Golput (tidak memilih dalam Pemilu) memang bukan jawaban, karena memang tidak 
menjawab.
Golhit (yg memilih dalam Pemilu, salah satu jarinya diberi tinta hitam) adalah 
jawaban yg tidak tepat.
Dulu waktu saya ikut SIPENMARU, kalau tidak salah, tidak memberi jawaban diberi 
nilai nol sedangkan jawaban yg salah diberi nilai minus satu (-1).
Jadi Golput = 0, Golhit = -1
Dalam hal ini tidak berlaku lagi ijtihad, karena ijtihad dibuat pada kali 
pertama menghadapi satu persoalan, sedangkan ini (Pemilu) sudah berulang kali.
Kalau begitu bagaimana jawaban sebenarnya?
Ingat Pemilu hanya bisa untuk perubahan, tapi bukan untuk perbaikan. Karena 
selama POLITIK sebagai panglima hidup, maka Egoisme, Golonganisme, partaisme 
lah yg menentukan. Lihat dan buktikan sendiri!!
Menurut ahli politik, Politic is balance of Power. Balance of Power is devide 
et impera. Dengan demikian tidak akan tercapai satu kesejahteraan hidup!!!
Namun bila ILMU Sang Pencipta sebagai Panglima Hidup, maka semua gerak berbuat 
diatas satu dasar pilihan ILMU. Tidak ada Egoisme, tidak Golonganisme, juga 
tidak partaisme -dijamin kesejahteraan akan segera terwujud.
Jadi Pemilu tidak akan memperbaiki kehidupan. Dan yg bisa memperbaiki hidup 
adalah Pendidikan atas satu pilihan ILMU sang Pencipta.

Mursalin
SMA 1 '89 (1.1, Bio3)




________________________________
Dari: Reydo Sebayang <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Kamis, 5 Maret, 2009 16:19:39
Topik: RE: [sma1bks] Buat Bang Topik Re: Golput Bukan Jawaban: Sebuah  Analisis 
menarik (4 Muslim)


Dear MIDI,
 
Quote: karena saya mungkin member
termuda yang paling aktif
 
Paling aktif, mungkin
 
Termuda? G setuju
 
Hihihiiii… J
 
From:sma1...@yahoogroups .com
[mailto:sma1bks@ yahoogroups. com] On Behalf Of OpiK
Sent: 2009年3月5日木曜日15:30
To: sma1...@yahoogroups .com
Subject: Re: [sma1bks] Buat Bang Topik Re: Golput Bukan Jawaban: Sebuah
Analisis menarik (4 Muslim)
 
nah gitu bro, nyaut..

imel-imel sejenis ini pasti akan menimbulkan pro dan kontra. nah, kalo orang yg
pertama kali ngelempar imel itu seharusnya bisa 'mempertanggung jawabkan'
kirimannya itu. maksudnya, kalo ada diskusi atau bahkan sampai ada perdebatan
tentang imel tersebut, paling gak yg ngirim juga harus siap untuk
mempertanggung jawabkan kirimannya. 
emang sih yg ente kirim itu pendapat orang lain. tapi kan ente yg jeblosin ke
milis ini, dan pastinya atau (lebih tepatnya) seharusnya ente dah baca dan
pahami isinya sebelum ente teruskan ke orang lain (milis).

ngutip ungkapan om komar, diskusi lewat tulisan adalah ciri masyarakat modern. 
di milis ini semua bebas mengungkapkan pendapat (asal bisa dipertanggung
jawabkan dan gak mengandung SARA). 
jadi, mari kita berdiskusi, tentang apa pun di milis ini. 
positifnya, wawasan akan bertambah luas.. itu aja

moga cepet kelar kuliahnya bro dan fadhilnya makin maju..

salamdariyangdikeja rdeadline


On Thu, Mar 5, 2009 at 3:11 PM, zulhamidi
<me_d4...@yahoo. co.uk> wrote:
Eh, salah
ternyata Bang Taopik ... Akhirnya saya jawab nih ...

Sebelumnya sory yah, kalo ngirim imel ke milis kita ini kemudian ketika da
respon dari pengirim (seperti aye) kemudian dianggap kurang tepat. Sebenarnya
ini masalah teknis aja sih soalnye aye ntu langganan imel nya pake format
digest.

Dan jujur, beberapa kali Update berita di milis, kebanyakan diskusi perkantoran
gitu deh ... secara gitu loh, saya masih kuliah di bilangan Rawa mangun. 

Dan terkadang untuk ikutan campur di diskusi di milis ini merasa kurang sreg,
dan belum saatnya, kenapa ya? karena saya mungkin member termuda yang paling
aktif (sst bukan klaim tanpa fakta nih) tercatat aye ntu lulusan sma di taon
2004.

Tapi btw, beberapa kali aye tetep berusaha untuk terlibat aktif di milis ini,
minimal ketika buka imel, meninggalkan jejak... beberapa waktu belakangan ini
memang jarang imel karena lagi fokus pergantian pengurus di Forum Fadhil SMAN 1
Bekasi. Mudah-mudahan Sabtu besok sudah dapat diumumkan... .

Jadi kalo dah ngga ngejabat jadi ketua Fadhil, rasanya bisa memberikan opini
lebih intens karena ngga khawatir lagi dianggap sebagai pendapat resmi forum
tersebut.

Dan memang diakui milis ini merupakan yang paling teraktif banget, 300-500 imel
per bulan, padahal aye buka imel/ngenetan paling sebulan ngga ampe sepuluh
kali. Ini aja kebetulan lagi demam Fesbukan, jadi sekalian buka-buka imel yang
penuh ama imel konfirm dari FB maupun FS.

Jadi sekali lagi mohon dimaklumkan kalo aye termasuk member yang terkesan
lempar tangan sembunyi batu ....
Selain jarang stanby online, n juga imel nya ngga kelacak dengan baik, numpuk
ama ratusan imel dari berbagai milis alumni yang diikuti. secara gitu loh,
cinta almamater tercinta.

Banyak sih yang ingin disharing dengan milis yang ada, terutama tentang SMA
tercinta kita, tentang Nuansa Akademis yang kental banget hingga Ekskul yang
mulai minim prestasi

Guru yang curhat akan kondisi politik bekasi yang kadang intervensi, terus juga
tentang bayaran sekolah yang kelewat batas, ampe masalag alumni muda yang
kebingungan untuk mencari dana dan pekerjaan

Salam yah dari aye, moga ke depannya bisa ikut kopi darat yang dilakukan ama
alumni-alumni yang saya banggakan... dan juga bisa sering-sering nimbrung di
milis tercinta ini.

Salam dari Angkatan 2004

Zulhamidi 
Tutor Primagama Kalimas Bekasi
Mahasiswa Teknik Mesin FT UNJ
0856 9143 9633
kode FS/FB dan YM
me_d4...@yahoo. co.uk

--- In sma1...@yahoogroups .com,
OpiK <miliscampurcampur@ ...> wrote:
>
> Hidup Golput!!!
> 
> Sedikit bertanya ttg artikel tersebut (walau ane tau kemungkinan besar gak
akan dijawab oleh yg forward imel ini -- karakter ente dah kecatet bro, 
forward-kabur- forward-kabur
tanpa mau diajak diskusi atau berdebat).
> 
> 1. Partai mana sih yg gak korup?
> 2. Kalau keterwakilan muslim di DPR banyak so what? Sebagian besar anggota
DPR yg ditangkap KPK itu muslim, namanya juga bagus2 semua, spt Al Amin, dll.
Dan mereka adalah wakil dari partai yg berasaskan islam. Gue seorang muslim.
Dan sungguh gue malu dgn kondisi ini. Buat apa banyak muslim di DPR tapi
lembaga ini dinobatkan sbg lembaga terkorup.
> 
> Kedepan, gue yakin DPR (dan tingkatan dibawahnya) akan makin korup. Karena
skrg jadi dewan butuh modal lebih gede dari periode2 sebelumnya. Selain upeti
ke partai, juga harus promo sendiri2 dan jika dibutuhkan beli suara. 
> 
> Gimana cara balikin modal yg gede itu? Ngandelin gaji? Kalo pun masa kerja
dewan diperpanjang ampe 15 tahun juga gak bakalan balik tuh modal.
> 
> Kalo ane sih, ketimbang salah pilih, mending gak milih deh. Nama yg
islami, jenggot panjang, tanda hitam di jidat gak jaminan bakal gak korup.
> 
> OpiK
> pengenpemilusegerab erakhirkarenadah pusingliatpemand angankotaygdirus 
> aksamaparacaleg
> 
> sent by Samsung SGH i780
> 
> -----Original Message-----
> From: boy eliza <boyel...@...>
> Sent: Wednesday, March 04, 2009 11:08 AM
> To: Taufik Dibya <taufikdibya@ ...>; Brother Fadhil <fad...@yahoogroups. com>;
fadhil Baru <fadhil_06_08@ yahoogroups. com>;
milis 2004 <divkomunikasi_ f...@yahoogroups. com>; Milis Legislatif 
<aspirasi_ft_ u...@yahoogroups. com>; bekasistudentcenter @yahoogroups. com;
milisAlumni alumni2 <planets...@yahoogro ups.com>; sma1...@yahoogroups .com;
smu smu 1 <smu_1_bekasi@ yahoogroups. com>; sandwich_04@ yahoogroups. com
> Subject: Re: [sma1bks] Golput Bukan Jawaban: Sebuah Analisis menarik (4
Muslim)
> 
> HIDUP GOLPUT!!!
> 
> --- On Tue, 3/3/09, zulhamidi zulhamidi <me_d4...@...> wrote:
> From: zulhamidi zulhamidi <me_d4...@...>
> Subject: [sma1bks] Golput Bukan Jawaban: Sebuah Analisis menarik (4
Muslim)
> To: "Taufik Dibya" <taufikdibya@ ...>, "Brother
Fadhil" <fad...@yahoogroups. com>,
"fadhil Baru" <fadhil_06_08@ yahoogroups. com>, "milis 2004"
<divkomunikasi_ f...@yahoogroups. com>,
"Milis Legislatif" <aspirasi_ft_ u...@yahoogroups. com>, bekasistudentcenter 
@yahoogroups. com,
"milisAlumni alumni2" <planets...@yahoogro ups.com>,
"Rame2" <sma1...@yahoogroups .com>,
"smu smu 1" <smu_1_bekasi@ yahoogroups. com>, "milisAlumni
alumni2" <planets...@yahoogro ups.com>, sandwich_04@ yahoogroups. com
> Date: Tuesday, March 3, 2009, 8:07 AM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> GOLPUT atau Pesimis?
> ada tulisan menarik, bisa dibaca langsung di
> http://inci73. multiply.
com/journal/ item/179/ GOLPUT_atau
> 
> (anon.)
> 
> Satu hal yang sangat berguna bagi kita adalah pemahaman yang baik tentang
> undang-undang pemilu kita. kalo kita baca Pasal 200 dan seterusnya dalam
> undang2 tersebut, maka sebenarnya tidak ada ruang bagi golput untuk
menyebut
> diri sebagai bentuk perlawanan.. 
> 
> Dalam pasal2 tersebut diterangkan bahwa seberapa persen pun suara yang
masuk
> maka jumlah
> kursi di DPR akan tetap terisi penuh. hal ini dilakukan dengan
> cara membagi jumlah kursi yang tersisa pada partai2 yang lolos electoral
> trasehold (2,5%, bukan zakat hehe) menurut prosentase perolehan suara
> mereka. Dengan kata lain, walaupun hanya 10% dari pemilih potensial yang
> memberikan suara dalam pemilu, kursi DPR tetap saja akan terisi penuh, n
gak
> kosong. kalo, yang menang dari 10% tersebut adalah orang2 yang korup, maka
> merekalah yang bakal memegang tongkat komando kebijakan negara ini. kalo
> yang menang dari 10% tersebut adalah orang2 yang anti terhadap Islam, maka
> sudah tentu semua kebijakan akan menjadi musibah bagi muslim negeri
ini. 
> 
> Begitu juga dalam pemilihan Presiden, yang berhak mencalonkan adalah
mereka
> yang memiliki 20% perolehan suara pemilu. jadi yang dapet 20% suara dari
10%
> orang yang ikut pemilu tetap berhak mengajukan capresnya. dan capres yang
> memenangkan 51% suara dari 10% orang yang ikut
> pemilu tetap berhak menjadi
> Presiden RI wallaupun 90% lainnya golput.
> Inilah romantika demokrasi, preview nya adalah Mesir, Husni Mubarak
> memenangkan pemilu yang hanya diikuti tidak lebih dari 30% pemilih
potensial
> karena calon2 legislatif dari opisisi seperti kelompok Ikhwanul Muslimin
> habis ditangkapi dan dipenjarakan, selain itu para pendukung kelompok ini
> 
> 
> [The entire original message is not included]
>



-- 
OpiK
http://taufiek. wordpress. com
   


      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke