Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.

Sorry, posting sebelum ini tanpa indent karena pakai program Microsoft
Outlook 97 yang belum tahu bagaimana menggunaknanya.

-----Original Message-----
From:   Rozy Andrianto [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:   Thursday, March 11, 1999 9:16 AM
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:Re: [Tasawuf] Jangan lupa syariat.......?

> Coba kalau di tasawuf Islam, ayat Qur`an dan Hadits dihilangkan, 
> syariat tidak dipakai,

Apakah ini baru merupakan hipotesis, atau sudah penilaian final yang
tak diubah lagi? Kalau masih hipotesis, kita masih bisa bersama-sama
mengujinya, tapi kalau sudah final, ya silakan saja meyakini
kesimpulan anda. Saya tidak melihatnya demikian.

> Jangan masalah pencarian kitab suci donk yang dibandingkan, saya ngerti kok
> rekan-rekan tasawuf di milis ini tidak sedang cari kitab suci ke barat. Dan
> saya juga yakin kok disini tidak ada siluman Kerbau dan siluman Babi seperti
> di film tersebut.

Tasawuf itu mencari 'kitab suci', mas! Kitab suci yang tidak bisa
dibaca dengan panca-indera.
Rasanya kok tokoh-tokoh siluman itu ada di antara kita. Saya sendiri
memiliki karakter buruk seperti kera itu: gemar berantem dan mau
menang sendiri. 

> Nah, inilah yang saya maksud. Harus ilmiah !! Apakah kita dapat
> meng-ilmiah-kan / me-logika-kan / me- metodologi-kan semua ajaran Alloh.
> Bukankah ajaran Alloh itu bila kita tulis dengan seluruh air laut di bumi
> ini sebagai tintanya masih kurang. Apakah mursyid dalam tasawuf itu sudah
> terjamin bahwa pengetahuannya sudah melebihi atau sama dengan ajaran Alloh,
> sehingga dapat meng-ilmiah-kan semua ajaran Alloh??

> Sebagai contoh ekstrim ayat Alif lam mim, kan tidak ada yang tahu artinya
> kecuali Alloh. 

Dalam tasawuf, Allah diyakini tidak lebih jauh dari urat leher kita
sendiri, namun > kita sendiri jauh dari-Nya. Kalau kita mendekat
kepadanya, sebegitu dekat hingga derajat tertentu, kita akan ditulari
ilmunya: setitik di antara lautan itu cukuplah sudah bagi kita.
Metodologi yang kita sebut-sebut itu mengacu pada bagaimana cara kita
mendekatkan diri hingga memperoleh setetes ilmu itu. Jadi bukan ilmu
Allah sendiri yang diilmiahkan, tetapi prosedurnya. Fakta ilmu apapun,
termasuk ilmu Allah, selama diperoleh melalui suatu metodologi yang
jelas, ia disebut ilmiah. 

> Bukankah kita sebagai muslim diperintah supaya beriman. Apa
> beriman itu, iman ialah percaya. Bagaimana kepercayaan itu, kepercayaan itu
> dalam arti kita harus percaya TITIK, THAT`S ALL, FINISH. Tidak peduli ilmu
> kita sudah mencapainya atau tidak, kita harus percaya. Memang dengan dapat
> mengetahui asal-usul, sebab, arti, makna dan sebagainya itu dapat membuat
> kita lebih khusuk. Nah, apakah keterangan-keterangan itu sudah sesuai dengan
> apa yang dimaksud Alloh?? Bukankah lebih aman keterangan-keterangan itu
> dicari dari Nabi Muhammad melalui hadits, dimana Nabi menerima keterangan
> langsung dari Alloh melalui Malaikat Jibril.

Ya, lebih aman begitu bagi orang yang tidak menguasai metodologi
tasawuf dan tidak berminat menjalankannya. Tetapi  Allah menciptakan
manusia selalu berpasangan: lelaki-perempuan, tampan-memble,
tinggi-pendek, dermawan-pelit, dll, termasuk yang anti dan pro
tasawuf. Bayangkan kalau lelaki dan perempuan itu selalu saling
mengenyahkan dan merasa benar sendiri - bukankah runyam dunia ini.
Begitu pula yang anti dan pro tasawuf, biarlah berjalan
sendiri-sendiri menurut sunnatullah. Saling mengingatkan dengan cara
yang haq; itulah mungkin yang terbaik.

Dalam pandangan saya, tasawuf tidak akan merusak iman, tetapi justru
akan mempertebal iman. Iman itu adalah percaya meskipun tidak melihat.
Nah, kalau kita mula-mula meyakini melalui iman bahwa ada api yang
panas, lalu kita mendekat ke api itu dan merasakan bagaimana jari kita
dijilat api - maka hal ini sama sekali tidak merusak iman itu.
Sebaliknya, pemahaman kita tentang api menjadi semakin luas, tidak
hanya sebatas apa yang diceritakan orang. Demikianlah gambaran
tasawuf. Neraka dan sorga bukan lagi gambaran dalam angan-angan,
tetapi benar-benar dirasakan.

> Mungkin anda menjawab, Lho silsilah tasawuf langsung berhubungan dengan
> Nabi. Jadi apa yang diajarkan sesuai dengan Nabi. Namun rekan-rekan disini
> masih belum jawab tentang silsilah thareqot dimana ditengah-tengahnya
> sanadnya terputus, dimana antara guru yang satu dengan muridnya, terpisah
> kehidupannya. Terus dijawab tersambung melalui roh. Apakah ini ilmiah??

Tidak semua aliran tasawuf mengandalkan silsilah itu. Aliran saya
sendiri termasuk tidak bertali silsilah dengan Nabi. Kuncinya
sebenarnya terletak pada metodologi yang dipakai oleh tiap aliran.
Apakah metode yang diterapkan telah terbukti membuahkan hasil dengan
baik tanpa efek samping. 

> Lho saya khan bukan orang tasawuf, jadi saya tidak bisa donk nulis kajian
> Tasawuf.

Saya pernah mengingatkan seorang rekan. Tasawuf itu ibarat jalan raya.
Okelah kalau anda berminat untuk ikut arus. Tapi kalau anda hanya
berdiri di pinggir jalan, nonton kelakuan orang lewat, nguping apa
yang mereka bicarakan, ini bisa berbahaya. Sebaiknya anda pulang ke
rumah. Ikuti ajaran guru agama anda. Ini lebih aman.

> Nah, anda sendiri yang jawab. CUKUP. Jadi syariat yang benar sudah
> segalanya. Yang tidak cukup ialah yang belum mempelajari Qur`an dan Hadits
> secara benar. Bila pelajari benar, muslim sudah tahu puasa bukan hanya tidak
> makan minum, zakat harus iklas dan sebagainya Bagaimana iklas itu, nabi
> menjawab dalam haditsnya, dll.
> Cara sholat khusyu` di hadits juga ada..

Ya, benar. Masalahnya, kita perlu jujur: kita sudah bisa apa belum
dalam khusyu, ikhlas, ridha dll. sesudah sekian lama?

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 
RS
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)





---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)



Kirim email ke