Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.
> ----------
> From: Abd Shomad[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Sunday, February 28, 1999 1:28 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Tasawuf] Tentang Mirza Ghulam Ahmad
>
Abdul Shomad wrote:
> MGA memang menulis demikian (itu pun kalau web site ini nggak bohong ... )
> Silahkan Mas Imam baca di:
> http://www.irshad.org/idara/qadiani/mirzphas.htm
>
>
> Dari membaca halaman ini, pada bagian paling atas ada semacam "snap shot"
> tentang bagaimana periode kehidupan keagamaan MGA, yang dalam bahasa
> Enggrisnya sbb:
>
> Religious Periods of Life of Mirza Ghulam Qadiani
> 1.Just an average Sunni Muslim
> 2.Superior to the Great Muslims
> 3.A Disciple Prophet
> 4.The Promised Mehdi
> 5.The Promised Messiah
> 6.Reincarnation of Muhammad
> 7.An Apostate and New Prophet
> 8.The Lord of Hindus
> 9.Incarnation of All Prophets
> 10.The Son of God
> 11.The Christian God
> 12.God Like
>
> >Nah kalau ini sudah jelas, baru dapat kita diskusikan dengan jernih.
>
> Nah, yang saya belum jelas, situs yang saya sebutkan di atas bohong atau
> tidak? Ini pernah saya tanyakan kepada Pak Nadri, tapi belum dijawab ...
> mungkin beliau masih meneliti fakta yang ada di situs tersebut ... saya
> masih menunggu.
NS:
Situs yang anda sebutkan itu adalah yang diasuh oleh orang-orang yang
memusuhi Ahmadiyah, sehingga lebih banyak dustanya , kendatipun saya belum
pernah membaca tulisan-tulisan yang dimuat dalam situs itu...(Maaf saya
nggak bisa akses ke website ...) Tidak payahlah anda bisa mengecek
kebenarannya kepada misi-misi Ahmadiyah diseluruh dunia atau orang-orang
Ahmadi dimana anda berada.
Untuk mendapatkan iformasi yang benar bila anda berada di Jakarta,anda
bisa menghubungi Jalan Balikpapan I/10 Jakarta Pusat, Telp. 021- 365342
,363326 atau ke Pusdik Mubarak ,Pusat Jemaat Ahmadiyah Indonesia,Jalan
Raya Parung-Bogor 27, Bogor 16330.
Mereka dengan segala senang hati, akan melayani kita sekaligus akan
memberikan jawaban-jawaban tentang pertanyaan-pertanyaan yang anda
ajukan mengenai Mirza Ghulam Ahmad, Jemaat Ahmadiyah dan misinya.
Kalau seandainya belum terdapat Misi-Misi Ahmadiyah, pertanyaan dan dialog
serta informasi lainnya serupa bisa diajukan via surat dan telpon kepada:
Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia,
Jalan Raya Parung-Bogor 27
Bogor 16330.
Telpon sbb:
(0251) 612021 Bogor,
(021) 363326, (021) 365342 Jakarta,
(022)2502294, (022)614012 Bandung,
(0274)86723 Yogyakarta,
(031) 520234 Surabaya,
(0411) 858635 Ujungpandang,
(0711) 353094 Palembang,
(0751) 26305 Padang,
(0761) 25210 Pekanbaru,
(061) 612166 Medan.
Abd. Shomad:
> Masih halaman yang sama, pada bagian "An Apostate and New Prophet" point
> 3,
> MGA pada bukunya Al-Badr, Maret 1908 mengklaim dirinya sebagai Rasul dan
> Nabi,juga pada point 6, dalam buku Haqiqat-ul-Wahi, hlm 68, 391
> Benarkah demikian? mungkin Pak Nadri bisa menjelaskannya ...
>
NS:
Saya belum membaca buku yang anda sebutkan itu. Tetapi setahu saya Mirza
Ghulam Ahmad memang mengklaim diri sebagai Nabi dan Rasul . Akan tetapi
pengertian nabi dan rasul yang beliau klaim adalah bukan sebagaimana yang
disangka banyak orang.
Pendiri Jemaat Ahmadiyah itu selanjutnya mengatakan bahwa oleh karena beliau
dibangkitkan untuk menegakkan syariat Islam dan kebenaran Khaatamannabiyin
Muhammad SAW serta untuk melancarkan perang dalil-dalil dengan semua agama
palsu, Allah Taala mewahyukan kepada beliau kejadian-kejadian dimasa datang
dan mengaruniai tanda-tanda langit kepada beliau dan membukakan keapda
beliau kabar-kabar tentang yang ghaib.
Keadaan ini menurut beliau dinamakan "kenabian" dalam pengertian bahasa
Arab. Beliau mengatakan bahwa beliau hanyalah Nabi dalam arti ini. Beliau
menambahkan: "Perkataan "Nabi" adalah serupa dalam bahasa Arab dan bahasa
Iberani. Dalam bahasa Iberani perkataan itu diucapkan "Naabi" yang diambil
dari "Naba" yang berarti pemberian nubuwatan dari Tuhan. Seorang nabi tak
harus pembawaq syariat dan keadaan ini adalah anugerah Tuhan dengan mana
dikabarkan peristiwa-peristiwa masa datang."........(Ek Ghalti ka Izala,
halaman 8, 1901).
Sehari sebelum Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. wafat beliau menyatakan
sbb:"Tuduhan yang dilemparkan kepada saya ialah bahwa bentuk kenabian yasng
saya akui buat diri saya menyebabkan saya keluar Islam. Dengan perkataan
lain saya dituduh mempercayai bahwa saya adalah nabi yang berdiri sendiri,
seorang nabi yang tak perlu mengikuti Al-Qur'an Suci, dan bahwa kalimah saya
lain dan qiblah saya berobah. Juga saya disangkakan menghapus syariat dan
memutuskan tali kesetiaan kepada Nabi Muhammad SAW. Tuduhan itu adalah
samasekali palsu. Sesuatu kenabian seperti itu adalah kufur dan ini jelas.
