Rozy Andrianto wrote:

> Barusan saya lihat kera sakti di Indosiar, edisi terakhir.
> Disitu ajaran sang Budha dikeluarkan
> "Berisi ialah kosong, kosong ialah berisi"
> Saya merasa kalimat itu sering juga dikeluarkan di milis ini...

Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.

Saya sejak semula juga memperhatikan film cerita "Kera Sakti" itu.
Rada iri juga saya dibuatnya. Mereka mampu menyajikan makna-makna
esoterik [tasawuf] agama Buddha dalam visualisasi yang sangat
menarik, sementara kita sendiri ...? Dulu Sunan Kalijaga mencoba
memperkenalkan tasawuf Islam melalui pewayangan, tetapi kini saya
lebih sering mendengar hujatan daripada apresiasi.

"Kera Sakti" itu melukiskan betapa sulitnya Biksu Tong dan
murid-muridnya melakukan perjalanan ke Barat untuk mendapatkan kitab
suci agar dapat dipakai untuk menyelamatkan umat manusia. Dalam
perjalanan itu mereka mengalami 33 hambatan dan 99 kesulitan. Tentu
ini sama saja dengan kisah dalam tasawuf Islam mengenai kesulitan
yang dialami burung-burung yang melakukan perjalanan untuk menemui
Sang Raja, Simurgh.

Mengapa kitab suci itu masih harus dicari sementara ajaran Buddha
sudah dibeberkan dengan panjang lebar? Dalam pemahaman saya, kitab
yang masih dicari-cari itu adalah kitab yang ada di dalam hati kita
masing-masing. 

Hal itu juga berlaku bagi kita. Meskipun Al Qur'an dan hadits telah
membeberkan banyak hal secara lengkap, semua itu hanyalah pembeberan
dalam bentuk perkataan, yang sebagaimana kita tahu, mempunyai
keterbatasan. Kita masih perlu berupaya untuk melihat sendiri "kitab
suci" dalam bentuk asli sebagaimana yang dilihat Nabi kita, sebuah
kitab yang bukan berujud kitab. Kitab itu akan terlihat ketika kita
mencapai keadaan fana dan baqa; syariat sebagai pakaian dan thariqat
sebagai kendaraan untuk pergi ke sana.

Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
RS



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke