Tes tingkat kepornoan otak 
http://www.creativethinking.net/DE10_NineDolphins.htm

Untuk anak kecil yang masih fitrah, riset menyatakan mereka akan 
melihat sembilan ikan lumba2. 

Moral of the story:
1. Ayo teruskan diskursus ini, tapi tujuannnya bukan untuk 
menghentikan RUU Anti Pornografi. melainkan ingin memperjelas 
makhluk seperti apa pornografi itu dan seperti apa batasannya. kalo 
pengennya langsung dibatalkan RUU tsb, sayang bgt energi kita udah 
dibuang-buang berdebat tanpa hasil maju.

2. Selamatkan anak dan generasi kita dari atmosfer dan environment 
yang bisa merusak fitroh mereka.



--- In [email protected], "ade rinto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>  
> 
> 
> 
> Kok cuma 3 bang
> <http://mail.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/01.gif>  ? yang 
dua
> lagi mana?   
<http://mail.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/04.gif>
> kalo saya sih tidak menolak RUU Pornografi tapi isinya yang saya 
tolak,
> alasannya:
> 
> 
> 1. RUU Pornografi adalah Inskonstitusional, artinya bertentangan 
dengan
> UUD 1945. 
>     Pasal 1 RUU Porno eh Pornografi
> <http://mail.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/04.gif>  
> - Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia 
dalam
> bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, 
gambar
> bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau 
bentuk
> pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi 
dan/atau
> pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual
> dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat ---> 
Tidak
> memiliki kepastian hukum dalam hal apa sesuatu dapat disebut
> membangkitkan hasrat seksual. Si A lihat wanita memakai bikibi
> terangasang, tapi si B biasa-biasa saja, trus yang benar yang 
mana? [ade
> rinto] sangat jelas hal ini dapat diterapkan dalam semua suku di
> Indonesia karena sudah pasti masing-masing suku dan budaya 
memiliki adat
> istiadat yang berbeda dalam hal ini apabila ada masyarakat dari 
Papua
> datang ke Jakarta sangat tidak mungkin hanya menggunakan sali atau
> koteka begitupun apabila kita datang ke pedalaman Papua jangan
> tersinggung apabila mereka hanya menggunakan sali atau koteka 
apalagi
> sampai dibawa kedalam pengadilan. tentunya ini sangat Bhinneka 
Tunggal
> Ika.
>     
>      Pasal 14 dan penjelasan RUU Pornografi
> -Pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan materi seksualitas dapat
> dilakukan untuk kepentingan dan memiliki nilai: 
> a.seni dan budaya; 
> b.adat istiadat; dan
> c.ritual tradisional. 
> - Penjelasan: Yang dimaksud dengan "materi seksualitas" adalah 
materi
> yang tidak mengandung unsur yang dapat membangkitkan hasrat seksual
> dan/atau tidak melanggar kesusilaan dalam masyarakat, misalnya 
patung
> telanjang yang menggambarkan lingga dan yoni.---> Bos, FYI di Candi
> Borobudur itu reliefnya banyak menggambarkan lingga dan yoni
> persengamaan dll, masa Candi Borobudur mau dihancurkan? Pikir 
panjang
> dong bos !!![ade rinto]  tolong baca lagi point a pasal 14 disitu 
sangat
> jelas kalau yang berhubungan dengan senibudaya masih diperbolehkan
> bahkan sangat dihargai.
>     Pasal ini bertentangan dengan Pasal 32 UUD 1945 Amandemen IV: 
(1)
> Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban 
dunia
> DENGAN MENJAMIN kebebasan masyarakat dalam memelihara dalam
> mengembangkan nilai-nilai budayanya.
> 
> 
> 2. RUU Pornografi tidak efektif
> Karena untuk hal-hal yang diatur dalam RUU Pornografi sudah ada.
> Mengenai kejahatan seksual, sudah ada KUHP, mengenai perlindungan 
anak
> sudah ada UU perlindungan anak, jadi tidak perlu lagi diatur dalam 
UU
> yang lebih khusus.
> [ade rinto] Ada beberapa kasus di Indonesia karena hanya mengacu 
pada
> KUHP Perlindungan anak malah berbalik menjadukan korban sebagai
> terpidana. 
> 
> 
> 3. RUU Pornografi bersifat diskriminatif dan terlalu memojokan
> perempuan. Hal ini dapat dibuktikan karena dalam proses 
pembentukanya,
> lembaga-lembaga Perempuan tidak diakomodir pendapatnya.
> [ade rinto] Justru hal ini sangat menghargai perempuan bukankah 
kalau
> kita memiliki barang berharga tidak untuk dipamer-pamerkan 
semaunya tapi
> hanya seperlunya kecuali kalau ada yang berpendapat lain bahwa
> mempertontonkan paha dada adalah hal yang lumrah di budaya kita.
> Selama ini kita masih mengacu pada budaya materialisme yang melulu
> mengutamakan jasad tapi kalau melihat lebih dalam justru orang-
orang
> yang sudah mencapai taraf sangat berlimpah materinya ingin 
berpulang ke
> maknawi (ruhiyah).
> Ada baiknya kalau melihat lebih mendalam isi dan ruh dari RUU ini
> sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.
>  
> Tapi saya tetap sepakat mengenai "mengutip dari Frans Mangis Suseno
> "..isinya (UU Pornografi red.) harus lebih tajam". Terakhir 
mengutip
> bang Iwan Fals "... biar moral kami yang urus" buat anggota DPR 
masih
> banyak hal yang lebih penting yang harus dipikirkan; kelangkaan 
bahan
> bakar, kenaikan harga, pegawasan pelaksaan 20% anggaran pendidikan
> sesuai amanat UUD, dll."
>  
>  
> Salam Damai Kami Sepanjang Hari ah....
> AdeRinto 
> Bio-1/93  
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: ACHMAD SUTRIADI <[EMAIL PROTECTED]>
> To: "[email protected]" <[email protected]>
> Sent: Wednesday, September 24, 2008 6:49:16 AM
> Subject: Re: [sma1bks] 5 Kekeliruan Berpikir Bagi Penolak RUU 
Pornografi
> 
> 
> 
> 
> Setelah diteliti... kebanyakan orang yang menolak RUU APP adalah: 
> 
>  
> 
> 1. Oknum yang mempunyai usaha yang berkaitan dengan Seks...
> 
>      Usaha Bokep, Usaha Pijit plus2, Usaha Night Club, Usaha 
Majalah
> Porno, Usaha Kalender Porno
> 
> Pengusaha dan orang yang berkaitan dengan usaha esek2 ini adalah 
orang
> yang paling lantang menolak RUU APP.
> 
> Ya mo gimana lagi, kerjaannya kan mencari duit dengan cara 
menghancurkan
> Akhlak orang...
> 
> Kalo ada RUU APP, mereka bingung makan apa... selama ini duit yg
> mengalir kekantong mereka berasal dari kebejatan moral oknum 
masyarakat 
> 
> 2. Oknum Masyarakat yang gemar Seks Bebas..
> 
>     Seperti yang udah diketahui bersama, Budaya Barat yang Liberal 
bin
> Amoral sudah merasuki pemikiran rakyat Indonesia
> 
> Kurangnya pemahaman agama (Agama cuma status) membuat oknum 
masyarakat
> doyan dengan hal2 yang berkaitan dengan seks.
> 
>  Ya Doyan Bokep, Doyan Beli Majalah Play Boy, Doyan Make Jablay, 
Doyan
> Pijit Seks, dan buruknya Doyan Perkosa atau doyan melakukan 
pelecehan
> seksual terhadap orang lain.
> 
> 3. Orang yang tidak mengerti manfaat RUU APP
> 
>     Selain dari ke dua type diatas, masyarakat yang menolah RUU APP
> adalah masyarakat yang masih belum mengerti Manfaat RUU APP. 
> 
> Kalo memang ragu atau takut dengan RUU APP, seharusnya type-3 ini
> melanjutkan aspirasinya ke DPR.
> 
> Toh pada dasarnya Type ke-3 ini adalah masyarakat yang bukan 
bermental
> bejat seperti type ke-1 dan ke-2. 
> 
> So kalo memang punya opini RUU APP itu bisa berfaedah buruk, 
sebaiknya
> masyarakat type ke-3 ini berdiskusi dengan anggota DPR.
> 
>  Jangan hanya bersikap Skeptis dengan alasan yang mengada-ngada 
(Seperti
> DisIntegrasi) .
> 
>  
> 
> Yang patut dikedepankan seharusnya adalah bagaimana dalam 
penerapannya
> nanti RUU APP tidak keluar jalur.
> 
> Sehingga jika RUU APP sudah berjalan, tidak ada kesalah-pahaman 
atau
> kesalahan dalam penerapan ataupun pengontrolan.
> 
> Pada dasarnya semua Agama tidak mengajarkan pemeluknya untuk 
bermental
> bejat dan memiliki akhlak yang buruk.
> 
> Namun beberapa dari pemeluk agama sudah melupakan nilai agama2nya
> sehingga dalam kehidupannya lebih condong kepada Aspek Duniawi 
tanpa ada
> Rambu Agama
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
> 
> 
> ------- Original Message -------
> Sender : Adi Pradana<[EMAIL PROTECTED] com>
> Date : Sep 24, 2008 04:08 (GMT+07:00)
> Title : Re: [sma1bks] 5 Kekeliruan Berpikir Bagi Penolak RUU 
Pornografi
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> "Mereka mencontoh kehidupan di sinetron, tayangan perkosaan di 
televisi,
> video porno dan sebagainya. Mereka menilai itu kehidupan nyata, 
padahal
> virtual, hanya pencitraan media, komoditifikasi " 
> 
> kutipan di atas salah satu KATA KUNCI, mengapa RUU pornografi
> diperlukan. 
> 
> kita pasti tahu istilah REWARD & PUNISHMENT, 
> 
> dan lazim dimanapun kita berada ada aturan main, disekolah, 
dikantor...
> dst 
> 
> RUU Pornografi bagian dari itu ! 
> 
> Anda setuju atau tidak Pornografi HARUS DIATUR !!! 
> 
> salah satunya karena tayangan di TV sudah amburadul, ngak karuan. 
> 
> JIKA ANDA SALAH SATU ORANG TUA yang tidak ingin Anak & keturunannya
> terpengaruh dampak PORNOGRAFI ini, MAKA ANDA HARUS MENDUKUNG RUU 
ini !!!
> 
> 
> JANGAN HANYA BERPANGKU TANGAN ATAU MALAH CUCI TANGAN, 
> 
> Terima Beres & TIDAK MAU TURUT ANDIL dalam urusan ini. 
> 
> JANGAN NAIF !!! 
> 
> MINIMAL DUKUNG HAL INI UNTUK ANAK ANDA !!! 
> 
> INGAT !!! 
> 
> AZAB ALLAH tidak hanya ditimpakan pada orang yang bermaksiat saja, 
akan
> tertapi Orang yang taat beribadah dan beriman juga akan 
merasakannya
> terlebih dahulu. 
> 
> Wallahu a'lam... 
> 
> " YA ALLAH SELAMATKANLAH KELUARGA KAMI DARI AZAB API NERAKA, 
> 
> DAN TUNJUKKANLAH KAMI YANG BENAR ITU BENAR & KUATKANLAH KAMI UNTUK
> MENJALANKANNYA, 
> 
> DAN TUNJUKKANLAH KAMI YANG SALAH ITU SALAH & KUATKANLAH KAMI UNTUK
> MENJAUHKANNYA "
> AMIIN 
> 
> 
> Saprudin Ade M
> IPA-2'97
> PT Sime Darby Offshore Eng
> 
> --- On Tue, 9/23/08, ahmad usmar <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
> 
> 
> From: ahmad usmar <[EMAIL PROTECTED] com>
> Subject: Re: [sma1bks] 5 Kekeliruan Berpikir Bagi Penolak RUU 
Pornografi
> To: [EMAIL PROTECTED] .com
> Date: Tuesday, September 23, 2008, 9:45 AM
> 
> 
> wah, barang sensitif tuh, sudah sepuluh tahun gak beres-beres. DPR-
nya
> gemblung rek, kalau ditanya gak pernah jelas soal ini. Fraksi yang 
nolak
> argumennya juga ganti-ganti, yang menerima alasannya juga melintir 
ke
> kanan dan ke kiri. Berapa banyak aturan yang dibuat dpr dan 
pemerintah
> gak pernah jalan, satu aturan tumpang tindih dengan aturan yang 
lain.
> Baru disahkan setahun, sudah direvisi. 
>  
> Saya sendiri gak peduli RUU Pornografi disahkan atau tidak oleh 
DPR.
> Jangan-jangan cuma komoditas politik menjelang pemilu 2009, baik 
yang
> nolak maupun terima. Mohon maaf kalau saya meragukan ketulusan para
> wakil rakyat itu. 
>  
> Saya memang khawatir dengan pornografi yang merebak, apalagi di era
> globalisasi ini. Bayangkan, setiap hari selalu saja ada video 
amatir
> mesum yang dibuat oleh putera-puteri tercinta kita. Tak peduli di 
kota,
> bahkan sudah merebak jauh ke pelosok, ke daerah-daerah yang kuat 
nuansa
> islamnya, seperti daerah Priangan atau Jawa Timur. Saya selalu 
mencibir
> jika ada yang bilang: pornografi seharusnya dididik saja di 
lingkungan
> keluarga, tak perlu regulasi. Wah, itu pikiran utopis. Coba kita 
lihat
> pengalaman para lelaki di perkotaan (mohon maaf): apakah ibu atau 
bapak
> mereka tahu, kapan anaknya nonton video porno, backstreet, atau
> masturbasi? Jangankan anak-anak, bapak-bapak saja suka buka gambar 
dan
> situs porno ketika nge-net di kantor. Tapi, seberapa hebat pun 
dilarang,
> saya pesimis kalau itu efektif. Kejahatan pasti punya jalan sendiri
> untuk melanggarnya. 
>  
> Terus terang sebagai orang tua saya gamang: gimana dengan anak saya
> nanti? Sekarang saja sudah ancur-ancuran. Di pedesaan, jauh di 
gunung
> sana, angka hamil di luar nikah sekarang sudah menjulang. Mereka
> mencontoh kehidupan di sinetron, tayangan perkosaan di televisi, 
video
> porno dan sebagainya. Mereka menilai itu kehidupan nyata, padahal
> virtual, hanya pencitraan media, komoditifikasi. 
>   
> 
> Ingin menyerahkan bulat-bulat ke dunia pendidikan, juga tak begitu
> percaya. Mereka cuma dilatih menghafal ayat, tanpa mempertajam isi 
dan
> makna, apalagi tingkah laku. Tapi, sesuatu harus dilakukan, betapa 
pun
> kecilnya. Saya yakin setiap jaman, punya obat yang berbeda-beda 
buat
> masyarakatnya. Tuhan sudah memberi kitab suci, mungkin 
aktualisasinya
> yang perlu dicari. Apa RUU pornografi salah satu jawabannya? 
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: susanto . <[EMAIL PROTECTED] com>
> To: [EMAIL PROTECTED] com
> Cc: [EMAIL PROTECTED] ups.com; [EMAIL PROTECTED] .com; 
statunpad99@
> yahoogroups. com; statunpadnet@ yahoogroups. com
> Sent: Tuesday, September 23, 2008 21:21:14
> Subject: [sma1bks] 5 Kekeliruan Berpikir Bagi Penolak RUU 
Pornografi
> 
> 
> 
> "Mereka menolak membuktikan, mereka belum siap berdemokrasi, karena
> mereka tak menghormati proses panjang wakil rakyat mendiskusikan 
RUU
> ini," terang Muzammil. 
> 
>   
> 
> Jakarta - Meski RUU Pornografi akan segera disahkan, pro kontra 
terhadap
> RUU ini tak kunjung usai. Jika kubu penolak menilai RUU pornografi 
hanya
> akan mengekang kebebasan berekspresi dan mengancam integrasi, lain
> halnya bagi kubu penolak. PKS bahkan menuding para penolak telah 
sesat
> pikir. 
> 
> "Yang menolak RUU Pornografi telah melakukan lima kekeliruan 
berpikir.
> Pertama, melupakan nilai-nilai agama yang diagungkan oleh 
pancasila yang
> berarti mengagungkan aturan luhur," kata anggota FPKS Al Muzammil 
Yusuf
> pada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis ( 18/9/2008). 
> 
> Menurut anggota Komisi I DPR ini, selain melupakan nilai agama, 
para
> penolak RUU Pornografi juga dinilai tidak siap berdemokrasi. 
Alasannya,
> proses panjang dan dialektika antar fraksi yang sudah berjalan lama
> tidak dihargai semestinya. 
> 
>  
> 
> "Mereka menolak membuktikan, mereka belum siap berdemokrasi, karena
> mereka tak menghormati proses panjang wakil rakyat mendiskusikan 
RUU
> ini," terang Muzammil. 
> Selain 2 alasan di atas, Muzammil menilai penolakan kelompok 
tertentu
> pada RUU Pornografi membuktikan mereka tidak siap menjadi bagian 
dari
> keluarga besar Negara Kesatuan Republik Indonesia. 
> 
> "Mereka melupakan amanat UUD 45 pasal 31 ayat 3 bahwa pendidikan
> nasional bertujuan meningkatkan iman taqwa dan ahlaq mulia. Selain 
itu,
> mereka meremehkan upaya penyelamatan generasi muda dan anak," kata
> Muzammil. 
> 
>  
> 
> Muzammil juga menilai bahwa penolakan ini lebih menuruti ide kebeb


------------------------------------

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke