SINGKAWANG-Karyawan PDAM Sambas di Singkawang mogok kerja, Selasa (23/9) siang. 
Sejak saat itu, mereka tidak mengalirkan air bersih ke konsumen. Aksi ini 
dilakukan karena tunjangan hari raya (THR) belum dibayarkan perusahaan 
sekaligus meminta adanya perbaikan manajemen. "Aliran air kami matikan mulai 
pukul 2 siang sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata Lutfi, seorang 
karyawan pada Pontianak Post, kemarin.

Menurut dia, aksi ini bukan hanya dilakukan di Singkawang tetapi juga di 
seluruh jajaran PDAM Sambas di tempat lain. "Sampai hari ini, THR untuk kami 
belum cair. Tidak muluk-muluk, kami cuma minta sama seperti tahun lalu, THR 
minimal satu kali gaji pokok," ujarnya. Lutfi juga menyebutkan, sebelum aksi 
ini digelar, pihaknya telah mencoba berkoordinasi dengan pimpinan (Direktur 
PDAM Sambas, red). Namun sangat disayangkan karena menurut Lutfi, pimpinan PDAM 
terkesan menghindar. "Direktur ngelak-ngelak," katanya.

Bahkan, opsi yang ditawarkan oleh pihak perusahaan kepada karyawan dinilai 
tidak masuk akal. Perusahaan menyatakan akan menjadikan gaji bulan Oktober 
sebagai THR karyawan sementara gaji Oktober akan dibayarkan kemudian. 
"Rencananya, tanggal 25 gaji Oktober sudah akan dibayarkan. Sama seperti PNS 
yang juga sudah gajian tanggal 25. Namun, belakangan uang gaji itu mau 
dijadikan THR dan gaji Oktober ditunda. Kami tidak bisa terima tawaran 
tersebut. Masa' dimundurkan lagi," jelasnya.

Aksi ini pun terkait dengan tuntutan perbaikan manajemen sebagaimana 
dilontarkan oleh para karyawan sejak beberapa waktu lalu. "Tuntutan kami itu 
kan sudah lama, tetapi sampai sekarang belum ditanggapi serius," ujar dia. 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah karyawan telah mengajukan mosi 
tidak percaya terhadap pimpinan PDAM dan meminta adanya kepemimpinan yang baru. 
Lutfi berharap, dengan adanya aksi ini, tuntutan mereka mendapatkan perhatian 
serius dari pihak pemerintah.

Sementara itu, ketika coba dikonfirmasi, Direktur PDAM Sambas, Sulaiman SH 
belum dapat dihubungi. Ponsel yang bersangkutan sedang tidak aktif. Menurut 
penuturan seorang karyawan, Sulaiman sedang berada di luar kota. Mimi, seorang 
pelanggan yang bermukim di Kelurahan Jawa menyayangkan aksi mogok ini. 
Pasalnya, aksi tersebut mengakibatkan pelayanan kepada konsumen menjadi 
terganggu. Dia berharap masalah di internal PDAM segera dipecahkan supaya mogok 
kerja tidak berlarut-larut. Pemerintah dan DPRD diharapkan dapat turun tangan 
demi kepentingan konsumen. "Kalau terlalu lama air tidak mengalir, bisa repot. 
Apalagi Lebaran sudah di depan mata," katanya.(rnl)

Sumber : www.pontianakpost.com

Kirim email ke