Bukan hanya kini tetapi sejak dari permulaan sekali saya selalu mengemukakan
dalam buku-buku saya bahwa saya tidak mengakui kenabian seperti itu untuk
saya. Itu sama sekali adalah tuduhan kosong dan suatu cercaan terhadap saya.
Keadaan sebenarnya hanyalah ini, bila saya menyebut diri saya seorang Nabi,
saya maksudkan hanyalah bahwa Allah Taala berbicara dengan saya, bahwa Dia
sangat sering berkata-kata dengan saya dan Dia bercakap-cakap dengan saya
dan menerima pengabdian saya dan mewahyukan kepada saya hal-hal ghaib, dan
membukakan kepada saya rahasia-rahasia yang berhubungan dengan masa datang
dan yang tidak akan Dia bukakan kepada seseorang yang tidak Dia cintai dan
dekat kepadaNya. Sesungguhnya Dia mengangkat saya sebagai nabi dalam arti
itu....(Akhbar-i-Am, Lahore, 26 Mei 1908, halaman 7, juga Tabligh-i-Risalat
, Jilid X, halaman 132-134).
Kesimpulan......
Pendiri Jemaat Ahmadiyah berkata bahwa beliau tak lebih dari seorang Nabi
Ummati, yakni Nabi yang menjadi pengikut dari Nabi Muhammad SAW. Tak ada
yang punya beliau sendiri. Semua yang ada pada beliau sebenarnya adaalh
kepunyaan Junjungan dan Penghulunya Nabi Muhammad SAW, yang betul-betul
adalah khaatamannabiyin . Dalam tatasurya , bulan seluruhnya bergantung pada
matahari untuk cahaya. Tanpa cahaya matahari, rembulan akan kehilangan
wujudnya yang penuh arti. Demikian pula dalam alam rohani ini, dimana Nabi
Muhammad SAW adalah laksana matahari dan seorang yang betul-betul
memantulkan cahaya beliau dan menerangi abad keempat belas tak dapat
dikatakan mempunyai cahaya sendiri. Sebaliknya setiap butir sinar yang
beliau pancarkan adalah cahaya dari Nabi Muhammad SAW, yang memang adalah
sumber cahaya yang sebenarnya. Tanpa beliau SAW , semuanya akan gelap
gulita.
Sekian penjelasan beliau tentang kenabian yang beliau klaim dan dakwakan.
Abd. Shomad:
> Akhirnya, sampailah saya pada halaman berikut, tentang tantangan mubahala
> antara MGA dan Allama Sanahullah:
> http://www.irshad.org/idara/qadiani/sanahul.htm
> http://www.irshad.org/idara/qadiani/dtmirza.htm
>
> Di akhir halaman, disimpulkan sebagai berikut:
> "Allah(SWT) did indeed hear this prayer of Mirza Ghulam. On May 26, 1908
> Mirza Ghulam died of the same disease he had named - Cholera. [Read: The
> Death of Mirza Ghulam Qadiani] Allama Sanahullah remained alive for nearly
> forty more years and went on condemning Ahmadiyya during all that time.
> Allah(SWT) once more used Mirza Ghulam's own statement to prove him an
> impostor. "
> Kalau benar apa yang dituliskan di atas, saya menghimbau Jemaat Ahmadiyah
> untuk segera meneliti ulang aqidahnya.
>
NS:
Mirza Ghulam Ahmad tidaklah wafat akibat wabah kolera. Tetapi beliau wafat
setelah menderita diare yakni sejenis sakit perut. Beliau wafat di Lahore
pada tahun 1908 dan keesokan harinya jenazahnya dibawa ke Qadian untuk
dimakamkan. Kalau sendainya beliau wafat disebabkan kholera tentu saja
jenazahnya tidak bisa atau diizinkan oleh Pemerintah Inggeris untuk dibawa
keluar kota sesuai dengan dengan perundangan negara India waktu itu.
Dan setahu kami mubahalah antara Mirza Ghulam Ahmad dan Sanaulah Amritsari
tidak pernah terjadi. Sebelumnya memang ada tantangan mubahalah dari Mirza
Ghulam Ahmad kepada beliau, tetapi Tsanaulah menolak mubahalah tersebut,
sehingga mubahalah itu tidak jadi dilaksanakan kedua belah pihak. Akan
tetapi beberapa tahun kemudian setelah Mirza Ghulam Ahmad wafat pada tahun
1908, Tsanaulah mengatakan bahwa Mirza Ghulam Ahmad wafat karena mubahalah
dengannya. Untuk membuktikan bahwa yang dikatakan oleh Tsanaulah ini adalah
kebohongan, maka pada tahun 1928 seorang pengikut Mirza Ghulam Ahmad yang
mengetahui pasti tentang ada tidaknya mubahalah tersebut, kembali menantang
Tsanaulah untuk melakukan mubahalah lagi, tetapi Tsanaulah ternyata
menolak.... Tsanaulah memang wafat pada tahun 1948, jauh lama setelah
wafatnya Mirza Ghulam Ahmad. Hal ini tidak mengherankan betapa banyak
musuh-musuh Nabi yang berumur panjang dan hidup lama setelah nabi yang
dimusuhinya wafat. Musailamah al Kadzab seorang penantang Rasulullah SAW
baru wafat bertahun-tahun setelah Rasulullah wafat.... Orang yang paling
belakangan wafat dan berumur lanjut bukanlah berarti menunjukkan
kebenarannya.
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)