Assalamu`alaikum wr. wb.

Seperti yang ditulis dalam e-mail ini, saya tidak akan a priori terhadap
ide dalam e-mail tersebut. Karena itu ada beberapa yang perlu saya
konfirmasikan pada anda siapa saja, meskipun sesungguhnya saya sudah bisa 
menjawab pertanyaan saya tersebut.

1. Apakah Mirza Ghulam Ahmad yang anda maksud adalah Mirza Ghulam Ahmad
yang mengatakan dirinya nabi setelah nabi SAW, al-Mahdi, dan semacam itu
yang gerakannya kemudian dikenal oleh kalangan muslimin sebagai
Ahmaadiyyah?

2. Apakah sufi yang anda maksud adalah "sufi" yang dikenal dan "diakui"
oleh sebagian orang Islam? 

Jika keduanya berjawab ya.. maka anda boleh teruskan pertanyaan saya.

3. "Berita langit" yang anda maksud itu apakah wahyu atau semacamnya yang
Allah turunkan buat manusia melalui malaikat yang disucikan untuk menjadi
syariat dan ketetapan buat manusia saat ini dan sesudahnya?

4. Apakah "apriori" yang anda maksud adalah jika mengatakan "apa yang
dibawa olehnya adalah kesesetan" meski telah diteliti dan ditelah dengan
kajian naqliyah dan aqliyah?

5. Apakah ulama-ulama faqih dan ikhlas telah berlaku "apriori" dalam
menilai "berita langit" tersebut karena menyelamatkan golongannya? Jika
ya, bagaimana mungkin jumhur ulama menetapkan kesesatannya, dan
menyatakan ajarannya sebagai "bukan islam, tetapi kalangan minoritas
non-muslim"? Apakah kita menuduh mereka telah berlaku apriori hanya untuk
membela golongannnya? Bagaimana jika golongan yang dibela tersebut adalah
al-Jama`ah?

6. Jika emas melambangkan kebaikan dan kebenaran, hanya orang yang rugi
yang mau mencampurnya dengan tinja. Wa laa talbisul-haqqa bil-bathil.
Bukankah begitu?

7. Apakah kebenaran hanya diputuskan dengan mengatakan telah "bertemu
diri", membawa "berita langit"? Sungguh, setiap orang dapat mengatakan
"Saya telah bertemu diri dan sekarang saya membawa berita langit". Lantas
apa bedanya dengan David Qoresh, The Children of God, dsb. Bukankah mereka
juga mengaku "sufi" di kalanganm mereka (Nasrani)

Wassalam.
 

On Thu, 25 Feb 1999, Imam Suhadi wrote:

> Assalamu'alaikum Wr. Wb
> 
> Percaya atau tidak, bahwa Mirza Ghulam Ahmad, adalah seorang sufi yang lurus
> dan telah "Bertemu Diri".
> Karena ia telah bertemu diri, saya yakin apa yang disampaikannya adalah
> "berita langit" untuk ummat saat itu bahkan mungkin ummat sesudahnya.
> 
> Akan sangat baik, kita mencerna penejasalannya. Karena tentu banyak
> kebenaran yang akan kita dapatkan.
> 
> Namun saya saran ke Pak Nadri, kesucian "Berita Langit" tersebut jangan
> dikotori oleh hawa nafsu kita, sehingga orang sudah apriori duluan.
> Seperti Pak Sunarman katakan, "Emas kalau terbungkus tinja, orang yang mau
> ngambil jijik duluan. Kecuali orang-orang yang sudah mampu menyingkirkan
> rasa jijiknya".
> 
> Dan juga, menyampaikan dengan jernih tanpa tendensi golongan, mungkin akan
> lebih mengena dan bermanfaat.
> 
> Saran ini hanya saya sampaikan sebagai rasa tanggungjawab, persaudaraan saya
> sesama muslim.
> 
> Wassalamu'alaikum Wr. Wb
> 
> Hilmy Waqif
> 
> 
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
> 
> 
> 
> 
> 


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke