Kalo golput bukan jawaban, emang pertanyaannya apaan? hehehe... 

Hmm, gini kali ya, kalau saya pribadi sih memilih atau tidak memang hak setiap 
individu. Hanya saja, pilihan untuk memilih kayaknya lebih sreg aja sebagai 
warga negara, dimana saya berdiri di atas tanah dan minum airnya, tempat saya 
dilahirkan, tempat dimana kebangsaan saya adalah Indonesia (apalagi kalo 
ditanya orang2 Luar). Masak ngaku orang Indonesia kalau berpartisipasi memilih 
aja enggak...hehehe. (silakan kalo ada yg mau bilang nggak nyambung...:)

Memilih buat saya pribadi semacam 'ijtihad'. Kalau kebetulan partainya sedikit 
lebih bersih (karena yang bener2 suci hanyalah makhluk yang bernama malaikat... 
so ikut aja partainya Malaikat hehehe...pissss) mudah-mudahan dapet nilai 2, 
kalau sedikit salah (karena partainya 25% eh kebanyakan hmm 5-10% udah lumayan, 
alegnya korup) nilainya 1. Kalau salah banget-banget karena tenyata partai yang 
saya pilih korupnya minta ampun (alegnya 80%-99% korup) ya dapet 0 juga gpp 
deh.... (hihihi emang sapa yg mo ngasih)

Minimal kalau pun ntar semua perilaku kita dapet pertanggungjawaban di mata 
Tuhan, dan Tuhan nanya, saya punya alasan lah..dan mudah2an alasannya bisa 
diterima sama Beliau..*ih apaan sih* jadi bahwa Golput bukan jawaban, saya mah 
sepakat banget, minimal ntar kalau ditanya di Sono :)

Vita

*prosentase di atas cuma ilustrasi doang looo..



--- In [email protected], "Arief Kurniawan" <batigol_ar...@...> wrote:
>
> Apapun partainya minumnya tetap t** b**** s****
> 
> Hehehe peace ah
> 
> AriefK
> 
> Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XL
> 
> -----Original Message-----
> From: "Irzan Supriyadi" <irza...@...>
> 
> Date: Wed, 4 Mar 2009 14:06:45 
> To: <[email protected]>
> Subject: RE: [sma1bks] Golput Bukan Jawaban: Sebuah Analisis menarik (4 
> Muslim)
> 
> 
> Golput sih belum terlalu hidup, dia baru symptom penyakit democrazy bahkan
> sebenarnya tidak ada krn golongan hitamnya kan tidak ada masa tiba2 ada yg
> warna putih, emang yg lain golongan hitam?
> 
> Golput adlh penyakit psikologi yg timbul krn konflik kepercayaan vertikal
> (ke lembaga2 pemerintah), krn jelas2 tidak mempengaruhi sistem spt di urai
> dibawah.
> 
>  
> 
> Saya lihat golput lebih ke fit or not fit psikologi warga Negara. Keputusan
> ada di kita, kita ini fit or not fit???
> 
>  
> 
>  
> 
> From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
> OpiK
> Sent: Wednesday, March 04, 2009 1:24 PM
> To: [email protected]
> Subject: RE: [sma1bks] Golput Bukan Jawaban: Sebuah Analisis menarik (4
> Muslim)
> 
>  
> 
> Hidup Golput!!!
> 
> Sedikit bertanya ttg artikel tersebut (walau ane tau kemungkinan besar gak
> akan dijawab oleh yg forward imel ini -- karakter ente dah kecatet bro,
> forward-kabur-forward-kabur tanpa mau diajak diskusi atau berdebat).
> 
> 1. Partai mana sih yg gak korup?
> 2. Kalau keterwakilan muslim di DPR banyak so what? Sebagian besar anggota
> DPR yg ditangkap KPK itu muslim, namanya juga bagus2 semua, spt Al Amin,
> dll. Dan mereka adalah wakil dari partai yg berasaskan islam. Gue seorang
> muslim. Dan sungguh gue malu dgn kondisi ini. Buat apa banyak muslim di DPR
> tapi lembaga ini dinobatkan sbg lembaga terkorup.
> 
> Kedepan, gue yakin DPR (dan tingkatan dibawahnya) akan makin korup. Karena
> skrg jadi dewan butuh modal lebih gede dari periode2 sebelumnya. Selain
> upeti ke partai, juga harus promo sendiri2 dan jika dibutuhkan beli suara. 
> 
> Gimana cara balikin modal yg gede itu? Ngandelin gaji? Kalo pun masa kerja
> dewan diperpanjang ampe 15 tahun juga gak bakalan balik tuh modal.
> 
> Kalo ane sih, ketimbang salah pilih, mending gak milih deh. Nama yg islami,
> jenggot panjang, tanda hitam di jidat gak jaminan bakal gak korup.
> 
> OpiK
> pengenpemilusegeraberakhirkarenadahpusingliatpemandangankotaygdirusaksamapar
> acaleg
> 
> sent by Samsung SGH i780
> 
> -----Original Message-----
> From: boy eliza <boyel...@... <mailto:boyeliza%40yahoo.com> >
> Sent: Wednesday, March 04, 2009 11:08 AM
> To: Taufik Dibya <taufikdi...@... <mailto:taufikdibya%40yahoo.com> >;
> Brother Fadhil <[email protected] <mailto:fadhil%40yahoogroups.com> >;
> fadhil Baru <[email protected]
> <mailto:fadhil_06_08%40yahoogroups.com> >; milis 2004
> <[email protected]
> <mailto:divkomunikasi_f1%40yahoogroups.com> >; Milis Legislatif
> <[email protected] <mailto:aspirasi_ft_unj%40yahoogroups.com>
> >; [email protected]
> <mailto:bekasistudentcenter%40yahoogroups.com> ; milisAlumni alumni2
> <[email protected] <mailto:planetsatu%40yahoogroups.com> >;
> [email protected] <mailto:sma1bks%40yahoogroups.com> ; smu smu 1
> <[email protected] <mailto:smu_1_bekasi%40yahoogroups.com> >;
> [email protected] <mailto:sandwich_04%40yahoogroups.com> 
> Subject: Re: [sma1bks] Golput Bukan Jawaban: Sebuah Analisis menarik (4
> Muslim)
> 
> HIDUP GOLPUT!!!
> 
> --- On Tue, 3/3/09, zulhamidi zulhamidi <me_d4...@...
> <mailto:me_d4jji%40yahoo.co.uk> > wrote:
> From: zulhamidi zulhamidi <me_d4...@...
> <mailto:me_d4jji%40yahoo.co.uk> >
> Subject: [sma1bks] Golput Bukan Jawaban: Sebuah Analisis menarik (4 Muslim)
> To: "Taufik Dibya" <taufikdi...@... <mailto:taufikdibya%40yahoo.com>
> >, "Brother Fadhil" <[email protected]
> <mailto:fadhil%40yahoogroups.com> >, "fadhil Baru"
> <[email protected] <mailto:fadhil_06_08%40yahoogroups.com> >,
> "milis 2004" <[email protected]
> <mailto:divkomunikasi_f1%40yahoogroups.com> >, "Milis Legislatif"
> <[email protected] <mailto:aspirasi_ft_unj%40yahoogroups.com>
> >, [email protected]
> <mailto:bekasistudentcenter%40yahoogroups.com> , "milisAlumni alumni2"
> <[email protected] <mailto:planetsatu%40yahoogroups.com> >, "Rame2"
> <[email protected] <mailto:sma1bks%40yahoogroups.com> >, "smu smu 1"
> <[email protected] <mailto:smu_1_bekasi%40yahoogroups.com> >,
> "milisAlumni alumni2" <[email protected]
> <mailto:planetsatu%40yahoogroups.com> >, [email protected]
> <mailto:sandwich_04%40yahoogroups.com> 
> Date: Tuesday, March 3, 2009, 8:07 AM
> 
> GOLPUT atau Pesimis?
> ada tulisan menarik, bisa dibaca langsung di
> http://inci73. multiply. com/journal/ item/179/ GOLPUT_atau
> 
> (anon.)
> 
> Satu hal yang sangat berguna bagi kita adalah pemahaman yang baik tentang
> undang-undang pemilu kita. kalo kita baca Pasal 200 dan seterusnya dalam
> undang2 tersebut, maka sebenarnya tidak ada ruang bagi golput untuk menyebut
> diri sebagai bentuk perlawanan.. 
> 
> Dalam pasal2 tersebut diterangkan bahwa seberapa persen pun suara yang masuk
> maka jumlah
> kursi di DPR akan tetap terisi penuh. hal ini dilakukan dengan
> cara membagi jumlah kursi yang tersisa pada partai2 yang lolos electoral
> trasehold (2,5%, bukan zakat hehe) menurut prosentase perolehan suara
> mereka. Dengan kata lain, walaupun hanya 10% dari pemilih potensial yang
> memberikan suara dalam pemilu, kursi DPR tetap saja akan terisi penuh, n gak
> kosong. kalo, yang menang dari 10% tersebut adalah orang2 yang korup, maka
> merekalah yang bakal memegang tongkat komando kebijakan negara ini. kalo
> yang menang dari 10% tersebut adalah orang2 yang anti terhadap Islam, maka
> sudah tentu semua kebijakan akan menjadi musibah bagi muslim negeri ini. 
> 
> Begitu juga dalam pemilihan Presiden, yang berhak mencalonkan adalah mereka
> yang memiliki 20% perolehan suara pemilu. jadi yang dapet 20% suara dari 10%
> orang yang ikut pemilu tetap berhak mengajukan capresnya. dan capres yang
> memenangkan 51% suara dari 10% orang yang ikut
> pemilu tetap berhak menjadi
> Presiden RI wallaupun 90% lainnya golput.
> Inilah romantika demokrasi, preview nya adalah Mesir, Husni Mubarak
> memenangkan pemilu yang hanya diikuti tidak lebih dari 30% pemilih potensial
> karena calon2 legislatif dari opisisi seperti kelompok Ikhwanul Muslimin
> habis ditangkapi dan dipenjarakan, selain itu para pendukung kelompok ini
> 
> [The entire original message is not included]
>


Kirim email ke