Bismillaahirrahmaanirrahiim

-----Original Message-----
From: Imam Suhadi <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 10 Dzul Qa'dah 1419 H


>Assalamu'alaikum Wr. Wb
Wa'alaikum salaam warahmatullaahi wabarakaatuh

-- del --

>Namun saya tidak sependapat, kalau orang mengatakan ia mengaku Nabi atau
>Imam Mahdi.
>Ini harus diklarifikasi dahulu, apakah dia mengatakan dia adalah nabi atau
>Rasulullah?
>Juga perlu diperjelas dulu apakah ia mengatakan dia Imam Mahdi atau Mahdi
>atau Al Mahdi?

MGA memang menulis demikian (itu pun kalau web site ini nggak bohong ... )
Silahkan Mas Imam baca di:
http://www.irshad.org/idara/qadiani/mirzphas.htm


Dari membaca halaman ini, pada bagian paling atas ada semacam "snap shot"
tentang bagaimana periode kehidupan keagamaan MGA, yang dalam bahasa 
Enggrisnya sbb:

Religious Periods of Life of Mirza Ghulam Qadiani
1.Just an average Sunni Muslim
2.Superior to the Great Muslims
3.A Disciple Prophet
4.The Promised Mehdi
5.The Promised Messiah
6.Reincarnation of Muhammad   
7.An Apostate and New Prophet
8.The Lord of Hindus
9.Incarnation of All Prophets
10.The Son of God
11.The Christian God
12.God Like

>Nah kalau ini sudah jelas, baru dapat kita diskusikan dengan jernih.

Nah, yang saya belum jelas, situs yang saya sebutkan di atas bohong atau
tidak? Ini pernah saya tanyakan kepada Pak Nadri, tapi belum dijawab ...
mungkin beliau masih meneliti fakta yang ada di situs tersebut ... saya
masih menunggu.


-- del lagi --
>Banyak orang termasuk ulama-ulama yang menyesatkan Mirza Ghulam Ahmad
>Rahimakumullah, karena alergi mendengar ia adalah Nabi.
>Padahal apa benar ia mengaku Nabi? Tidakkah dirinya mengatakan ia Rasul
>bukan mengatakan Nabi?

Masih halaman yang sama, pada bagian "An Apostate and New Prophet" point 3,
MGA pada bukunya Al-Badr, Maret 1908 mengklaim dirinya sebagai Rasul dan
Nabi,
juga pada point 6, dalam buku Haqiqat-ul-Wahi, hlm 68, 391
Benarkah demikian? mungkin Pak Nadri bisa menjelaskannya ...

-- del (lagi, menghemat bandwidth) --
>Dengan tiga variabel tersebut, kurang representatif rasanya untuk meninjau
>apakah Mirza Ghulam Ahmad sesat atau tidak.

Akhirnya, sampailah saya pada halaman berikut, tentang tantangan mubahala
antara MGA dan Allama Sanahullah:
http://www.irshad.org/idara/qadiani/sanahul.htm
http://www.irshad.org/idara/qadiani/dtmirza.htm

Di akhir halaman, disimpulkan sebagai berikut:
"Allah(SWT) did indeed hear this prayer of Mirza Ghulam.  On May 26, 1908
Mirza Ghulam died of the same disease he had named - Cholera.  [Read: The
Death of Mirza Ghulam Qadiani] Allama Sanahullah remained alive for nearly
forty more years and went on condemning Ahmadiyya during all that time.
Allah(SWT) once more used Mirza Ghulam's own statement to prove him an
impostor. "

Kalau benar apa yang dituliskan di atas, saya menghimbau Jemaat Ahmadiyah
untuk segera meneliti ulang aqidahnya.

Wassalam, Doha, 10 Dzul Qa'dah 1419 H
Abd Shomad





---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke