Golput sih belum terlalu hidup, dia baru symptom penyakit democrazy bahkan sebenarnya tidak ada krn golongan hitamnya kan tidak ada masa tiba2 ada yg warna putih, emang yg lain golongan hitam?
Golput adlh penyakit psikologi yg timbul krn konflik kepercayaan vertikal (ke lembaga2 pemerintah), krn jelas2 tidak mempengaruhi sistem spt di urai dibawah. Saya lihat golput lebih ke fit or not fit psikologi warga Negara. Keputusan ada di kita, kita ini fit or not fit??? From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of OpiK Sent: Wednesday, March 04, 2009 1:24 PM To: [email protected] Subject: RE: [sma1bks] Golput Bukan Jawaban: Sebuah Analisis menarik (4 Muslim) Hidup Golput!!! Sedikit bertanya ttg artikel tersebut (walau ane tau kemungkinan besar gak akan dijawab oleh yg forward imel ini -- karakter ente dah kecatet bro, forward-kabur-forward-kabur tanpa mau diajak diskusi atau berdebat). 1. Partai mana sih yg gak korup? 2. Kalau keterwakilan muslim di DPR banyak so what? Sebagian besar anggota DPR yg ditangkap KPK itu muslim, namanya juga bagus2 semua, spt Al Amin, dll. Dan mereka adalah wakil dari partai yg berasaskan islam. Gue seorang muslim. Dan sungguh gue malu dgn kondisi ini. Buat apa banyak muslim di DPR tapi lembaga ini dinobatkan sbg lembaga terkorup. Kedepan, gue yakin DPR (dan tingkatan dibawahnya) akan makin korup. Karena skrg jadi dewan butuh modal lebih gede dari periode2 sebelumnya. Selain upeti ke partai, juga harus promo sendiri2 dan jika dibutuhkan beli suara. Gimana cara balikin modal yg gede itu? Ngandelin gaji? Kalo pun masa kerja dewan diperpanjang ampe 15 tahun juga gak bakalan balik tuh modal. Kalo ane sih, ketimbang salah pilih, mending gak milih deh. Nama yg islami, jenggot panjang, tanda hitam di jidat gak jaminan bakal gak korup. OpiK pengenpemilusegeraberakhirkarenadahpusingliatpemandangankotaygdirusaksamapar acaleg sent by Samsung SGH i780 -----Original Message----- From: boy eliza <[email protected] <mailto:boyeliza%40yahoo.com> > Sent: Wednesday, March 04, 2009 11:08 AM To: Taufik Dibya <[email protected] <mailto:taufikdibya%40yahoo.com> >; Brother Fadhil <[email protected] <mailto:fadhil%40yahoogroups.com> >; fadhil Baru <[email protected] <mailto:fadhil_06_08%40yahoogroups.com> >; milis 2004 <[email protected] <mailto:divkomunikasi_f1%40yahoogroups.com> >; Milis Legislatif <[email protected] <mailto:aspirasi_ft_unj%40yahoogroups.com> >; [email protected] <mailto:bekasistudentcenter%40yahoogroups.com> ; milisAlumni alumni2 <[email protected] <mailto:planetsatu%40yahoogroups.com> >; [email protected] <mailto:sma1bks%40yahoogroups.com> ; smu smu 1 <[email protected] <mailto:smu_1_bekasi%40yahoogroups.com> >; [email protected] <mailto:sandwich_04%40yahoogroups.com> Subject: Re: [sma1bks] Golput Bukan Jawaban: Sebuah Analisis menarik (4 Muslim) HIDUP GOLPUT!!! --- On Tue, 3/3/09, zulhamidi zulhamidi <[email protected] <mailto:me_d4jji%40yahoo.co.uk> > wrote: From: zulhamidi zulhamidi <[email protected] <mailto:me_d4jji%40yahoo.co.uk> > Subject: [sma1bks] Golput Bukan Jawaban: Sebuah Analisis menarik (4 Muslim) To: "Taufik Dibya" <[email protected] <mailto:taufikdibya%40yahoo.com> >, "Brother Fadhil" <[email protected] <mailto:fadhil%40yahoogroups.com> >, "fadhil Baru" <[email protected] <mailto:fadhil_06_08%40yahoogroups.com> >, "milis 2004" <[email protected] <mailto:divkomunikasi_f1%40yahoogroups.com> >, "Milis Legislatif" <[email protected] <mailto:aspirasi_ft_unj%40yahoogroups.com> >, [email protected] <mailto:bekasistudentcenter%40yahoogroups.com> , "milisAlumni alumni2" <[email protected] <mailto:planetsatu%40yahoogroups.com> >, "Rame2" <[email protected] <mailto:sma1bks%40yahoogroups.com> >, "smu smu 1" <[email protected] <mailto:smu_1_bekasi%40yahoogroups.com> >, "milisAlumni alumni2" <[email protected] <mailto:planetsatu%40yahoogroups.com> >, [email protected] <mailto:sandwich_04%40yahoogroups.com> Date: Tuesday, March 3, 2009, 8:07 AM GOLPUT atau Pesimis? ada tulisan menarik, bisa dibaca langsung di http://inci73. multiply. com/journal/ item/179/ GOLPUT_atau (anon.) Satu hal yang sangat berguna bagi kita adalah pemahaman yang baik tentang undang-undang pemilu kita. kalo kita baca Pasal 200 dan seterusnya dalam undang2 tersebut, maka sebenarnya tidak ada ruang bagi golput untuk menyebut diri sebagai bentuk perlawanan.. Dalam pasal2 tersebut diterangkan bahwa seberapa persen pun suara yang masuk maka jumlah kursi di DPR akan tetap terisi penuh. hal ini dilakukan dengan cara membagi jumlah kursi yang tersisa pada partai2 yang lolos electoral trasehold (2,5%, bukan zakat hehe) menurut prosentase perolehan suara mereka. Dengan kata lain, walaupun hanya 10% dari pemilih potensial yang memberikan suara dalam pemilu, kursi DPR tetap saja akan terisi penuh, n gak kosong. kalo, yang menang dari 10% tersebut adalah orang2 yang korup, maka merekalah yang bakal memegang tongkat komando kebijakan negara ini. kalo yang menang dari 10% tersebut adalah orang2 yang anti terhadap Islam, maka sudah tentu semua kebijakan akan menjadi musibah bagi muslim negeri ini. Begitu juga dalam pemilihan Presiden, yang berhak mencalonkan adalah mereka yang memiliki 20% perolehan suara pemilu. jadi yang dapet 20% suara dari 10% orang yang ikut pemilu tetap berhak mengajukan capresnya. dan capres yang memenangkan 51% suara dari 10% orang yang ikut pemilu tetap berhak menjadi Presiden RI wallaupun 90% lainnya golput. Inilah romantika demokrasi, preview nya adalah Mesir, Husni Mubarak memenangkan pemilu yang hanya diikuti tidak lebih dari 30% pemilih potensial karena calon2 legislatif dari opisisi seperti kelompok Ikhwanul Muslimin habis ditangkapi dan dipenjarakan, selain itu para pendukung kelompok ini [The entire original message is not included]
