BALIKPAPAN: Jalan Trans Kalimantan, khususnya lintas Kalimantan Timur, kondisinya saat ini masih rusak parah, diperkirakan kemampuan daya tahan jalan lintas sekitar 7-8 ton dan perbaikannya tidak akan rampung hingga Lebaran akibat minimnya anggaran.
Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman dan Prasarana Wilayah Kalimantan Timur terus mengerjakan perbaikan jalan yang rusak. Namun perbaikan tersebut tidak akan selesai hingga hari raya mendatang. "Ada beberapa puluhan titik longsor. Khususnya yang berada di jalan Sengata-Muara Wahau," jelas Husinsyah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Prasarana Wilayah Kaltim, saat dihubungi Bisnis melalui telepon seluler, kemarin. Selain puluhan titik longsor, kerusakan parah juga terjadi di ruas jalan Bontang-Sengata, tepatnya di sepanjang Taman Nasional Kutai, panjang jalan 55 kilometer itu 60% fisiknya rusak. Di jalan yang merupakan satu-satunya pintu masuk ke Sengata Kutai Timur ini, dipenuhi lubang besar. Jarak tempuh biasanya? memakan waktu satu jam bila kondisi jalan baik, tapi sekarang ditempuh tiga jam tiba di Sengata. Anggaran minim Dinas PU dan Kimpraswil, lanjut Husinsyah, terpaksa hanya melakukan penambalan jalan-jalan yang berlubang. "Kita tidak mungkin memperbaiki semua. Sebab anggarannya hanya Rp5 miliar. Untuk anggaran reguler yang dipakai untuk pemeliharaan dan rehab jalan sebesar Rp500 miliar. Sementara itu,untuk ruas jalan yang menghubungkan antara Kaltim dan Kalimantan Selatan kondisi jalan relatif baik. Tepatnya di perbatasan Kalsel tepatnya di Batu Aji, Kabupaten Paser, hingga Kecamatan Malinau, Kabupaten Malinau. Setidaknya panjang jalan mencapai 1.000 kilometer. Hanya saja, kata Husinsyah, Kabupaten Penajam Paser Utara- Kabupaten Paser kondisinya berbeda, banyak permukaan jalan yang berlubang. "Perbaikan terus kami usahakan," jelasnya. Dua lokasi jalan ambles dari pantauan Bisnis juga terjadi di ruas jalan Kota Balikpapan-Samarinda. Jalan ambles tersebut berada di KM 11 dan KM 23 dari arah Balikpapan. Jalan dengan panjang jalan 115 kilometer dengan lebar 7 meter ini merupakan jalur padat. Penanganan di dua lokasi itu terganggu karena hujan yang sudah berlangsung beberapa pekan ini. Lebar amblesan hampir memakan separuh lebar jalan. Akibatnya, saat melalui titik tersebut, kendaraan harus lewat bergantian. Bila dalam kondisi padat, panjang antrean kendaraan bisa mencapai 3-4 kilometer. "Jalan ini kami prioritaskan. Karena ini jalan masuk." Informasi yang diperoleh menyebutkan, untuk lokasi jalan ambles di KM 23 dari Balikpapan, belum bisa dikerjakan, karena masih dalam proses lelang. Ruas Samarinda-Bontang sepanjang 120 kilometer relatif baik. Selanjutnya ruas Tanjung Redeb-Tanjung Selor, ibu kota Kabupaten Bulungan sekitar 100 kilometer. Jalan relatif baik, aspal selebar 6 meter. Namun, ada beberapa titik longsor. Dari Pontianak dilaporkan, pemerintah kabupaten/kota di Kalimantan Barat yang wilayahnya masuk jalur utama arus mudik maupun balik Lebaran diimbau memperbaiki infrastruktur jalan untuk menghindari kecelakaan lalu lintas. "Misalnya jalan masuk ke Kota Singkawang, ada ruas yang rusak dan kerap menimbulkan kecelakaan lalu lintas seperti yang dialami rombongan Safari Ramadhan 1429 Hijriyah Gubernur Kalbar, Kamis kemarin," kata anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kalbar, Zainal Abidin di Pontianak, kemarin seperti dikutif Antara. (k13) Sumber : www.bisnis.com
