Assalamualaikum,
Maaf, Pak Nadris, saya mau tanya tentang redaksi hadits (kalau bisa
selengkapnya dengan periwayatnya) bahwa Nabi itu ada dua, ie. Nabi pembawa
syariat dan yang tidak membawa syariat. Tolong tulis selengkapnya ya Pak.
Apakah beliau (MGA) menganggap dirinya lebih mulia dari shahabat Abu
Bakar?
Maaf dan terimakasih.
Wassalamualaikum
>
> Pendiri Jemaat Ahmadiyah itu selanjutnya mengatakan bahwa oleh karena beliau
> dibangkitkan untuk menegakkan syariat Islam dan kebenaran Khaatamannabiyin
> Muhammad SAW serta untuk melancarkan perang dalil-dalil dengan semua agama
> palsu, Allah Taala mewahyukan kepada beliau kejadian-kejadian dimasa datang
> dan mengaruniai tanda-tanda langit kepada beliau dan membukakan keapda
> beliau kabar-kabar tentang yang ghaib.
>
> Keadaan ini menurut beliau dinamakan "kenabian" dalam pengertian bahasa
> Arab. Beliau mengatakan bahwa beliau hanyalah Nabi dalam arti ini. Beliau
> menambahkan: "Perkataan "Nabi" adalah serupa dalam bahasa Arab dan bahasa
> Iberani. Dalam bahasa Iberani perkataan itu diucapkan "Naabi" yang diambil
> dari "Naba" yang berarti pemberian nubuwatan dari Tuhan. Seorang nabi tak
> harus pembawaq syariat dan keadaan ini adalah anugerah Tuhan dengan mana
> dikabarkan peristiwa-peristiwa masa datang."........(Ek Ghalti ka Izala,
> halaman 8, 1901).
>
> Sehari sebelum Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. wafat beliau menyatakan
> sbb:"Tuduhan yang dilemparkan kepada saya ialah bahwa bentuk kenabian yasng
> saya akui buat diri saya menyebabkan saya keluar Islam. Dengan perkataan
> lain saya dituduh mempercayai bahwa saya adalah nabi yang berdiri sendiri,
> seorang nabi yang tak perlu mengikuti Al-Qur'an Suci, dan bahwa kalimah saya
> lain dan qiblah saya berobah. Juga saya disangkakan menghapus syariat dan
> memutuskan tali kesetiaan kepada Nabi Muhammad SAW. Tuduhan itu adalah
> samasekali palsu. Sesuatu kenabian seperti itu adalah kufur dan ini jelas.
>
> Bukan hanya kini tetapi sejak dari permulaan sekali saya selalu mengemukakan
> dalam buku-buku saya bahwa saya tidak mengakui kenabian seperti itu untuk
> saya. Itu sama sekali adalah tuduhan kosong dan suatu cercaan terhadap saya.
> Keadaan sebenarnya hanyalah ini, bila saya menyebut diri saya seorang Nabi,
> saya maksudkan hanyalah bahwa Allah Taala berbicara dengan saya, bahwa Dia
> sangat sering berkata-kata dengan saya dan Dia bercakap-cakap dengan saya
> dan menerima pengabdian saya dan mewahyukan kepada saya hal-hal ghaib, dan
> membukakan kepada saya rahasia-rahasia yang berhubungan dengan masa datang
> dan yang tidak akan Dia bukakan kepada seseorang yang tidak Dia cintai dan
> dekat kepadaNya. Sesungguhnya Dia mengangkat saya sebagai nabi dalam arti
> itu....(Akhbar-i-Am, Lahore, 26 Mei 1908, halaman 7, juga Tabligh-i-Risalat
> , Jilid X, halaman 132-134).
>
> Kesimpulan......
> Pendiri Jemaat Ahmadiyah berkata bahwa beliau tak lebih dari seorang Nabi
> Ummati, yakni Nabi yang menjadi pengikut dari Nabi Muhammad SAW. Tak ada
> yang punya beliau sendiri. Semua yang ada pada beliau sebenarnya adaalh
> kepunyaan Junjungan dan Penghulunya Nabi Muhammad SAW, yang betul-betul
> adalah khaatamannabiyin . Dalam tatasurya , bulan seluruhnya bergantung pada
> matahari untuk cahaya. Tanpa cahaya matahari, rembulan akan kehilangan
> wujudnya yang penuh arti. Demikian pula dalam alam rohani ini, dimana Nabi
> Muhammad SAW adalah laksana matahari dan seorang yang betul-betul
> memantulkan cahaya beliau dan menerangi abad keempat belas tak dapat
> dikatakan mempunyai cahaya sendiri. Sebaliknya setiap butir sinar yang
> beliau pancarkan adalah cahaya dari Nabi Muhammad SAW, yang memang adalah
> sumber cahaya yang sebenarnya. Tanpa beliau SAW , semuanya akan gelap
> gulita.
>
> Sekian penjelasan beliau tentang kenabian yang beliau klaim dan dakwakan.
>
> Abd. Shomad:
> > Akhirnya, sampailah saya pada halaman berikut, tentang tantangan mubahala
> > antara MGA dan Allama Sanahullah:
> > http://www.irshad.org/idara/qadiani/sanahul.htm
> > http://www.irshad.org/idara/qadiani/dtmirza.htm
> >
> > Di akhir halaman, disimpulkan sebagai berikut:
> > "Allah(SWT) did indeed hear this prayer of Mirza Ghulam. On May 26, 1908
> > Mirza Ghulam died of the same disease he had named - Cholera. [Read: The
> > Death of Mirza Ghulam Qadiani] Allama Sanahullah remained alive for nearly
> > forty more years and went on condemning Ahmadiyya during all that time.
> > Allah(SWT) once more used Mirza Ghulam's own statement to prove him an
> > impostor. "
> > Kalau benar apa yang dituliskan di atas, saya menghimbau Jemaat Ahmadiyah
> > untuk segera meneliti ulang aqidahnya.
> >
> NS:
> Mirza Ghulam Ahmad tidaklah wafat akibat wabah kolera. Tetapi beliau wafat
> setelah menderita diare yakni sejenis sakit perut. Beliau wafat di Lahore
> pada tahun 1908 dan keesokan harinya jenazahnya dibawa ke Qadian untuk
> dimakamkan. Kalau sendainya beliau wafat disebabkan kholera tentu saja
> jenazahnya tidak bisa atau diizinkan oleh Pemerintah Inggeris untuk dibawa
> keluar kota sesuai dengan dengan perundangan negara India waktu itu.
>
> Dan setahu kami mubahalah antara Mirza Ghulam Ahmad dan Sanaulah Amritsari
> tidak pernah terjadi. Sebelumnya memang ada tantangan mubahalah dari Mirza
> Ghulam Ahmad kepada beliau, tetapi Tsanaulah menolak mubahalah tersebut,
> sehingga mubahalah itu tidak jadi dilaksanakan kedua belah pihak. Akan
> tetapi beberapa tahun kemudian setelah Mirza Ghulam Ahmad wafat pada tahun
> 1908, Tsanaulah mengatakan bahwa Mirza Ghulam Ahmad wafat karena mubahalah
> dengannya. Untuk membuktikan bahwa yang dikatakan oleh Tsanaulah ini adalah
> kebohongan, maka pada tahun 1928 seorang pengikut Mirza Ghulam Ahmad yang
> mengetahui pasti tentang ada tidaknya mubahalah tersebut, kembali menantang
> Tsanaulah untuk melakukan mubahalah lagi, tetapi Tsanaulah ternyata
> menolak.... Tsanaulah memang wafat pada tahun 1948, jauh lama setelah
> wafatnya Mirza Ghulam Ahmad. Hal ini tidak mengherankan betapa banyak
> musuh-musuh Nabi yang berumur panjang dan hidup lama setelah nabi yang
> dimusuhinya wafat. Musailamah al Kadzab seorang penantang Rasulullah SAW
> baru wafat bertahun-tahun setelah Rasulullah wafat.... Orang yang paling
> belakangan wafat dan berumur lanjut bukanlah berarti menunjukkan
> kebenarannya.
>
> Wassalamu'alaikum wr.wb.
> Nadri Saaduddin,
> Jalan Rambutan B-32
> Telp. (+62-0765) 93072
> Duri 28884,
> Riau Daratan, INDONESIA
> ----------------------------------------------------------------------------
> ---------------------------
> THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
> LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
> Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
> For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
> ----------------------------------------------------------------------------
> ---------------------------
>
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)