clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;} #ygrp-actbar .left{ float:left;white-space:nowrap;} .bld{font-weight:bold;} #ygrp-grft{ font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;} #ygrp-ft{ font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666; padding:5px 0; } #ygrp-mlmsg #logo{ padding-bottom:10px;} #ygrp-vital{ background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;} #ygrp-vital #vithd{ font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;} #ygrp-vital ul{ padding:0;margin:2px 0;} #ygrp-vital ul li{ list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee; } #ygrp-vital ul li .ct{ font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;} #ygrp-vital ul li .cat{ font-weight:bold;} #ygrp-vital a { text-decoration:none;} #ygrp-vital a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor #hd{ color:#999;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov{ padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;} #ygrp-sponsor #ov ul{ padding:0 0 0 8px;margin:0;} #ygrp-sponsor #ov li{ list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov li a{ text-decoration:none;font-size:130%;} #ygrp-sponsor #nc { background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;} #ygrp-sponsor .ad{ padding:8px 0;} #ygrp-sponsor .ad #hd1{ font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;} #ygrp-sponsor .ad a{ text-decoration:none;} #ygrp-sponsor .ad a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor .ad p{ margin:0;} o {font-size:0;} .MsoNormal { margin:0 0 0 0;} #ygrp-text tt{ font-size:120%;} blockquote{margin:0 0 0 4px;} .replbq {margin:4;} --> ________________________________________________________ Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! http://id.yahoo.com/
