-----Original Message-----
From: R. Sunarman <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 10 Maret 1999 6:24
Subject: Re: [Tasawuf] Jangan lupa syariat.......?


>Saya sejak semula juga memperhatikan film cerita "Kera Sakti" itu.
>Rada iri juga saya dibuatnya. Mereka mampu menyajikan makna-makna
>esoterik [tasawuf] agama Buddha dalam visualisasi yang sangat
>menarik, sementara kita sendiri ...? Dulu Sunan Kalijaga mencoba
>memperkenalkan tasawuf Islam melalui pewayangan, tetapi kini saya
>lebih sering mendengar hujatan daripada apresiasi.


Anda memang patut iri, karena saya mulai dapat "memahami" Tasawuf Islam
dengan mengikuti film tersebut.
Namun pengertian saya tentang Tasawuf dengan melihat film itu ialah sebatas
bahwa, Tasawuf itu berisi perkataan, bimbingan  dari seorang yang suci,
sabar, berpengetahuan yang luas (mungkin Mursyid ??)tentang dunia dan
akhirat yang perkataannya itu membuat muridnya mengangguk-angguk, membuat
terpesona, tidak lain diakibatkan karena seorang guru itu mampu dan dapat
menerangkan sesuatu dengan indah, mempesona, dan masuk oleh logika. Apakah
benar demikian ??

Nah sekarang bedanya ialah yang di film tersebut dasarnya hanya orang suci
tersebut (Ajaran Budha khan bukan bersumber dari Tuhan, tidak seperti Islam
dan Kristen). sedang Tasawuf Islam ialah orang suci + Ajaran Alloh. Apakah
begitu??

Kemudian apakah tidak timbul ketakutan (seperti yang saya tangkap dan ada
rekan lain) bahwa (maaf) orang suci tersebut atau orang-orang tasawuf
berusaha untuk menerangkan, menganalogikan, mengekspresikan ajaran Alloh
dengan bahasa tertentu yang diindah-indahkan secara berlebihan hanya supaya
ajaran Alloh itu dapat diintreprestasikan secara logis, ilmiah, bernalar,
berilmu, bermetodologis seperti penelitiannya seorang Doktor,  sehingga
dapat diterima oleh manusia. Padahal dalam kenyataannya (maaf ini yang saya
tangkap, sehingga saya tidak mau ikut nyelam ke dalam laut..) keterangan
dari ajaran Alloh yang diinterprestasikan secara indah, bernalar, dan ilmiah
itu sedikit "bertentangan" dengan Ajaran Alloh (syariat)itu sendiri.

Saya sendiri melihat bahwa dalam milis ini, ayat Qur`an dan Hadits sedikit
sekali, tetapi keterangannya buanyak sekali, terjelentreh dalam segala ilmu
pengetahuan, teknologi, ilmiah, analogi, dsb. Dan terus terang orang awam,
lulusan SD, mungkin malah malas membacanya, karena pengetahuan ilmiahnya
belum mencukupi.

Pertanyaan saya kemudian.
Apakah syariat masih belum cukup untuk menuju surga ??
Apakah orang harus mencapai tahapan bertasawuf untuk menuju surga??
Apakah tasawuf yang tidak berhati-hati malah justru menyesatkan ke neraka ??


Rozy




---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke