baru di otomotifnet;

First Ride Yamaha Byson, Berasa Di Atas Moge Street Fighter
------------------------------

*OTOMOTIFNET* – Wah, surprise juga ketika PT Yamaha Motor Kencana Indonesia
(YMKI) mengajak OTOMOTIFNET.com untuk lebih dekat dengan sport bike barunya
Yamaha Byson. Apalagi Byson belum dilaunching dan kabarnya baru akan resmi
diluncurkan setelah Lebaran 2010.

Meski diam-diam, YMKI mempersilahkan untuk mencicipi sport bertampang garang
ini untuk pertama kalinya di Sentul International Karting Circuit (SIKC).
Tepatnya sehari setelah launching Honda New Mega Pro ditempat yang sama
(11/8). Ayo gas pol!

*Desain*
Sabar, jangan main gas pol. Sebelum main gas sebaiknya foreplay dulu.
Caranya? Kita pelototin satu persatu desainnya. Sekilas mengingatkan pada
moge Yamaha FZ6, desain tanki, head lamp dan spidometernya yang terpisah
tapi tetap seirama, serta bentuk buntutnya yang tak jauh berbeda. Jadi
seperti Yamaha FZ6 yang dikecilin.

Dari sini saja bisa terlihat kalau Yamaha Byson memang sangat stylist. “Kita
memang buat semuanya terlihat gambot dan berotot,” buka Paulus Sugih
Firmanto, GM Promotion and Motorsport YMKI. Desain bodynya yang gambot ini
diimbangi dengan pemilihan kaki-kaki yang istimewa. Jujur, ini akan bikin
bingung pengendara yang suka modifikasi.

Bila umumnya setelah beli motor sport langsung ganti pelek dan ban yang
lebih lebar, Yamaha Byson sudah pakai pelek lebar dan ban tubelees ukuran
100/80-17 di depan dan 120/70-17 di belakang. “Ban belakang bisa digedein
lagi sampai ukuran 140,” jelas Mohamad Abidin, Manager Technical Department
Service Division PT YMKI.

Uniknya lagi, tutup rantai belakang yang dibuat menyatu dengan spatbor
kolong juga didesain layaknya swing arm moge. Hasilnya, swing arm standar
Byson terlihat lebih kekar, seirama dengan sokbraker dengan dengan diameter
41 mm. Rasanya ini adalah diameter sokbraker depan motor sport lokal yang
paling besar di pasaran. Dan uniknya lagi, desain knalpot Byson dibuat
layaknya moge, Gambot cuy!

*Fitur Dan Teknologi*
Seperti New Honda Mega Pro, Byson juga dibekali mesin 150cc yang secara
spesifikasi, power keduanya setara. Yaitu sama-sama 10,1 kW atau sekitar
13,5 dk. Bedanya, power puncak Byson bisa diraih diputaran mesin yang lebih
rendah yaitu di 7500 rpm, sedang Mega Pro di 8500 rpm. Tapi torsinya, Byson
unggul dengan 13,6 Nm sedang Mega Pro 12,8 Nm. Data ini diambil dari data
spesifikasi yang dikeluarkan kedua pabrikan.

Secara teknologi, mesin Byson ini sebenarnya mengambil platform dari Yamaha
Vixion. Bisa dilihat dari bentuk cover gear boxnya yang mirip-mirip dengan
Vixion dan Jupiter MX. Bedanya, Byson dibangun tanpa radiator, injeksi bahan
bakar dan hanya menggunakan 2 klep saja.

Mesin Byson berkarakter over square mengusung diameter piston 58mm dan
panjang langkah 57,9mm. Kompresinya tak terlalu tinggi, hanya 9,5:1 yang
artinya aman mengkonsumsi premium. Sedang karburator yang dipakai adalah
Mikuni 26 tipe vakum yang sudah dilengkapi dengan Throttle Position Sensor.
Dan terakhir, knalpotnya pun sudah dilengkapi dengan catalytic converter
agar lolos EURO 2.

*Performa*
Mesin mudah dihidupkan dengan kick starter. Ternyata terasa ringan karena
sudah mengadopsi dekompresi. Dan uniknya ada suara siulan kecil layaknya
moge. “Suara itu berasal dari engine balancer, sengaja dibuat suara itu agar
terasa sensasi moge nya,” ungkap Mohamad Abidin.

Bicara performa, cukup heran juga. Byson tetap ringan melaju meski mesinnya
hanya 150cc dan harus membawa body dan kaki-kaki gambot. Tenaganya pun mulai
terasa menghentak di 4500 rpm. Saat keluar tikungan tak ada jeda saat akan
melaju kembali. Meski harus diakui tak seresponsif kakaknya, Vixion.
Sayangnya, sirkuit karting Sentul tak terlalu panjang top speed tak bisa di
dapat.

*Handling*
Saat duduk di joknya yang empuk, terlihat jelas bentuk stang bergaya fat bar
layaknya moge. Panjangnya pun mencapai 727 mm, penyuka gaya turing gak perlu
lagi repot-repot ganti stang baplang. Stang lebar ini juga membuat
pengendaranya terlihat lebih gagah di atas Byson.

Bicara menikung di Sentul kecil, tak ada keraguan lagi. Ban lebarnya
memberikan andil besar menyumbang kestabilan. Mau rebah sampai footstep
tergasak aspal pun tak jadi masalah. Suspensinya juga tetap mantap meredam
getaran. Terbukti ketika Yamaha menyiapkan beberapa handicap berupa balok
kayu, tetap empuk!

Mungkin satu kekurangan Byson hanya belum pakai disk brake belakang. Tapi
hal ini diakui hanya secara tampilan saja, bila berpegang pada fungsi
teromol di roda belakang sudah cukup pakem menghentikan laju Byson. “Kalau
dipaksa pakai disk brake belakang harganya bisa bertambah Rp 700 ribu sampai
1 jutaan,” prediksi Paulus.

*Harga*: Estimasi harga Rp 19,5 sampai 20 jutaan (harga fix baru diumumkan
saat launching setelah Lebaran)

*Penulis: Popo
Foto: Reza*


http://otomotifnet.com/otoweb/index.php?templet=ototest/Content/0/0/1/7/12176/&tp=vconten&idtm=12176&fc=First%20Ride

-- 
suzuki, kawasaki, bajaj dan kymco, sodaraan... :D

Kirim email ke