Assalamu'alaikum
  Ane mah cuma ingin melihat diri sendiri aja.
  klo sudah mampu poligami, artinya itu merupakan suatu cobaan yg berat....
  tapii... klo sekarang blom mampu poligami yah jgn....
  mungkin AA udah mampu bertanggung jawab atas cobaan ini.....(utk poligami)
  tetapi... kita semua jgn menghina yg menjadi keputusan AA...
  atw mungkin yg menghina itu iri...karena blom ada kesempatan...
  intinya masing2 jaga hati lah...
  toh yg bertanggung jawab itu AA sendiri..
  PISSS....

Catur Prasetyawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                    
              Assalamualaikum ..
  
  Ikut nambahin...
  Mohon maaf nih buat Aa' Gym...
  terus terang, saya dan keluarga sangat gemar menonton acara di salah satu 
stasiun TV swasta yg di bawa -in Aa' Gym
Bukan  bermaksud sok tahu atau apa, tapi banyak org terpandang yg  
dibelakangnya ada figur seorang perempuan. Aa' Gym dgn teh Nini, salah  
satunya..
  Jangan sampai org menjadi salah terima...
  Karena ada juga da'i yg dulu terkenal, skrg meredup gara2 dia ikut parpol.... 
hal sepele kan.... 
  
  Wassalam...
  ----- Original Message ----
  From: Verginia Manda Dewi <[EMAIL PROTECTED]>
  To: [email protected]
  Sent: Monday, December 4, 2006 5:44:32 AM
  Subject: Re: TaManBinTaNG >>> Surat Terbuka untuk A'a Gymnastiar
  
  Ass wr wb,
  
  kalau menurut saya, ini yang dinamakan sebagai fenomena da'i  infotainment, 
Pak Abdi, pernyataan satu sama lainnya saling gak  sinkron, persis seperti 
artis2 sinetron :))
  
  Dulu pernah saya baca di salah satu tabloid sekitar awal2 tahun ini  jika 
sang da'i belum punya niatan untuk berpoligami, walaupun si istri  sudah 
memberikan lampu hijau. Menurutnya pada saat itu, untuk apa punya  istri lagi, 
toh istri yang sekarang sudah cantik, soleh, taat pada  suami, dan sayang pada 
keluarga. Namun kenyataan pada jumpa pers  kemarenan itu, sang junjungan da'i 
besar tersebut malah memberi  pernyataan yang gak sinkron, yaitu bahwa tema 
poligami sudah digodok  dengan sang istri pertama sejak 5 tahun yang silam, 
dalam arti sudah 5  tahun yang lalu kan si da'i sudah berminat menikah lagi 
well..well  well... kebalik 180 derajat dong sama pernyataan di tabloid  
tersebut.... entah ya jika si tabloid bikin wawancara 'gaib' heheheh,  tapi 
kalo tidak benar kan seharusnya disomasi dong ya tu tabloid...
  
  Soal hati teh Ninih sebagai istri pertama, yah kebetulan sekali kan  pak, 
punya istri yang sangat taat dan cinta pada suami, juga sangat gak  neko-neko 
pula, manut apa saja kata suami, jadinya sangat gampang untuk  di doktrinasi 
dan di-brainwashing dengan ajaran2 untuk menerima  poligami (yang benar MENURUT 
PIKIRAN SANG DA'I loh).Dengan tutur kata  lemah lembut dan sopan dalam 
mengutarakan keinginannya untuk  'menyelamatkan' janda-.janda (cantik) yang 
belum mendapat suami lagi,  serta janji-janji akan mendapat surga kekal dari 
Allah SWT bilamana  menuruti keinginan suami (untuk kawin lagi) bagaimana teh 
Ninih gak  takluk? 
  
  Btw, ada sambungan lagu dari sang da'i :
  
  'Jagalah hati jangan kau nodai, jagalah hati jangan kau kotori,....( jangan 
takut poligami, karena itu hukum ilahi... :))' 
  
  wassalam,
  
  abdicipta <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: Assalamu'alaikum Wr. Wb.
  
  A'a Gym Yth.
  
  Sebagai figur yang saya hormati dan kagumi, sehubungan dengan 
  pernikahan Anda, ada beberapa pertanyaan yang mengganjal yang mudah 
  mudahan dapat pula mewakili rasa penasaran rekan rekan lainnya.
  
  1. Mengapa A'a Gym sampai perlu menunggu 3 (tiga) bulan, baru 
  mengumumkan ke khalayak mengenai status pernikahan A'a Gym yang 
  kedua. Bukankah hal tersebut dapat menjadi fitnah bagi yang tidak 
  mengetahuinya ?
  
  2. "Kalau memang Poligami bagus, kampanyenya- kan harus "yakin"! dan  tidak 
boleh menimbulkan bias persepsi dikalangan umat ? Bukankah dengan  menunda 
mengumumkan malah membuat umat jadi bertanya tanya ? Apakah A'a  Gym ragu ? 
Kalau alasannya khawatir umat belum siap, bukankah memang  sudah seharusnya di 
siapkan ? 
  
  3. Mengapa A'a Gym sampai perlu mengingatkan untuk tidak asal meniru 
  keteladanan A'a Gym menikah lebih dari satu, karena perlu 
  persyaratan tertentu. Seolah olah A'a Gym ingin mengatakan hanya 
  orang orang seperti A'a Gym yang dapat berlaku adil. Apakah 
  ini tidak termasuk 'Ujub ? Bagaimana dengan lagu "Jagalah hati, 
  jangan kau nodai, jagalah hati jangan kau kotori ?
  
  4. Kalau Teh Nini mengatakan ini sebagai sebagai ujian ke ikhlasan 
  seorang istri, bukankah ini juga sebagai ujian keikhlasan A'a Gym 
  menjaga perasaan seorang istri (Teh Nini mengatakan sebagai seorang 
  perempuan hatinya "berat"). Bukankah menjaga perasaan Teh Nini, juga 
  jadi "ladang amal" buat A'a Gym ? 
  
  5. Dikoran saya baca ada statement "A'a Gym juga manusia". Apa 
  maksudnya ? Apakah lebih ke urusan syahwat ? Karena setahu saya, 
  yang nabi nikahi, janda janda korban perang. Apakah kalau ada janda 
  janda lain misal nenek nenek yang tidak mampu, mau jadi istri A'a Gym, apakah 
boleh ?
  
  Ada yang mau nambahin ?
  
  Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
  
  ------------ --------- --------- ---
  Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email and 
get things done faster.
  
  [Non-text portions of this message have been removed]
  
  __________________________________________________________
  Any questions? Get answers on any topic at www.Answers.yahoo.com.  Try it now.
  
  [Non-text portions of this message have been removed]
  
  
      
                                    

                
---------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam. 
 http://id.mail.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke