Setuju Mbak, Merdeka................. 

Rini Yayuk Priyati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Menurut saya, kaya atau miskin 
tergantung bagaimana
cara kita memandangnya saja. kalau kita melihat ke
atas terus, maka miskinlah kita, tapi kalau kita
sesekali melihat ke bawah, pasti kita akan merasa
lebih beruntung.

Kalau tolak ukur kaya dan miskin diukur dari
besaran-besaran ekonomi makro,walaupun saya belajar
ekonomi (sekarang saya postgraduate student jurusan
economics di salah satu uni di Australia)menurut saya
ukuran-ukuran makro ekonomi adalah sesuatu yang
dipaksakan oleh dunia barat dan sangat tidak fair,
sehingga saya tidak terlalu percaya. Untuk
negara-negara barat yang seluruh sistem baik
pemerintah, swasta, bahkan rumah tangga sudah sangat
tertata dan terdokumentasi dengan baik, mungkin
ukuran-ukuran makro valid, tapi buat negara seperti
negara kita, dimana masih banyak penduduknya yang
menggantungkan diri dari sektor-sektor informal, tidak
akan semudah itu. Coba, pernahkah ada pencatatan omset
penjual pecel lele, bakso, es cendol, dan sebagainya
dipinggir jalan? Padahal kalau mau jujur berapa juta
orang yang menggantungkan hidupnya dari sektor-sektor
semacam itu, dan itu nggak pernah tercatat dalam PDB,
GNP, atau apalah namanya.

Kalau ada yang bilang kita nggak patriotis,
nasionalisme, atau miskin toleransi, saya rasa salah
besar. Saya bisa merasakan setelah jauh dari negeri
sendiri. Paling tidak rasa memiliki terhadap tetangga
dan lingkungan sosial kita masih jauh lebih baik
daripada yang saya rasakankan di sini.

Apalagi kalau sampai ada yang bilang kita miskin rasa
persaudaraan, saya tidak tahu, dimanakah dia selama
ini hidup? Saya adalah salah satu saksi hidup yang
saat terjadinya gempa di jogja tahun lalu yang saat
itu sudah melek dari tidur, dan kebetulan rumah
keluarga besar kami di Bantul, daerah yang paling
parah terkena gempa. Percaya atau tidak, hampir tidak
ada orang di kampung saya yang menangis waktu itu,
walaupun rumah kami hancur, kerabat kami tewas, karena
kami masih merasa memiliki satu sama lain. Kami
bertetangga bersama-sama memikul beban, tanpa ada yang
menyalahkan, dan maaf, tidak pernah mengemis-ngemis
bantuan. Karena kami tau diluar sana, masih banyak
orang Indonesia (kecuali yang ngomong kita miskin
persaudaraan mungkin) yang akan dengan sukarela
membantu kami.

Mungkin ini ungkapan kemarahan saya terhadap
komentar-komentar yang menurut saya (sekali lagi,
menurut saya) tidak tepat.

Jadi jangan pernah menyalahkan Indonesia dengan semua
yang terjadi, tanpa lebih dulu bertanya apa yang telah
kita lakukan selama ini secara pribadi buat Indonesia
(he..he..kok jadi njelimet ya....).

Dulu saya selalu merasa negara lain itu WAH, segala
sesuatunya pastilah lebih baik dinegeri orang, dan
saya juga merasa minder terutama dengan western
people. Tapi itu cerita lalu, di sini,kalau ada orang
bule yang tanya Where're you from? saya akan sangat
bangga menjawab INDONESIA. Menurut saya, negara saya
adalah tempat terindah di dunia. Kalaupun misalnya
sudah tidak ada turis yang mau datang ke Indonesia,
kenapa tidak kita sendiri yang menikmati keindahan
alam kita?
Bayangkan, untuk menanam rumput saja di Australia
susahnya bukan main, perlu disiram pagi sore dan
tenaga khusus yang memelihara rumput. Di Indonesia,
jangankan rumput, mau menanam buah-buahan saja,
tinggal buang bijinya di pekarangan, tanpa perlu
dipupuk dan disiram, beberapa tahun lagi pasti sudah
bisa kita nikmati hasilnya.

Jadi, kesimpulan saya, Saya sangat bangga jadi orang
Indonesia. Negeri terkaya dan tempat terindah yang
selalu saya rindukan.
Hik..hik..kok saya jadi sentimentil begini ya....
(Sori kepanjangan).

Kind Regards,
Rini



--- ardy prasetya wrote:

> 
> indonesia itu miskin patriotisme, miskin
> nasionalisme, miskin toleransi, 
> miskin kebersamaan, miskin maintenance/pemeliharaan,
> miskin rasa kesatuan, 
> miskin rasa persaudaraan, miskin kejujuran, susah
> dipungkiri juga miskin 
> pengetahuan untuk memanfaatkan kekayaannya.
> 
> regards,
> si miskin
> 
> >From: Hidayat Boesran 

> >Reply-To: [email protected]
> >To: [email protected]
> >Subject: [Singkawang] Re : Indonesia Miskin atau
> Kaya ?
> >Date: Tue, 26 Jun 2007 10:48:09 -0700 (PDT)
> >
> >Dear Lidya Pei,
> >
> >Menjadi orang penting itu baik.
> >Namun jauh lebih penting untuk menjadi orang baik.
> >
> >Semoga banyak ya orang baik nantinya di Indonesia
> >Agar kekayaan ini dapat terpelihara dengan baik
> sampai ke anak, cucu bahkan 
> >ke cicit-cicit, dts.....dts.....hehehe
> >
> >Bukan karena bangsawan, aku tertawan.
> >Bukan karena pangkat, aku terpikat.
> >Bukan karena cantik, aku tertarik.
> >Bukan karena harta, aku mencinta.
> >Namun . . . . . .
> >Karena Negeri, Aku Mengabdi.
> >
> >Semoga kata2 dalam kalimat2 diatas ngga keliru ya.
> >Karena banyak sekali kekeliruan penafsiran yang
> diungkapkan oleh Jaya 
> >Suprana dalam bukunya Antologi Kelirumologi
> >
> >sseett. . . sseett. . .eh ada ngga yang bisa bikin
> poster kata2 dari 
> >kalimat2 diatas ?
> >tapi judulnya apa yach ?
> >kalo ada, mohon postingkan yach. . . . yach.
> >biar anak, cucu, cicit, dst. . . dts. ngeliat
> nantinya hehehe
> >
> >upsst , . . . kog anak, cucu, cicit kudu ndelo sih
> pa dhe ? mumet aku 
> >(kog anak, cucu, cicit harus ngeliat sih om ?
> pusing saya)
> >
> >kan . . . . .
> >kaya itu harus, sederhana itu wajib.
> >
> >walah tambah mumet aku ngartiine dhe. . . . (wah
> ... wah tambah pusing aku 
> >mengartikannya)
> >ben ae mumet . . . . sing penting aku wes kandani.
> (biar aja pusing yang 
> >penting saya sudah nasehatin)
> >
> >Salam Hormat,
> >HB.
> >
> >
> >----- Pesan Asli ----
> >Dari: Lidya Pei 

> >Kepada: [email protected]
> >Terkirim: Selasa, 26 Juni, 2007 9:37:00
> >Topik: Re: [Singkawang] Indonesia Miskin atau Kaya
> ?
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Dear Pak HB,
> >
> >Indonesia itu jelas jauh lebih kaya dibanding
> negara
> >
> >negara kecil yg disebutkan dicerita itu. Sekarang
> >
> >masalahnya kalo dibandingkan seumpama mengurus satu
> >
> >keluarga, Ortu jadi presidentnya, trus anaknya jadi
> >
> >rakyat. Nah yang mempunyai anak 2 dengan mempunyai
> >
> >anak 10 kan jauh lebih sulit yg mempunyai anak 10
> itu
> >
> >kan. Mana rumahnya besar lagi, sering anak anak
> itu
> >
> >gak ketahuan ada diruangan yg mana, yg ada cuma
> >
> >laporannya doang, agak menyulitkan.
> >
> >Indonesia ini mirip dengan yg anaknya banyak trus
> >
> >rumahnya besar, udah dipisah dengan laut lagi jelas
> >
> >susah. Lebih celaka lagi anak anak ini sering
> nakal,
> >
> >dan bisa berkelit. Kasihan yg jadi President.Tidak
> >
> >segampang orang yg mencaci maki dan menghujat,
> siapa
> >
> >saja yg duduk dikursi itu aku yakin tidur mereka
> akan
> >
> >susah.
> >
> >
> >
> >--- Hidayat Boesran 

> wrote:
> >
> >
> >
> > >
> >
> > >
> >
> > > Indonesia
> >
> > > miskin atau kaya ?
> >
> > >
> >
> > >
> >
> > > Februari 20th, 2006 — Rovicky
> >
> > >
> >
> > >
> >
> > > Memanfaatkan energi alternatif
> >
> > > seringkali mengundang diksusi, eh diskusi
> panjang …
> >
> > > (maksute alternatip itu
> >
> > > kali non BBM kali ya). Knapa Indonesia belum
> beralih
> >
> > > juga padahal sudah jelas
> >
> > > pemerintah kedodoran mensubsidi energi yg selama
> ini
> >
> > > sudah terlanjur dinikmati
> >
> > > rakyat lewat subsidi BBM.
> >
> > >
> >
> > >
> >
> > > Diskusi menarik di IAGI bahkan Prof Koesoema
> >
> > > menunjuk masalah
> >
> > > sederhananya soal duik, tapi apa iya duik ini
> saja
> >
> > > masalahnya ?
> >
> > >
> >
> > >
> >
> > >
> >
> > >
> >
> > > —–Original Message—–
> >
> > >
> >
> > > From: R.P. Koesoemadinata [mailto:koesoema@
> net.id]
> >
> > >
> >
> 
=== message truncated ===




____________________________________________________________________________________
Choose the right car based on your needs. Check out Yahoo! Autos new Car Finder 
tool.
http://autos.yahoo.com/carfinder/


=====================================================
Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply

United Singkawang - [http://www.singkawang.us]
Friendster - [http://www.friendster.com/singkawang]
===================================================== 
Yahoo! Groups Links





 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke