Hidup Golput!!!

Sedikit bertanya ttg artikel tersebut (walau ane tau kemungkinan besar gak akan 
dijawab oleh yg forward imel ini -- karakter ente dah kecatet bro, 
forward-kabur-forward-kabur tanpa mau diajak diskusi atau berdebat).

1. Partai mana sih yg gak korup?
2. Kalau keterwakilan muslim di DPR banyak so what? Sebagian besar anggota DPR 
yg ditangkap KPK itu muslim, namanya juga bagus2 semua, spt Al Amin, dll. Dan 
mereka adalah wakil dari partai yg berasaskan islam. Gue seorang muslim. Dan 
sungguh gue malu dgn kondisi ini. Buat apa banyak muslim di DPR tapi lembaga 
ini dinobatkan sbg lembaga terkorup.

Kedepan, gue yakin DPR (dan tingkatan dibawahnya) akan makin korup. Karena skrg 
jadi dewan butuh modal lebih gede dari periode2 sebelumnya. Selain upeti ke 
partai, juga harus promo sendiri2 dan jika dibutuhkan beli suara. 

Gimana cara balikin modal yg gede itu? Ngandelin gaji? Kalo pun masa kerja 
dewan diperpanjang ampe 15 tahun juga gak bakalan balik tuh modal.

Kalo ane sih, ketimbang salah pilih, mending gak milih deh. Nama yg islami, 
jenggot panjang, tanda hitam di jidat gak jaminan bakal gak korup.

OpiK
pengenpemilusegeraberakhirkarenadahpusingliatpemandangankotaygdirusaksamaparacaleg

sent by Samsung SGH i780

-----Original Message-----
From: boy eliza <[email protected]>
Sent: Wednesday, March 04, 2009 11:08 AM
To: Taufik Dibya <[email protected]>; Brother Fadhil 
<[email protected]>; fadhil Baru <[email protected]>; milis 
2004 <[email protected]>; Milis Legislatif 
<[email protected]>; [email protected]; 
milisAlumni alumni2 <[email protected]>; [email protected]; smu 
smu 1 <[email protected]>; [email protected]
Subject: Re: [sma1bks] Golput Bukan Jawaban: Sebuah Analisis menarik (4 Muslim)

HIDUP GOLPUT!!!

--- On Tue, 3/3/09, zulhamidi zulhamidi <[email protected]> wrote:
From: zulhamidi zulhamidi <[email protected]>
Subject: [sma1bks] Golput Bukan Jawaban: Sebuah Analisis menarik (4 Muslim)
To: "Taufik Dibya" <[email protected]>, "Brother Fadhil" 
<[email protected]>, "fadhil Baru" <[email protected]>, "milis 
2004" <[email protected]>, "Milis Legislatif" 
<[email protected]>, [email protected], 
"milisAlumni alumni2" <[email protected]>, "Rame2" 
<[email protected]>, "smu smu 1" <[email protected]>, 
"milisAlumni alumni2" <[email protected]>, [email protected]
Date: Tuesday, March 3, 2009, 8:07 AM











    
            GOLPUT atau Pesimis?
ada tulisan menarik, bisa dibaca langsung di
http://inci73. multiply. com/journal/ item/179/ GOLPUT_atau

(anon.)

Satu hal yang sangat berguna bagi kita adalah pemahaman yang baik tentang
undang-undang pemilu kita. kalo kita baca Pasal 200 dan seterusnya dalam
undang2 tersebut, maka sebenarnya tidak ada ruang bagi golput untuk menyebut
diri sebagai bentuk perlawanan.. 

Dalam pasal2 tersebut diterangkan bahwa seberapa persen pun suara yang masuk
maka jumlah
 kursi di DPR akan tetap terisi penuh. hal ini dilakukan dengan
cara membagi jumlah kursi yang tersisa pada partai2 yang lolos electoral
trasehold (2,5%, bukan zakat hehe) menurut prosentase perolehan suara
mereka. Dengan kata lain, walaupun hanya 10% dari pemilih potensial yang
memberikan suara dalam pemilu, kursi DPR tetap saja akan terisi penuh, n gak
kosong. kalo, yang menang dari 10% tersebut adalah orang2 yang korup, maka
merekalah yang bakal memegang tongkat komando kebijakan negara ini. kalo
yang menang dari 10% tersebut adalah orang2 yang anti terhadap Islam, maka
sudah tentu semua kebijakan akan menjadi musibah bagi muslim negeri ini. 

Begitu juga dalam pemilihan Presiden, yang berhak mencalonkan adalah mereka
yang memiliki 20% perolehan suara pemilu. jadi yang dapet 20% suara dari 10%
orang yang ikut pemilu tetap berhak mengajukan capresnya. dan capres yang
memenangkan 51% suara dari 10% orang yang ikut
 pemilu tetap berhak menjadi
Presiden RI wallaupun 90% lainnya golput.
Inilah romantika demokrasi, preview nya adalah Mesir, Husni Mubarak
memenangkan pemilu yang hanya diikuti tidak lebih dari 30% pemilih potensial
karena calon2 legislatif dari opisisi seperti kelompok Ikhwanul Muslimin
habis ditangkapi dan dipenjarakan, selain itu para pendukung kelompok ini


[The entire original message is not included]

Kirim email ke